<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemangkasan Anggaran Rumah MBR Hambat Program Sejuta Rumah Tahun 2024</title><description>Anggaran untuk membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2024 dipangkas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024"/><item><title>Pemangkasan Anggaran Rumah MBR Hambat Program Sejuta Rumah Tahun 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024-8rB88YGHzj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program sejuta rumah terhambat anggaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/470/2929662/pemangkasan-anggaran-rumah-mbr-hambat-program-sejuta-rumah-tahun-2024-8rB88YGHzj.jpg</image><title>Program sejuta rumah terhambat anggaran (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggaran untuk membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2024 dipangkas. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto menilai pengurangan anggaran untuk membangun rumah MBR itu juga bisa berdampak pada realisasi program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.
Pada tahun 2023 ini Pemerintah mengalokasikan sebesar Rp23 triliun, sedangkan untuk tahun 2024 dianggarkan sebesar Rp17 triliun.

BACA JUGA:
Beli Rumah Rp5 Miliar Dapat Diskon Pajak, Ini Aturan Barunya


&quot;Ada pengurangan anggaran dari 225 ribu unit rumah (tahun 2023) menjadi 164 ribu(tahun 2024), atau dari Rp25 triliun menjadi Rp17 triliun,&quot; ujar Joko saat ditemui usai acara Rakerda REI DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, dengan berkurangnya anggaran untuk membangkitkan rumah MBR ini tentunya bakal mengoreksi target pemerintah pada program sejuta rumah yang ditargetkan tercapai setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Banjir 1 Meter Rendam Puluhan Rumah di Tangerang, Aktivitas Warga Lumpuh


&quot;Terakhir kita sampaikan (ke Presiden Jokowi) adalah mengenai program properti, terkait program sejuta rumah, saat ini harus ditopang lebih baik lagi dari sisi penganggaran, karena penganggaran tahun 2024 itu berkurang,&quot; sambungnya.Namun demikian, Joko mengaku saat ini pihaknya juga telah  menyampaikan pandangan anggota REI terkait jumlah anggaran untuk  pembangunan rumah MBR yang dipangkas tahun depan kepada Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurutnya, Kementerian PUPR siap memberikan tambahan pada tahun 2024  mendatang untuk memacu kinerja produksi rumah MBR pada tahun depan.  Namun memang tidak masuk dalam DIPA yang sudah ditetapkan sebesar Rp17  triliun untuk tahun depan.
&quot;Memang anggarannya sudah diketok sebesar itu, namun konfirmasinya  bahwa Kementerian PUPR akan segera merespons ketika realisasinya sudah  mau habis, akan segera dibicarakan oleh Kemenkeu dan itu segera  mendapatkan persetujuan penambahan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggaran untuk membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2024 dipangkas. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto menilai pengurangan anggaran untuk membangun rumah MBR itu juga bisa berdampak pada realisasi program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.
Pada tahun 2023 ini Pemerintah mengalokasikan sebesar Rp23 triliun, sedangkan untuk tahun 2024 dianggarkan sebesar Rp17 triliun.

BACA JUGA:
Beli Rumah Rp5 Miliar Dapat Diskon Pajak, Ini Aturan Barunya


&quot;Ada pengurangan anggaran dari 225 ribu unit rumah (tahun 2023) menjadi 164 ribu(tahun 2024), atau dari Rp25 triliun menjadi Rp17 triliun,&quot; ujar Joko saat ditemui usai acara Rakerda REI DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurutnya, dengan berkurangnya anggaran untuk membangkitkan rumah MBR ini tentunya bakal mengoreksi target pemerintah pada program sejuta rumah yang ditargetkan tercapai setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Banjir 1 Meter Rendam Puluhan Rumah di Tangerang, Aktivitas Warga Lumpuh


&quot;Terakhir kita sampaikan (ke Presiden Jokowi) adalah mengenai program properti, terkait program sejuta rumah, saat ini harus ditopang lebih baik lagi dari sisi penganggaran, karena penganggaran tahun 2024 itu berkurang,&quot; sambungnya.Namun demikian, Joko mengaku saat ini pihaknya juga telah  menyampaikan pandangan anggota REI terkait jumlah anggaran untuk  pembangunan rumah MBR yang dipangkas tahun depan kepada Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurutnya, Kementerian PUPR siap memberikan tambahan pada tahun 2024  mendatang untuk memacu kinerja produksi rumah MBR pada tahun depan.  Namun memang tidak masuk dalam DIPA yang sudah ditetapkan sebesar Rp17  triliun untuk tahun depan.
&quot;Memang anggarannya sudah diketok sebesar itu, namun konfirmasinya  bahwa Kementerian PUPR akan segera merespons ketika realisasinya sudah  mau habis, akan segera dibicarakan oleh Kemenkeu dan itu segera  mendapatkan persetujuan penambahan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
