<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Buka Suara soal Pengajuan KPR Ditolak Gegara Utang Pinjol</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) buka suara soal pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ditolak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol"/><item><title>BTN Buka Suara soal Pengajuan KPR Ditolak Gegara Utang Pinjol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol-x5eoh9ZpWs.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dirut BTN buka suara soal KPR rumah ditolak. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929405/btn-buka-suara-soal-pengajuan-kpr-ditolak-gegara-utang-pinjol-x5eoh9ZpWs.JPG</image><title>Dirut BTN buka suara soal KPR rumah ditolak. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNC80LzE0NjY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) buka suara soal pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh nasabah ditolak bank karena memiliki status kredit macet pinjaman online (pinjol).

Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu mengatakan penolakan KPR lebih banyak dilakukan oleh sebagian developer (pengembang) rumah dan bukan dari bank.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bisakah UMP 2024 Jakarta Rp5 Juta Ambil KPR Subsidi?&amp;nbsp;

&quot;Yang nolak tuh sebagian besar bukan BTN, tapi developer, kan developer juga sudah ngecek-ngecek dulu kolektibilitas (kredit) si nasabah, karena si developer ingin kerja cepat sekarang,&amp;rdquo; kata Nixon pada Press Conference Pubex Live 2023 BTN, Rabu (29/11/2023).

Kerja cepat developer saat ini, lanjut Nixon, adalah melihat SLIK OJK, atau rekening koran jika dilihat KOL tidak bagus maka mereka tolak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023

Developer mengambil tindakan terlebih dahulu agar tidak menunggu negosiasi nasabah lebih lama di bank, sehingga administrasi sudah dirapikan.

Nixon menyebut, para pengembang rumah itu memang sudah menolak 30% pengajuan KPR dari nasabah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023



&amp;ldquo;Sebenarnya sudah memberi eksepsi apabila sampai KOL 2, angkanya kalau saya ngobrol dengan developer rata-rata di bawah Rp2 juta, tapi yang jadi masalah buat mereka adalah bukan mengenai KOL-nya, tapi masyarakat belum tentu paham mekanisme pelunasan kalau dipercepat,&amp;rdquo; jelas Nixon.



Adapun BTN tidak akan membantu pelunasan pinjol para nasabah terkait ditolaknya pengajuan KPR.



Sedangkan pelayanan di dalam perbankan memang sudah diatur ketat.



&amp;ldquo;Kalau pun kita bantu pelunasan pinjol kita tidak ngerti caranya, hubungi siapa juga ini nggak jelas, ini bedanya dengan perbankan. Kantornya jelas, customer service sampai customer care juga, kita diatur sangat ketat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNC80LzE0NjY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) buka suara soal pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh nasabah ditolak bank karena memiliki status kredit macet pinjaman online (pinjol).

Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu mengatakan penolakan KPR lebih banyak dilakukan oleh sebagian developer (pengembang) rumah dan bukan dari bank.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bisakah UMP 2024 Jakarta Rp5 Juta Ambil KPR Subsidi?&amp;nbsp;

&quot;Yang nolak tuh sebagian besar bukan BTN, tapi developer, kan developer juga sudah ngecek-ngecek dulu kolektibilitas (kredit) si nasabah, karena si developer ingin kerja cepat sekarang,&amp;rdquo; kata Nixon pada Press Conference Pubex Live 2023 BTN, Rabu (29/11/2023).

Kerja cepat developer saat ini, lanjut Nixon, adalah melihat SLIK OJK, atau rekening koran jika dilihat KOL tidak bagus maka mereka tolak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023

Developer mengambil tindakan terlebih dahulu agar tidak menunggu negosiasi nasabah lebih lama di bank, sehingga administrasi sudah dirapikan.

Nixon menyebut, para pengembang rumah itu memang sudah menolak 30% pengajuan KPR dari nasabah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023



&amp;ldquo;Sebenarnya sudah memberi eksepsi apabila sampai KOL 2, angkanya kalau saya ngobrol dengan developer rata-rata di bawah Rp2 juta, tapi yang jadi masalah buat mereka adalah bukan mengenai KOL-nya, tapi masyarakat belum tentu paham mekanisme pelunasan kalau dipercepat,&amp;rdquo; jelas Nixon.



Adapun BTN tidak akan membantu pelunasan pinjol para nasabah terkait ditolaknya pengajuan KPR.



Sedangkan pelayanan di dalam perbankan memang sudah diatur ketat.



&amp;ldquo;Kalau pun kita bantu pelunasan pinjol kita tidak ngerti caranya, hubungi siapa juga ini nggak jelas, ini bedanya dengan perbankan. Kantornya jelas, customer service sampai customer care juga, kita diatur sangat ketat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
