<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN 2023 Diproyeksi Capai 2,3%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan konsolidasi fiskal terus berlanjut hingga 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3"/><item><title>Defisit APBN 2023 Diproyeksi Capai 2,3%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 17:57 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3-DHSrGpa6G4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit APBN 2023 diprediksi 2,3% (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929593/defisit-apbn-2023-diproyeksi-capai-2-3-DHSrGpa6G4.jpg</image><title>Defisit APBN 2023 diprediksi 2,3% (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan konsolidasi fiskal terus berlanjut hingga 2023. Pemerintah tetap menjaga penerimaan negara di estimasi Rp2.637 Triliun dan belanja negara Rp3.123 Triliun.

BACA JUGA:
Kritik Serapan APBN dan APBD Rendah, Jokowi: 3 Minggu Lagi Akan Keluar Uang Triliunan Rupiah


&quot;Kita perkirakan defisit 2023 ada 2,3% atau lebih kecil terhadap GDP,&quot; ungkap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, selama ini proses demokrasi legislasi berjalan dengan baik sehingga pemerintah bisa merumuskan APBN yang responsif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Berada di Bawah 2,3% pada Akhir 2023


&quot;Dengan APBN yang selalu responsif, kita lihat APBN terus mendukung pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi 5% tetap terjaga selama 8 kuartal pada saat dunia terus mengalami guncangan,&quot; kata Sri Mulyani.
Guncangan tersebut di antaranya Pandemi Covid-19, volatilitas harga  komoditas, kenaikan inflasi, diikuti dengan kenaikan suku bunga jangka  panjang.
&quot;Dengan menggunakan APBN, kita mampu melakukan stabilisasi dari  harga-harga, sehingga inflasi bisa menjadi sangat rendah,&quot; ujarnya.
Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, APBN melakukan tugas mendukung  transfromasi Indonesia termasuk hilirisasi dan penciptaan nilai tambah  di ekonomi Tanah Air.
&quot;Ini membuat kita perekonomiannya tetap resilien pada saat guncangan dan ketidakpastiaan terus berlanjut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan konsolidasi fiskal terus berlanjut hingga 2023. Pemerintah tetap menjaga penerimaan negara di estimasi Rp2.637 Triliun dan belanja negara Rp3.123 Triliun.

BACA JUGA:
Kritik Serapan APBN dan APBD Rendah, Jokowi: 3 Minggu Lagi Akan Keluar Uang Triliunan Rupiah


&quot;Kita perkirakan defisit 2023 ada 2,3% atau lebih kecil terhadap GDP,&quot; ungkap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, selama ini proses demokrasi legislasi berjalan dengan baik sehingga pemerintah bisa merumuskan APBN yang responsif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Berada di Bawah 2,3% pada Akhir 2023


&quot;Dengan APBN yang selalu responsif, kita lihat APBN terus mendukung pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi 5% tetap terjaga selama 8 kuartal pada saat dunia terus mengalami guncangan,&quot; kata Sri Mulyani.
Guncangan tersebut di antaranya Pandemi Covid-19, volatilitas harga  komoditas, kenaikan inflasi, diikuti dengan kenaikan suku bunga jangka  panjang.
&quot;Dengan menggunakan APBN, kita mampu melakukan stabilisasi dari  harga-harga, sehingga inflasi bisa menjadi sangat rendah,&quot; ujarnya.
Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, APBN melakukan tugas mendukung  transfromasi Indonesia termasuk hilirisasi dan penciptaan nilai tambah  di ekonomi Tanah Air.
&quot;Ini membuat kita perekonomiannya tetap resilien pada saat guncangan dan ketidakpastiaan terus berlanjut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
