<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Peredaran Uang di Indonesia Makin Kering</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa uang yang beredar di Indonesia saat ini semakin jarang atau kering.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering"/><item><title>Jokowi: Peredaran Uang di Indonesia Makin Kering</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering-XGNXgi98BX.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sebut peredaran uang di Indonesia makin kering. (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929727/jokowi-peredaran-uang-di-indonesia-makin-kering-XGNXgi98BX.JPG</image><title>Presiden Jokowi sebut peredaran uang di Indonesia makin kering. (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxMC81L3g4cTI3c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa uang yang beredar di Indonesia saat ini semakin jarang atau kering.

Hal tersebut diungkapkannya setelah mendengarkan keluhan dari dari pelaku usaha terkait makin sedikitnya peredaran uang di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

&quot;Saya mendengar dari banyak pelaku pelaku usaha ini kelihatannya kok peredaran uangnya makin kering di pelaku pelaku,&quot; katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Jokowi menduga bahwa keringnya peredaran uang di Indonesia disebabkan lantaran banyak yang membeli Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI atau SVBI).

&quot;Sehingga yang masuk ke sektor riil menjadi berkurang,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

2 Sosok Pahlawan yang Ada di Uang Pertama Bank Indonesia

Tidak hanya itu, Jokwoi juga menyebutkan bahwa realisasi belanja baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih sedikit. Padahal dalam hitungan minggu sudah pergantian tahun.

&quot;Dan juga dari fiskalnya juga sama kita cek, realisasi belanja pemerintah daerah, ini kalau ada gub bupati dan walikota, realisasi belanja pemerintah daerah, padahal tinggal tiga minggu, itu masih di angka 64%. Pemerintah pusat juga masih di angka 76%,&quot; katanya.



Padahal, Jokowi mengatakan, ia sering kali menghubungi Menteri Keuangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya seperti apa.



&quot;Hal hal seperti ini hampir setiap hari selalu saya ikuti dan selalu saya telepon, tapi nggak telepon pak Gubernur nanti mengintervensi. Menkeu pasti saya telepon, ini kondisinya seperti apa sebetulnya,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxMC81L3g4cTI3c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa uang yang beredar di Indonesia saat ini semakin jarang atau kering.

Hal tersebut diungkapkannya setelah mendengarkan keluhan dari dari pelaku usaha terkait makin sedikitnya peredaran uang di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

&quot;Saya mendengar dari banyak pelaku pelaku usaha ini kelihatannya kok peredaran uangnya makin kering di pelaku pelaku,&quot; katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Jokowi menduga bahwa keringnya peredaran uang di Indonesia disebabkan lantaran banyak yang membeli Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI atau SVBI).

&quot;Sehingga yang masuk ke sektor riil menjadi berkurang,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

2 Sosok Pahlawan yang Ada di Uang Pertama Bank Indonesia

Tidak hanya itu, Jokwoi juga menyebutkan bahwa realisasi belanja baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih sedikit. Padahal dalam hitungan minggu sudah pergantian tahun.

&quot;Dan juga dari fiskalnya juga sama kita cek, realisasi belanja pemerintah daerah, ini kalau ada gub bupati dan walikota, realisasi belanja pemerintah daerah, padahal tinggal tiga minggu, itu masih di angka 64%. Pemerintah pusat juga masih di angka 76%,&quot; katanya.



Padahal, Jokowi mengatakan, ia sering kali menghubungi Menteri Keuangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya seperti apa.



&quot;Hal hal seperti ini hampir setiap hari selalu saya ikuti dan selalu saya telepon, tapi nggak telepon pak Gubernur nanti mengintervensi. Menkeu pasti saya telepon, ini kondisinya seperti apa sebetulnya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
