<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Sri Mulyani, Gubernur BI hingga Menko Perekonomian Rapat Seminggu Sekali</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menkeu Sri Mulyani hingga Gubernur Bank Indonesia untuk rapat seminggu sekali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali"/><item><title>Jokowi Minta Sri Mulyani, Gubernur BI hingga Menko Perekonomian Rapat Seminggu Sekali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali-KlkKgSv7iQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi minta Menkeu Sri Mulyani hingga Gubernur BI rapat seminggu sekali. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/320/2929737/jokowi-minta-sri-mulyani-gubernur-bi-hingga-menko-perekonomian-rapat-seminggu-sekali-KlkKgSv7iQ.JPG</image><title>Presiden Jokowi minta Menkeu Sri Mulyani hingga Gubernur BI rapat seminggu sekali. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gubernur Bank Indonesia (BI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala Lembaga Simpan Pinjam (LPS) untuk sering-sering bertemu dengan Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian dan bertukar data terkait perkembangan ekonomi.

Jika kondisi biasanya hanya 3 bulan sekali, Jokowi kini meminta pertemuan tersebut kini harus diadakan seminggu sekali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Perang dan Pemanasan Global, Jokowi: Impor Beras Kini Sulit

&quot;Minimal seminggu sekali, atau dua minggu sekali ketemu untuk ngopi bareng bareng kan gak ada masalah. Gak usah serius tapi saling bertukar angka, bertukar kalkulasi, bertukar hitungan hitungan,&quot; katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Pasalnya kata Jokowi saat ini kondisi perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja, sehingga perlu ada respons yang lebih cepat dari biasanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bos BI Ungkap 5 Penyebab yang Bikin Ekonomi Global Redup pada 2024

&quot;Misalnya untuk inflasi cek terus di lapangan. Selesaikan kalau ada masalah dengan cepat,&quot; katanya.

Selain itu, ia juga meminta para perbankan agar lebih hati-hati, namun juga agresif dalam menggenjot penyaluran kredit.



&quot;Saya mengajak seluruh perbankan memang harus Prudent, harus hati-hati tapi tolong lebih didorong lagi kreditnya terutama bagi UMKM agar sektor rill bisa kelihatan lebih baik dari tahun yang lalu,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gubernur Bank Indonesia (BI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala Lembaga Simpan Pinjam (LPS) untuk sering-sering bertemu dengan Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian dan bertukar data terkait perkembangan ekonomi.

Jika kondisi biasanya hanya 3 bulan sekali, Jokowi kini meminta pertemuan tersebut kini harus diadakan seminggu sekali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Perang dan Pemanasan Global, Jokowi: Impor Beras Kini Sulit

&quot;Minimal seminggu sekali, atau dua minggu sekali ketemu untuk ngopi bareng bareng kan gak ada masalah. Gak usah serius tapi saling bertukar angka, bertukar kalkulasi, bertukar hitungan hitungan,&quot; katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Pasalnya kata Jokowi saat ini kondisi perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja, sehingga perlu ada respons yang lebih cepat dari biasanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bos BI Ungkap 5 Penyebab yang Bikin Ekonomi Global Redup pada 2024

&quot;Misalnya untuk inflasi cek terus di lapangan. Selesaikan kalau ada masalah dengan cepat,&quot; katanya.

Selain itu, ia juga meminta para perbankan agar lebih hati-hati, namun juga agresif dalam menggenjot penyaluran kredit.



&quot;Saya mengajak seluruh perbankan memang harus Prudent, harus hati-hati tapi tolong lebih didorong lagi kreditnya terutama bagi UMKM agar sektor rill bisa kelihatan lebih baik dari tahun yang lalu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
