<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Boikot Produk Israel Bikin Rugi Dunia Usaha, Kadin Minta Pemerintah Turun Tangan</title><description>Pengusaha menilai aksi boikot produk Israel membuat dunia usaha merugi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan"/><item><title>Aksi Boikot Produk Israel Bikin Rugi Dunia Usaha, Kadin Minta Pemerintah Turun Tangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 12:48 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan-wuemfoh9sb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha rugi akibat aksi boikot produk israel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930022/aksi-boikot-produk-israel-bikin-rugi-dunia-usaha-kadin-minta-pemerintah-turun-tangan-wuemfoh9sb.jpg</image><title>Pengusaha rugi akibat aksi boikot produk israel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxNS81L3g4cTJmZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menilai aksi boikot produk Israel membuat dunia usaha merugi.  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menanggapi aksi boikot terhadap produk yang disebut pro terhadap Israel.
Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan aksi boikot dilakukan pada sektor usaha yang beroperasi di Indonesia dan menyerap tenaga kerja Indonesia.

BACA JUGA:
Tel Aviv di Israel Masuk Daftar Kota Termahal Dunia 2023


&quot;Aksi boikot menimbulkan dampak kerugian bagi dunia usaha,&quot; kata Yukki dalam keterangan resminya, Kamis (30/11/2023).
Yukki menilai, aksi boikot tersebut perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah berdasarkan latar belakang perlindungan kepentingan nasional dalam rangka menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif dengan mengarus utamakan perlindungan kepentingan nasional.

BACA JUGA:
Hamas dan Israel Sepakat untuk Kembali Perpanjang Gencatan Senjata 


Di sisi lain, Kadin Indonesia mengecam segala bentuk kekerasan dan penindasan apapun yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk apa yang terjadi di Palestina.
&quot;Kami juga bersikap netral dalam isu geopolitik yang terjadi dan berfokus pada pengembangan dunia usaha serta pertumbuhan perekonomian nasional,&quot; ujarnya.
Dia menerangkan, secara khusus terkait informasi daftar merek  produk-produk yang diduga berafiliasi dengan pihak yang terlibat konflik  Palestina di media sosial, pihaknya merujuk pernyataan Sekretaris  Komisi MUI Bidang Fatwa, Miftahul Huda, dari keterangan tertulis MUI  yang menegaskan bahwa:
- MUI tidak pernah pernah merilis daftar produk yang terbukti  berafiliasi dengan pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah di media  sosial.
- MUI juga tidak punya kompetensi untuk merilis daftar produk Israel  dan afiliasinya, sehingga daftar yang tengah beredar di media sosial  belum dapat dibuktikan kebenaran dankeabsahannya.
- Produk bersertifikat halal diberikan MUI melalui proses sertifikasi  yang melibatkan banyak pihak dan MUI tidak berhak untuk mencabutnya
Oleh karena itu Kadin Indonesia menghimbau agar masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak.
&quot;Berhati-hati memilih sumber pemberitaan yang benar dan tidak  termakan pemberitaan hoaks yang tentunya akan sangat merugikan dunia  usaha serta berdampak penyerapan ribuan karyawan yang bekerja dalam  perusahaan tersebut,&quot; tutup Yukki.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxNS81L3g4cTJmZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menilai aksi boikot produk Israel membuat dunia usaha merugi.  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menanggapi aksi boikot terhadap produk yang disebut pro terhadap Israel.
Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan aksi boikot dilakukan pada sektor usaha yang beroperasi di Indonesia dan menyerap tenaga kerja Indonesia.

BACA JUGA:
Tel Aviv di Israel Masuk Daftar Kota Termahal Dunia 2023


&quot;Aksi boikot menimbulkan dampak kerugian bagi dunia usaha,&quot; kata Yukki dalam keterangan resminya, Kamis (30/11/2023).
Yukki menilai, aksi boikot tersebut perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah berdasarkan latar belakang perlindungan kepentingan nasional dalam rangka menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif dengan mengarus utamakan perlindungan kepentingan nasional.

BACA JUGA:
Hamas dan Israel Sepakat untuk Kembali Perpanjang Gencatan Senjata 


Di sisi lain, Kadin Indonesia mengecam segala bentuk kekerasan dan penindasan apapun yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk apa yang terjadi di Palestina.
&quot;Kami juga bersikap netral dalam isu geopolitik yang terjadi dan berfokus pada pengembangan dunia usaha serta pertumbuhan perekonomian nasional,&quot; ujarnya.
Dia menerangkan, secara khusus terkait informasi daftar merek  produk-produk yang diduga berafiliasi dengan pihak yang terlibat konflik  Palestina di media sosial, pihaknya merujuk pernyataan Sekretaris  Komisi MUI Bidang Fatwa, Miftahul Huda, dari keterangan tertulis MUI  yang menegaskan bahwa:
- MUI tidak pernah pernah merilis daftar produk yang terbukti  berafiliasi dengan pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah di media  sosial.
- MUI juga tidak punya kompetensi untuk merilis daftar produk Israel  dan afiliasinya, sehingga daftar yang tengah beredar di media sosial  belum dapat dibuktikan kebenaran dankeabsahannya.
- Produk bersertifikat halal diberikan MUI melalui proses sertifikasi  yang melibatkan banyak pihak dan MUI tidak berhak untuk mencabutnya
Oleh karena itu Kadin Indonesia menghimbau agar masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak.
&quot;Berhati-hati memilih sumber pemberitaan yang benar dan tidak  termakan pemberitaan hoaks yang tentunya akan sangat merugikan dunia  usaha serta berdampak penyerapan ribuan karyawan yang bekerja dalam  perusahaan tersebut,&quot; tutup Yukki.</content:encoded></item></channel></rss>
