<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut penjualan motor listrik di Indonesia masih jauh dari target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa"/><item><title>Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 18:09 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa-wAChu4uoTb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan motor listrik meleset dari target (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929606/penjualan-motor-listrik-di-ri-masih-jauh-dari-target-kenapa-wAChu4uoTb.jpg</image><title>Penjualan motor listrik meleset dari target (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut penjualan motor listrik di Indonesia masih jauh dari target 200.000 unit yang ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan jumlah Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang terbit, terdapat 66.000 sepeda motor listrik dan 191 motor konversi listrik dari 29 bengkel tersertifikasi hingga September 2023.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim


&quot;Data tersebut tentunya masih jauh dari target pemerintah untuk membuat motor listrik baru sebanyak 200.000 unit dan motor konversi 50 ribu unit,&quot; ungkap Budi dalam sambutannya di acara Inabuyer EV Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, dibutuhkan kerja sama dan upaya lebih besar dari seluruh pihak dan seluruh stakeholder dalam rangka mengakselerasi adopsi motor listrik.

BACA JUGA:
Ini Alasan Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Di sisi lain, Budi mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya dalam mengimplementasikan, rumusan kebijakan penurunan emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
&quot;Inpres 7/2022 telah mengamanahkan penggunaan EV sebagai kendaraan pemerintah pusat, daerah, dan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan transportasi ramah lingkungan sebagaimana pun Indonesia telah berkomitmen lewat Nationally Determined Contribution (NDC) untuk penurunan emisi gas rumah kaca,&quot; tuturnya.
Budi juga mengatakan, saat ini Indonesia masih menjadi negara tujuan  utama untuk investasi di sektor industri otomotif. Indonesia juga  merupakan negara produsen otomotif kedua setelah Thailand.
&quot;Diharapkan ini bisa menjadi peluang untuk memaksimalkan utilisasi  dari kapasitas produksi, industri kendaraan bermotor listrik dalam  negeri, dan guna mewujudkan target industri otomotif dan meningkatkan  kontribusinya terhadap perekonomian nasional,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut penjualan motor listrik di Indonesia masih jauh dari target 200.000 unit yang ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan jumlah Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang terbit, terdapat 66.000 sepeda motor listrik dan 191 motor konversi listrik dari 29 bengkel tersertifikasi hingga September 2023.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim


&quot;Data tersebut tentunya masih jauh dari target pemerintah untuk membuat motor listrik baru sebanyak 200.000 unit dan motor konversi 50 ribu unit,&quot; ungkap Budi dalam sambutannya di acara Inabuyer EV Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, dibutuhkan kerja sama dan upaya lebih besar dari seluruh pihak dan seluruh stakeholder dalam rangka mengakselerasi adopsi motor listrik.

BACA JUGA:
Ini Alasan Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Di sisi lain, Budi mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya dalam mengimplementasikan, rumusan kebijakan penurunan emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
&quot;Inpres 7/2022 telah mengamanahkan penggunaan EV sebagai kendaraan pemerintah pusat, daerah, dan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan transportasi ramah lingkungan sebagaimana pun Indonesia telah berkomitmen lewat Nationally Determined Contribution (NDC) untuk penurunan emisi gas rumah kaca,&quot; tuturnya.
Budi juga mengatakan, saat ini Indonesia masih menjadi negara tujuan  utama untuk investasi di sektor industri otomotif. Indonesia juga  merupakan negara produsen otomotif kedua setelah Thailand.
&quot;Diharapkan ini bisa menjadi peluang untuk memaksimalkan utilisasi  dari kapasitas produksi, industri kendaraan bermotor listrik dalam  negeri, dan guna mewujudkan target industri otomotif dan meningkatkan  kontribusinya terhadap perekonomian nasional,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
