<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Beton (WTON) Bidik Kontrak Baru Naik hingga 10% di 2024</title><description>PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton membidik kontrak baru di 2024 naik sebesar 5%-10%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024"/><item><title>WIKA Beton (WTON) Bidik Kontrak Baru Naik hingga 10% di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024-FOpyrwRQ0O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WTON bidik kenaikan kontrak baru (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/278/2930173/wika-beton-wton-bidik-kontrak-baru-naik-hingga-10-di-2024-FOpyrwRQ0O.jpg</image><title>WTON bidik kenaikan kontrak baru (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton membidik kontrak baru di 2024 naik sebesar 5%-10%. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai dengan rencana berbagai pembangunan proyek baru.
&amp;ldquo;Kami masih optimistis bisa meningkatkan kontrak baru hingga 5-10% tahun depan, karena masih banyak proyek pemerintah yang masih berjalan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama WTON, Kuntjara dalam konferensi pers usai Public Expose Live 2023 secara daring pada Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA:
WTON Raih Kontrak Baru Rp2,55 Triliun, Ini Proyeknya


Kuntjara menyampaikan, perseroan tetap optimistis memandang tahun 2024, di mana Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum atau pemilu. Sejumlah pembangunan proyek yang mendukung optimisme perseroan antara lain pembangunan jalan tol, serta adanya investasi swasta di industri.
&amp;ldquo;Selain itu, kami juga pemegang pangsa pasar beton terbesar di Indonesia sebesar 47% hingga saat ini,&amp;rdquo; imbuh Mulianto.

BACA JUGA:
WTON Garap Proyek Rel Kereta Api di Filipina


Pada 2024, WTON menyasar sejumlah proyek yang tersebar mulai dari Sumatera Utara, Aceh hingga Papua. Di Pulau Jawa sendiri, pertumbuhan kinerja perseroan akan ditopang oleh pembangunan sejumlah jalan tol.
Perseroan juga akan memasok kebutuhan precast dan readymix untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Serta, mendukung pembangunan di Sulawesi dan Papua.
Hingga Oktober 2023, WTON mengantongi nilai kontrak baru sebesar  Rp5,65 triliun, atau naik 4,44% dari periode yang sama di tahun 2022  yakni senilai Rp5,41 triliun. Proyek-proyek besar yang menyumbang  perolehan kontrak baru WIKA Beton didominasi oleh proyek di sektor  infrastruktur sebesar 67,38%, disusul proyek di sektor industri sebesar  10,98%, kemudian proyek di sektor properti sebesar 10,15%, selanjutnya  proyek di sektor kelistrikan sebesar 8,07%, sementara lainnya berasal  dari sektor energi dan tambang masing-masing menyumbang sebesar 2,98%  dan 0,53%.
Perolehan kontrak baru ini terbagi dalam beberapa kategori pelanggan  dengan porsi terbesar dari Swasta mencapai 76,66%, BUMN sebesar 14,12%,  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku induk usaha WTON sebesar  5,04%, afiliasi WIKA sebesar 3,20%, dan Pemerintah sebesar 0,98%.
Di antara para pelanggan tersebut adalah PT Girder Indonesia, PT PLN  (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Kumagai Gumi Co., LTD, PT Jaya  Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Mitra Murni Perkasa, PT Hutama  Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Indah Kiat Pulp &amp;amp;  Paper Tbk, Shimizu Corporation, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Obayashi  Corporation, dan sejumlah pelanggan lainnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton membidik kontrak baru di 2024 naik sebesar 5%-10%. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai dengan rencana berbagai pembangunan proyek baru.
&amp;ldquo;Kami masih optimistis bisa meningkatkan kontrak baru hingga 5-10% tahun depan, karena masih banyak proyek pemerintah yang masih berjalan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama WTON, Kuntjara dalam konferensi pers usai Public Expose Live 2023 secara daring pada Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA:
WTON Raih Kontrak Baru Rp2,55 Triliun, Ini Proyeknya


Kuntjara menyampaikan, perseroan tetap optimistis memandang tahun 2024, di mana Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum atau pemilu. Sejumlah pembangunan proyek yang mendukung optimisme perseroan antara lain pembangunan jalan tol, serta adanya investasi swasta di industri.
&amp;ldquo;Selain itu, kami juga pemegang pangsa pasar beton terbesar di Indonesia sebesar 47% hingga saat ini,&amp;rdquo; imbuh Mulianto.

BACA JUGA:
WTON Garap Proyek Rel Kereta Api di Filipina


Pada 2024, WTON menyasar sejumlah proyek yang tersebar mulai dari Sumatera Utara, Aceh hingga Papua. Di Pulau Jawa sendiri, pertumbuhan kinerja perseroan akan ditopang oleh pembangunan sejumlah jalan tol.
Perseroan juga akan memasok kebutuhan precast dan readymix untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Serta, mendukung pembangunan di Sulawesi dan Papua.
Hingga Oktober 2023, WTON mengantongi nilai kontrak baru sebesar  Rp5,65 triliun, atau naik 4,44% dari periode yang sama di tahun 2022  yakni senilai Rp5,41 triliun. Proyek-proyek besar yang menyumbang  perolehan kontrak baru WIKA Beton didominasi oleh proyek di sektor  infrastruktur sebesar 67,38%, disusul proyek di sektor industri sebesar  10,98%, kemudian proyek di sektor properti sebesar 10,15%, selanjutnya  proyek di sektor kelistrikan sebesar 8,07%, sementara lainnya berasal  dari sektor energi dan tambang masing-masing menyumbang sebesar 2,98%  dan 0,53%.
Perolehan kontrak baru ini terbagi dalam beberapa kategori pelanggan  dengan porsi terbesar dari Swasta mencapai 76,66%, BUMN sebesar 14,12%,  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku induk usaha WTON sebesar  5,04%, afiliasi WIKA sebesar 3,20%, dan Pemerintah sebesar 0,98%.
Di antara para pelanggan tersebut adalah PT Girder Indonesia, PT PLN  (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Kumagai Gumi Co., LTD, PT Jaya  Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Mitra Murni Perkasa, PT Hutama  Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Indah Kiat Pulp &amp;amp;  Paper Tbk, Shimizu Corporation, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Obayashi  Corporation, dan sejumlah pelanggan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
