<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus Sri Mulyani demi Capai Penerimaan Negara Rp2.802 Triliun di 2024</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut asumsi ekonomi 2024 akan dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024"/><item><title>Jurus Sri Mulyani demi Capai Penerimaan Negara Rp2.802 Triliun di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024-XEXLS9RCg7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurus Sri Mulyani kejar target penerimaan negara (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929322/jurus-sri-mulyani-demi-capai-penerimaan-negara-rp2-802-triliun-di-2024-XEXLS9RCg7.jpg</image><title>Jurus Sri Mulyani kejar target penerimaan negara (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU0Ni81L3g4bmU2NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut asumsi ekonomi 2024 akan dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian global. Selain menjaga ekonomi, pihaknya juga harus menjaga kesehatan APBN.
&quot;Untuk tahun 2024, target pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.802,3 triliun, meningkat Rp165 triliun dari posisi Rp2.637,2 triliun di 2023,&quot;  ujar Sri dalam acara Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
 Terjaga Baik, APBN Beri Beragam Manfaat bagi Masyarakat 


Hal ini akan dicapai melalui optimalisasi dan menjaga iklim investasi di tengah ketidakpastian global. Sektor perpajakan akan terus didorong melalui kinerja ekonomi yang membaik dan pelaksanaan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
&quot;Pemberian insentif perpajakan akan tetap dilakukan secara terarah dan terukur. Basis perpajakan juga akan diperluas dan ditingkatkan, tingkat kepatuhan pajak akan terus diperbaiki,&quot; sambung Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Berada di Bawah 2,3% pada Akhir 2023


Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan terus dilakukan dengan menjaga kualitas layanan publik dan juga kelestarian lingkungan,. Karena PNBP juga berasal cukup besar dari sumber daya alam.
&quot;PNBP juga perlu ditingkatkan dari sisi tata kelola,&quot; tambahnya.
Dari sisi belanja, pemerintah dan DPR sepakat bahwa belanja negara  2024 mencapai Rp3.325 triliun, naik Rp204,1 triliun dibandingkan tahun  lalu.
&quot;Dengan demikian, defisit APBN di tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp522,8 triliun, setara 2,29% terhadap PDB,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU0Ni81L3g4bmU2NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut asumsi ekonomi 2024 akan dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian global. Selain menjaga ekonomi, pihaknya juga harus menjaga kesehatan APBN.
&quot;Untuk tahun 2024, target pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.802,3 triliun, meningkat Rp165 triliun dari posisi Rp2.637,2 triliun di 2023,&quot;  ujar Sri dalam acara Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
 Terjaga Baik, APBN Beri Beragam Manfaat bagi Masyarakat 


Hal ini akan dicapai melalui optimalisasi dan menjaga iklim investasi di tengah ketidakpastian global. Sektor perpajakan akan terus didorong melalui kinerja ekonomi yang membaik dan pelaksanaan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
&quot;Pemberian insentif perpajakan akan tetap dilakukan secara terarah dan terukur. Basis perpajakan juga akan diperluas dan ditingkatkan, tingkat kepatuhan pajak akan terus diperbaiki,&quot; sambung Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Berada di Bawah 2,3% pada Akhir 2023


Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan terus dilakukan dengan menjaga kualitas layanan publik dan juga kelestarian lingkungan,. Karena PNBP juga berasal cukup besar dari sumber daya alam.
&quot;PNBP juga perlu ditingkatkan dari sisi tata kelola,&quot; tambahnya.
Dari sisi belanja, pemerintah dan DPR sepakat bahwa belanja negara  2024 mencapai Rp3.325 triliun, naik Rp204,1 triliun dibandingkan tahun  lalu.
&quot;Dengan demikian, defisit APBN di tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp522,8 triliun, setara 2,29% terhadap PDB,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
