<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim</title><description>Program konversi motor listrik dinilai lamban.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim"/><item><title>Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 16:18 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim-5oS54FgaBm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program motor listrik terhambat minimnya dealer (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929498/konversi-motor-listrik-lamban-asosiasi-singgung-jumlah-dealer-masih-minim-5oS54FgaBm.jpg</image><title>Program motor listrik terhambat minimnya dealer (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program konversi motor listrik dinilai lamban. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyatakan bahwa jumlah dealer kendaraan listrik di Indonesia masih sangat minim, sehingga menghambat target capaian penggunaan motor listrik di Tanah Air meskipun sudah ada insentif sebesar Rp7 juta dari pemerintah.
&quot;Menurut saya, aspek internal sebetulnya adalah dealer belum merata di seluruh daerah. Saya tadi pagi dapat telepon dari Jember nanya, saya mau beli motor listrik subsidi, ternyata di Jember belum ada padahal kota besar di Jawa Timur,&amp;rdquo;  kata Budi dalam acara Inabuyer EV Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Ini Alasan Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Budi menerangkan, saat ini ada 500 dealer yang sudah terdata di Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SISAPIRa), kemudian ada 200 dealer yang sedang menunggu verifikasi sehingga total ada 700 dealer motor listrik di seluruh Indonesia.
&quot;700-an dealer sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi kan mungkin populasi terbanyak masih di Jakarta. Mungkin daerah-daerah masih kurang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Sepi Peminat, Kementerian ESDM Ingin Terapkan Pola Bisnis MLM


Lebih lanjut Budi menjelaskan, sebenarnya sejumlah merek motor listrik yang sudah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen sudah membuka dealer motor listrik.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong 17 merek motor listrik yang sudah memiliki TKDN dan menjadi mitra pemerintah untuk melakukan penjualan dengan skema bantuan pemerintah melalui penetrasi ke pasar dengan membentuk kerja sama di berbagai daerah.
&quot;Makanya ada kegiatan ini (Inabuyer EV Expo 2023), skema kita kan  juga b to b. Ini banyak pengusaha-pengusaha dari seluruh Indonesia hadir  di kesempatan ini akan melamar untuk bisa kerja sama menjadi dealer,&quot;  pungkasnya.
Seperti diketahui, target pemerintah tahun ini adalah menjual 200.000  unit motor listrik dengan subsidi Rp7 juta, yang syaratnya harus  diproduksi lokal dan memiliki nilai TKDN 40 persen. Selain itu,  pemerintah juga memudahkan syarat bagi pembeli, di mana satu NIK KTP  untuk satu unit motor listrik.
Namun Budi menyebut hingga akhir November 2023, baru ada 15.000 unit motor listrik yang sudah mengaspal.
&amp;ldquo;Kalau 200.000 unit mungkin tidak tercapai (di akhir tahun) ya.  Tetapi di bulan November ini sudah mencapai 15.000 unit. Mungkin sampai  akhir tahun, bisa sampai 25 ribu (motor listrik) mudah-mudahan sih,&amp;rdquo;  ucap Budi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program konversi motor listrik dinilai lamban. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyatakan bahwa jumlah dealer kendaraan listrik di Indonesia masih sangat minim, sehingga menghambat target capaian penggunaan motor listrik di Tanah Air meskipun sudah ada insentif sebesar Rp7 juta dari pemerintah.
&quot;Menurut saya, aspek internal sebetulnya adalah dealer belum merata di seluruh daerah. Saya tadi pagi dapat telepon dari Jember nanya, saya mau beli motor listrik subsidi, ternyata di Jember belum ada padahal kota besar di Jawa Timur,&amp;rdquo;  kata Budi dalam acara Inabuyer EV Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Ini Alasan Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Budi menerangkan, saat ini ada 500 dealer yang sudah terdata di Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SISAPIRa), kemudian ada 200 dealer yang sedang menunggu verifikasi sehingga total ada 700 dealer motor listrik di seluruh Indonesia.
&quot;700-an dealer sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi kan mungkin populasi terbanyak masih di Jakarta. Mungkin daerah-daerah masih kurang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Sepi Peminat, Kementerian ESDM Ingin Terapkan Pola Bisnis MLM


Lebih lanjut Budi menjelaskan, sebenarnya sejumlah merek motor listrik yang sudah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen sudah membuka dealer motor listrik.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong 17 merek motor listrik yang sudah memiliki TKDN dan menjadi mitra pemerintah untuk melakukan penjualan dengan skema bantuan pemerintah melalui penetrasi ke pasar dengan membentuk kerja sama di berbagai daerah.
&quot;Makanya ada kegiatan ini (Inabuyer EV Expo 2023), skema kita kan  juga b to b. Ini banyak pengusaha-pengusaha dari seluruh Indonesia hadir  di kesempatan ini akan melamar untuk bisa kerja sama menjadi dealer,&quot;  pungkasnya.
Seperti diketahui, target pemerintah tahun ini adalah menjual 200.000  unit motor listrik dengan subsidi Rp7 juta, yang syaratnya harus  diproduksi lokal dan memiliki nilai TKDN 40 persen. Selain itu,  pemerintah juga memudahkan syarat bagi pembeli, di mana satu NIK KTP  untuk satu unit motor listrik.
Namun Budi menyebut hingga akhir November 2023, baru ada 15.000 unit motor listrik yang sudah mengaspal.
&amp;ldquo;Kalau 200.000 unit mungkin tidak tercapai (di akhir tahun) ya.  Tetapi di bulan November ini sudah mencapai 15.000 unit. Mungkin sampai  akhir tahun, bisa sampai 25 ribu (motor listrik) mudah-mudahan sih,&amp;rdquo;  ucap Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
