<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Amran Sebut Proyek Food Estate Bisa Jaga Ketahanan Pangan Indonesia</title><description>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim proyek food estate yang  dirancang pemerintah bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia"/><item><title>Mentan Amran Sebut Proyek Food Estate Bisa Jaga Ketahanan Pangan Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia-KdIpdLEpCw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan klaim food estate dukung ketahanan pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929382/mentan-amran-sebut-proyek-food-estate-bisa-jaga-ketahanan-pangan-indonesia-KdIpdLEpCw.jpg</image><title>Mentan klaim food estate dukung ketahanan pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC80LzE2OTM5Ny81L3g4bmJwdDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim proyek food estate yang dirancang pemerintah bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurutnya lewat program tersebut, Indonesia mampu meningkatkan produktivitas pangan dan harapannya mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat bahkan ditargetkan Indonesia mampu melakukan swasembada pangan.

BACA JUGA:
Kejar Swasembada Cabai, Kementan Lanjutkan Proyek Food Estate di Humbahas


&quot;Itu food estate dirancang untuk cadangan negara, jadi ada gini, pertanian itu ada dua strategi, satu intensifikasi satu ekstensifikasi. Intensifikasi itu kita lakukan untuk pertanian yang sudah eksisting, kemudian kita membangun food estate itu untuk cadangan berjaga jaga,&quot; ujar Mentan di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya dengan produksi pertanian yang tersentralisir ini lebih memudahkan pemerintah untuk menciptakan pertanian modern dengan skala yang lebih luas. Mengingat saat ini, dikatakan Amran, laham pertanian di Indonesia masih kecil-kecil dan menyebar di berbagai wilayah.

BACA JUGA:
Kementan dan Kemenko Marves Bergerak Bersama Kawal Food Estate Humbahas


&quot;Jadi ini (food estate) cadangan negara. Tetapi itu dikelola skala besar, itu untuk cadangan negara dikelola dengan pertanian modern. Sekarang sawah kita kan kecil kecil tuh, di seluruh Indonesia, ini nanti skalanya besar, sehingga memungkinkan untuk pertanian modern,&quot; sambungnya.
Lahan sawah yang tersentralisir ini juga bakal memudahkan pemerintah dalam pendistribusian benih, pupuk, hingga alat pertanian modern. Di samping itu proses bisnis di sektor pertanian juga bakal banyak terpangkas dengan lahan-lahan besar yang menjadi satu kawasan.
&quot;Jadi mulai tanam, pupuk, pengolahan itu semua full mekanisasi. Nah  ini yang kita rancang menjadi pertanian modern. Jadi satu intensifikasi,  satu ekstensifikasi,&quot; lanjutnya.
Amran menjelaskan, saat ini Pemerintah tengah mengejar peningkatan  produktivitas untuk mengembalikannya Indonesia mencapai swasembada  pangan. Sehingga impor berkurang, dan produk petani bisa terserap  optimal oleh pasar.
&quot;Kita ingat, sudah pernah swasembada kan, pernah 3 kali swasembada  kan itu 2017, 2019, 2020. Nah ini kita lanjutkan karena ini sesuatu yg  baik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC80LzE2OTM5Ny81L3g4bmJwdDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim proyek food estate yang dirancang pemerintah bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurutnya lewat program tersebut, Indonesia mampu meningkatkan produktivitas pangan dan harapannya mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat bahkan ditargetkan Indonesia mampu melakukan swasembada pangan.

BACA JUGA:
Kejar Swasembada Cabai, Kementan Lanjutkan Proyek Food Estate di Humbahas


&quot;Itu food estate dirancang untuk cadangan negara, jadi ada gini, pertanian itu ada dua strategi, satu intensifikasi satu ekstensifikasi. Intensifikasi itu kita lakukan untuk pertanian yang sudah eksisting, kemudian kita membangun food estate itu untuk cadangan berjaga jaga,&quot; ujar Mentan di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya dengan produksi pertanian yang tersentralisir ini lebih memudahkan pemerintah untuk menciptakan pertanian modern dengan skala yang lebih luas. Mengingat saat ini, dikatakan Amran, laham pertanian di Indonesia masih kecil-kecil dan menyebar di berbagai wilayah.

BACA JUGA:
Kementan dan Kemenko Marves Bergerak Bersama Kawal Food Estate Humbahas


&quot;Jadi ini (food estate) cadangan negara. Tetapi itu dikelola skala besar, itu untuk cadangan negara dikelola dengan pertanian modern. Sekarang sawah kita kan kecil kecil tuh, di seluruh Indonesia, ini nanti skalanya besar, sehingga memungkinkan untuk pertanian modern,&quot; sambungnya.
Lahan sawah yang tersentralisir ini juga bakal memudahkan pemerintah dalam pendistribusian benih, pupuk, hingga alat pertanian modern. Di samping itu proses bisnis di sektor pertanian juga bakal banyak terpangkas dengan lahan-lahan besar yang menjadi satu kawasan.
&quot;Jadi mulai tanam, pupuk, pengolahan itu semua full mekanisasi. Nah  ini yang kita rancang menjadi pertanian modern. Jadi satu intensifikasi,  satu ekstensifikasi,&quot; lanjutnya.
Amran menjelaskan, saat ini Pemerintah tengah mengejar peningkatan  produktivitas untuk mengembalikannya Indonesia mencapai swasembada  pangan. Sehingga impor berkurang, dan produk petani bisa terserap  optimal oleh pasar.
&quot;Kita ingat, sudah pernah swasembada kan, pernah 3 kali swasembada  kan itu 2017, 2019, 2020. Nah ini kita lanjutkan karena ini sesuatu yg  baik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
