<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Serapan APBN dan APBD Rendah, Jokowi: 3 Minggu Lagi Akan Keluar Uang Triliunan Rupiah</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti serapan anggaran negara yang belum optimal di tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah"/><item><title>Kritik Serapan APBN dan APBD Rendah, Jokowi: 3 Minggu Lagi Akan Keluar Uang Triliunan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Mieke Dearni Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah-fLq4rdgXEh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Serahkan DIPA 2024 kepada Kepala Daerah. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929437/kritik-serapan-apbn-dan-apbd-rendah-jokowi-3-minggu-lagi-akan-keluar-uang-triliunan-rupiah-fLq4rdgXEh.jpg</image><title>Presiden Jokowi Serahkan DIPA 2024 kepada Kepala Daerah. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti serapan anggaran negara yang belum optimal di tahun ini. Hal ini disampaikan dalam agenda penyerahan Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2024 di Istana Negara Jakarta.
Jokowi mengkritik dana mengendap senilai triliunan Rupiah pada kas pemerintah pusat dan daerah yang kembali terulang pada tahun anggaran 2023. Oleh karena itu, memerintahkan agar serapan dana tersebut dioptimalkan dalam tiga pekan ke depan.

BACA JUGA:
Mengenal Apa Itu DIPA yang Baru Saja Diserahkan Presiden Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Artinya dalam tiga minggu ini akan ke luar uang bertriliun-triliun, ini kita ulang-ulang terus setiap tahun,&quot; katanya, dikutip dari Antara, Rabu (29/11/2023).
Di hadapan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait serta perwakilan pemerintah daerah, Jokowi mengatakan bahwa arahan untuk mempercepat penyerapan anggaran telah ia sampaikan sejak sembilan tahun yang lalu.

BACA JUGA:
Momen Luhut Hormat ke Jokowi Sampai Peluk Maruli Usai Pelantikan KSAD

&quot;Tadi saya minta informasi ke Menteri Dalam Negeri, berapa sih realisasi sampai saat ini? Baru 64% daerah. Pusat juga 74 persen. Ini sudah tinggal tiga minggu, masih 64, sama 74,&quot; katanya.
Dia mengingatkan penyerapan anggaran 2024 akan dimulai per Januari, sehingga sisa anggaran yang masih teralokasi di APBN maupun APBD untuk kegiatan 2023 harus segera dihabiskan.&quot;Eksekusi segera, eksekusinya sesegera mungkin. Jadi bolak-balik saya sampaikan, Januari segera dimulai anggaran itu realisasi, realisasikan secepat-cepatnya,&quot; katanya.
Namun Jokowi menyadari bahwa mengubah pola pikir seorang pemegang kebijakan bukanlah perkara mudah.
&quot;Sekali lagi, eksekusi sesegera mungkin, lakukan belanja sesegera mungkin awal tahun,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti serapan anggaran negara yang belum optimal di tahun ini. Hal ini disampaikan dalam agenda penyerahan Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2024 di Istana Negara Jakarta.
Jokowi mengkritik dana mengendap senilai triliunan Rupiah pada kas pemerintah pusat dan daerah yang kembali terulang pada tahun anggaran 2023. Oleh karena itu, memerintahkan agar serapan dana tersebut dioptimalkan dalam tiga pekan ke depan.

BACA JUGA:
Mengenal Apa Itu DIPA yang Baru Saja Diserahkan Presiden Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Artinya dalam tiga minggu ini akan ke luar uang bertriliun-triliun, ini kita ulang-ulang terus setiap tahun,&quot; katanya, dikutip dari Antara, Rabu (29/11/2023).
Di hadapan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait serta perwakilan pemerintah daerah, Jokowi mengatakan bahwa arahan untuk mempercepat penyerapan anggaran telah ia sampaikan sejak sembilan tahun yang lalu.

BACA JUGA:
Momen Luhut Hormat ke Jokowi Sampai Peluk Maruli Usai Pelantikan KSAD

&quot;Tadi saya minta informasi ke Menteri Dalam Negeri, berapa sih realisasi sampai saat ini? Baru 64% daerah. Pusat juga 74 persen. Ini sudah tinggal tiga minggu, masih 64, sama 74,&quot; katanya.
Dia mengingatkan penyerapan anggaran 2024 akan dimulai per Januari, sehingga sisa anggaran yang masih teralokasi di APBN maupun APBD untuk kegiatan 2023 harus segera dihabiskan.&quot;Eksekusi segera, eksekusinya sesegera mungkin. Jadi bolak-balik saya sampaikan, Januari segera dimulai anggaran itu realisasi, realisasikan secepat-cepatnya,&quot; katanya.
Namun Jokowi menyadari bahwa mengubah pola pikir seorang pemegang kebijakan bukanlah perkara mudah.
&quot;Sekali lagi, eksekusi sesegera mungkin, lakukan belanja sesegera mungkin awal tahun,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
