<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebut Pembangunan IKN, Sri Mulyani Kucurkan Dana Rp40,6 Triliun</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana sebesar Rp40,6 triliun di tahun 2024 untuk pembangunan IKN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun"/><item><title>Kebut Pembangunan IKN, Sri Mulyani Kucurkan Dana Rp40,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 21:22 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun-iCyojZBLzk.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani gelontorkan dana kebut pembangunan IKN. (Foto: YouTube/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/470/2929730/kebut-pembangunan-ikn-sri-mulyani-kucurkan-dana-rp40-6-triliun-iCyojZBLzk.JPG</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani gelontorkan dana kebut pembangunan IKN. (Foto: YouTube/Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxMC81L3g4cTI3c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana sebesar Rp40,6 triliun di tahun 2024 untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sri menjelaskan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), pembangunan kantor kementerian hingga pembangunan jalan tol.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bumi Serpong (BSDE) Incar Proyek Hunian di IKN

Selain itu, anggaran juga akan difokuskan untuk pembangunan rumah susun aparatur sipil negara (ASN), pembangunan rumah tapak pejabat negara dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

&quot;IKN akan dialokasikan untuk tahun 2024 sebesar Rp40,6 triliun,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa tahun depan, belanja infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan anggaran mencapai Rp423 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Urgensi Pemindahan Ibu Kota ke IKN dalam Mendukung Visi Indonesia 2045

&quot;Rp423 triliun terutama untuk infrastruktur prioritas nasional seperti ICT, energi, pangan, dan konektivitas dan pembangunan infrastruktur di IKN,&quot; terangnya.

Sebagai informasi, tahun ini, Kementerian Keuangan mengalokasikan dana untuk pembangunan IKN sebesar Rp29,3 triliun.



Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengungkapkan bahwa dari total anggaran pembangunan infrastruktur dasar IKN telah cair sebesar Rp13 triliun hingga Oktober 2023.



Isa menjelaskan, bahwa porsi sebesar Rp26,3 triliun ditujukan untuk infrastruktur, sementara sebesar Rp3 triliun ditujukan untuk non-infrastruktur yang meliputi perencanaan, pemetaan, pengamanan, dan hal lainnya.



&quot;Pembangunan istana negara, kawasan inti pusat pemerintahan, jalan tol, pemukiman, jembatan Pulau Balang, inisiasi bandara VVIP misalnya itu masuk dalam anggaran infrastruktur,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxMC81L3g4cTI3c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana sebesar Rp40,6 triliun di tahun 2024 untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sri menjelaskan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), pembangunan kantor kementerian hingga pembangunan jalan tol.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bumi Serpong (BSDE) Incar Proyek Hunian di IKN

Selain itu, anggaran juga akan difokuskan untuk pembangunan rumah susun aparatur sipil negara (ASN), pembangunan rumah tapak pejabat negara dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

&quot;IKN akan dialokasikan untuk tahun 2024 sebesar Rp40,6 triliun,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa tahun depan, belanja infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan anggaran mencapai Rp423 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Urgensi Pemindahan Ibu Kota ke IKN dalam Mendukung Visi Indonesia 2045

&quot;Rp423 triliun terutama untuk infrastruktur prioritas nasional seperti ICT, energi, pangan, dan konektivitas dan pembangunan infrastruktur di IKN,&quot; terangnya.

Sebagai informasi, tahun ini, Kementerian Keuangan mengalokasikan dana untuk pembangunan IKN sebesar Rp29,3 triliun.



Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengungkapkan bahwa dari total anggaran pembangunan infrastruktur dasar IKN telah cair sebesar Rp13 triliun hingga Oktober 2023.



Isa menjelaskan, bahwa porsi sebesar Rp26,3 triliun ditujukan untuk infrastruktur, sementara sebesar Rp3 triliun ditujukan untuk non-infrastruktur yang meliputi perencanaan, pemetaan, pengamanan, dan hal lainnya.



&quot;Pembangunan istana negara, kawasan inti pusat pemerintahan, jalan tol, pemukiman, jembatan Pulau Balang, inisiasi bandara VVIP misalnya itu masuk dalam anggaran infrastruktur,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
