<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semakin Panas, Presiden Jokowi Ingatkan Potensi Krisis dan Resesi Tak Mereda</title><description>Presiden Jokowi mengingatkan para menteri dan kepala daerah soal kondisi ketidakpastian global yang kian memburuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda"/><item><title>Semakin Panas, Presiden Jokowi Ingatkan Potensi Krisis dan Resesi Tak Mereda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda-SfYmXE4vwq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi ingatkan soal ketidakpastian global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929313/semakin-panas-presiden-jokowi-ingatkan-potensi-krisis-dan-resesi-tak-mereda-SfYmXE4vwq.jpg</image><title>Presiden Jokowi ingatkan soal ketidakpastian global (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDI4Mi81L3g4cHpvYjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengingatkan para menteri dan kepala daerah soal kondisi ketidakpastian ekonomi global yang kian memburuk, dan bahkan berpotensi resesi.
&quot;Saya kira sudah bolak-balik saya sampaikan situasi global masih penuh dengan ketidakpastian. Geopolitik juga tidak semakin baik, tetapi semakin memanas. Dampak perubahan iklim juga semakin nyata, semakin kelihatan dan kita rasakan semuanya,&quot; ungkap Jokowi dalam acara Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Eksekusi Penggunaan Anggaran Daerah Lambat, Jokowi: Memang Ubah Mindset Cara Kerja Tidak Mudah 


Dia juga menegaskan bahwa potensi krisis dan potensi resesi tidak semakin mereda, tetapi juga semakin menguat.
&quot;Sehingga, saya ingin mengingatkan pada kita semuanya, kita harus terus waspada dan berhati-hati,&quot; tambah Jokowi.

BACA JUGA:
Jokowi ke Kepala Daerah: Serius Banget Kok Tegang? Wong Mau Diberi Anggaran


Terkait penyerahan DIPA dan alokasi TKD TA 2024, Jokowi mengingatkan bahwa sudah tidak ada model penyerahan lagi seperti yang dahulu diserahkan secara manual. Ini sekarang sudah proses digital, sehingga yang hadir tidak diserahkan satu buku mulai hari ini.
&quot;Gunakan anggaran yang telah diberikan itu secara disiplin, teliti, dan tepat sasaran. Yang kedua, kedepankan transparansi dan akuntabilitas, jangan membuka celah sedikit pun untuk penyalahgunaan anggaran, berkaitan dengan korupsi apalagi. Tutup celah itu,&quot; tegas Jokowi.
Ketiga, Jokowi memerintahkan agar anggaran yang diberikan ini dieksekusi sesegera mungkin.
&quot;Ini bolak balik saya sampaikan, Januari segera dimulai anggaran itu,  realisasikan secepat-cepatnya. Saya minta informasi ke Kemendagri,  'berapa sih realisasi sampai saat ini? Baru 64% daerah, pusat 74%'. Ini  sudah tinggal 3 minggu, masih 64% dan 74% realisasi. Artinya dalam 3  minggu ini akan keluar uang triliunan,&quot; ucap Jokowi.
Dia mengatakan bahwa ini sudah menjadi hal yang berulang setiap  tahun. Sejak awal, Jokowi menyebut bahwa dirinya ingin mengubah ini,  tapi ternyata setelah dicek lagi, memang mengubah cara kerja dan mindset  tidaklah mudah.
&quot;Jadi, eksekusi sesegera mungkin, lakukan belanja sesegera mungkin awal tahun,&quot; tegasnya.
Keempat, dia juga meminta para menteri dan pemda untuk menyiapkan  antisipasi ketidakpastian melalui automatic adjustment, di mana  penyesuaian harus lincah terhadap perubahan yang ada.
&quot;Begitu ada perubahan, segera lincah berubah, karena ketidakpastian  sekarang benar-benar mengintai kita tiap hari, tiap minggu, tiap bulan,  selalu ada perubahan. Ingat, bahwa setiap Rupiah yang dibelanjakan  adalah duitnya rakyat. Jadi harus fokus sama hasil, orientasinya ke  hasil, dan yang penting adalah bermanfaat bagi rakyat,&quot; pungkas Jokowi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDI4Mi81L3g4cHpvYjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengingatkan para menteri dan kepala daerah soal kondisi ketidakpastian ekonomi global yang kian memburuk, dan bahkan berpotensi resesi.
&quot;Saya kira sudah bolak-balik saya sampaikan situasi global masih penuh dengan ketidakpastian. Geopolitik juga tidak semakin baik, tetapi semakin memanas. Dampak perubahan iklim juga semakin nyata, semakin kelihatan dan kita rasakan semuanya,&quot; ungkap Jokowi dalam acara Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Eksekusi Penggunaan Anggaran Daerah Lambat, Jokowi: Memang Ubah Mindset Cara Kerja Tidak Mudah 


Dia juga menegaskan bahwa potensi krisis dan potensi resesi tidak semakin mereda, tetapi juga semakin menguat.
&quot;Sehingga, saya ingin mengingatkan pada kita semuanya, kita harus terus waspada dan berhati-hati,&quot; tambah Jokowi.

BACA JUGA:
Jokowi ke Kepala Daerah: Serius Banget Kok Tegang? Wong Mau Diberi Anggaran


Terkait penyerahan DIPA dan alokasi TKD TA 2024, Jokowi mengingatkan bahwa sudah tidak ada model penyerahan lagi seperti yang dahulu diserahkan secara manual. Ini sekarang sudah proses digital, sehingga yang hadir tidak diserahkan satu buku mulai hari ini.
&quot;Gunakan anggaran yang telah diberikan itu secara disiplin, teliti, dan tepat sasaran. Yang kedua, kedepankan transparansi dan akuntabilitas, jangan membuka celah sedikit pun untuk penyalahgunaan anggaran, berkaitan dengan korupsi apalagi. Tutup celah itu,&quot; tegas Jokowi.
Ketiga, Jokowi memerintahkan agar anggaran yang diberikan ini dieksekusi sesegera mungkin.
&quot;Ini bolak balik saya sampaikan, Januari segera dimulai anggaran itu,  realisasikan secepat-cepatnya. Saya minta informasi ke Kemendagri,  'berapa sih realisasi sampai saat ini? Baru 64% daerah, pusat 74%'. Ini  sudah tinggal 3 minggu, masih 64% dan 74% realisasi. Artinya dalam 3  minggu ini akan keluar uang triliunan,&quot; ucap Jokowi.
Dia mengatakan bahwa ini sudah menjadi hal yang berulang setiap  tahun. Sejak awal, Jokowi menyebut bahwa dirinya ingin mengubah ini,  tapi ternyata setelah dicek lagi, memang mengubah cara kerja dan mindset  tidaklah mudah.
&quot;Jadi, eksekusi sesegera mungkin, lakukan belanja sesegera mungkin awal tahun,&quot; tegasnya.
Keempat, dia juga meminta para menteri dan pemda untuk menyiapkan  antisipasi ketidakpastian melalui automatic adjustment, di mana  penyesuaian harus lincah terhadap perubahan yang ada.
&quot;Begitu ada perubahan, segera lincah berubah, karena ketidakpastian  sekarang benar-benar mengintai kita tiap hari, tiap minggu, tiap bulan,  selalu ada perubahan. Ingat, bahwa setiap Rupiah yang dibelanjakan  adalah duitnya rakyat. Jadi harus fokus sama hasil, orientasinya ke  hasil, dan yang penting adalah bermanfaat bagi rakyat,&quot; pungkas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
