<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Produk Pro Israel Beredar, Apindo: Hoaks</title><description>Apindo angkat suara terkait misinformasi daftar produk yang dituduh terafiliasi dengan Israel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks"/><item><title>Daftar Produk Pro Israel Beredar, Apindo: Hoaks</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks-qsO0y3AOP2.png" expression="full" type="image/jpeg">Daftar Produk Pro Israel Hoaks. (foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930138/daftar-produk-pro-israel-beredar-apindo-hoaks-qsO0y3AOP2.png</image><title>Daftar Produk Pro Israel Hoaks. (foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) angkat suara terkait misinformasi daftar produk yang dituduh terafiliasi dengan Israel.
Menurut Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani, MUI tidak pernah mengeluarkan daftar produk pro Israel yang harus diboikot.

BACA JUGA:
10 Produk Israel yang Laris Manis di Indonesia

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui laman resminya juga juga membantah isu hoaks tersebut. Di mana MUI tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot. Informasi ini dapat diakses melalui https://www.kominfo.go.id/content/detail/52965/hoaks-rilis-daftar-121-produk-yang-diharamkan-mui-karena-terafiliasi-israel/0/laporan_isu_hoaks.
&quot;Prinsipnya kita harus menyadari informasi-informasi hoaks juga yang ke luar, karena sebenarnya dari MUI sendiri jelas posisinya terhadap boikot produk-produk pro-Israel,&quot; kata Shinta, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Shinta menyoroti produk-produk yang tercantum dalam daftar yang beredar berkaitan dengan pro Israel. Hanya saja, Apindo perlu meluruskan kalau beragam produk yang diboikot tersebut tidak berkaitan dengan Israel.
Aksi boikot yang tidak tepat sasaran lebih banyak merugikan Tanah Air dan kontradiktif dengan tujuan memutus sokongan dana terhadap Israel.

BACA JUGA:
Menteri Israel Sebut Ada 2 Juta Nazi yang Tinggal di Tepi Barat

&quot;Tidak ada yang mendukung agresi militer Israel, kita juga jelas tidak,&quot; tegas Shinta.
Shinta mencontohkan, salah satu perusahaan yang selama ini menjadi korban salah sasaran dari aksi boikot adalah PT Unilever Indonesia Tbk. Shinta memastikan Unilever Indonesia yang menyerap tenaga kerja dalam negeri dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai pasok produksi mereka tidak berafiliasi dengan Israel.Dirinya pun khawatir, aksi tersebut akan memberikan dampak yang besar terhadap Unilever, termasuk pada pengurangan tenaga kerja. Dalam hal ini, APINDO tengah meminta informasi kepada seluruh anggotanya terhadap dampak dari aksi boikot tersebut.
&amp;rdquo;Jadi kasihan konsumen yang tidak mengerti karena mereka pikir ini produk-produk yang berkaitan dengan Israel atau mendukung agresi Israel. Jadi kita mesti tahu sebelum boikot, ini produk dari mana. Kasihan dong produk bukan dari Israel juga kena boikot,&amp;rdquo; ujarnya.
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda angkat bicara terkait kebingungan publik terkait kehalalan suatu produk pasca isu hoaks mengenai daftar produk yang dituduh terafiliasi dengan Israel. MUI membantah keras adanya daftar produk yang diharamkan, seperti yang beredar di beberapa media dan platform online.
&quot;Produknya itu tetap halal selama masih memenuhi kriteria kehalalan,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan, MUI tidak berkompeten untuk merilis daftar produk Israel atau yang terafiliasi dengan Israel. Dalam klarifikasinya, MUI menegaskan bahwa yang diharamkan bukanlah produknya, melainkan aktivitas dukungan terhadap Israel.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) angkat suara terkait misinformasi daftar produk yang dituduh terafiliasi dengan Israel.
Menurut Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani, MUI tidak pernah mengeluarkan daftar produk pro Israel yang harus diboikot.

BACA JUGA:
10 Produk Israel yang Laris Manis di Indonesia

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui laman resminya juga juga membantah isu hoaks tersebut. Di mana MUI tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot. Informasi ini dapat diakses melalui https://www.kominfo.go.id/content/detail/52965/hoaks-rilis-daftar-121-produk-yang-diharamkan-mui-karena-terafiliasi-israel/0/laporan_isu_hoaks.
&quot;Prinsipnya kita harus menyadari informasi-informasi hoaks juga yang ke luar, karena sebenarnya dari MUI sendiri jelas posisinya terhadap boikot produk-produk pro-Israel,&quot; kata Shinta, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Shinta menyoroti produk-produk yang tercantum dalam daftar yang beredar berkaitan dengan pro Israel. Hanya saja, Apindo perlu meluruskan kalau beragam produk yang diboikot tersebut tidak berkaitan dengan Israel.
Aksi boikot yang tidak tepat sasaran lebih banyak merugikan Tanah Air dan kontradiktif dengan tujuan memutus sokongan dana terhadap Israel.

BACA JUGA:
Menteri Israel Sebut Ada 2 Juta Nazi yang Tinggal di Tepi Barat

&quot;Tidak ada yang mendukung agresi militer Israel, kita juga jelas tidak,&quot; tegas Shinta.
Shinta mencontohkan, salah satu perusahaan yang selama ini menjadi korban salah sasaran dari aksi boikot adalah PT Unilever Indonesia Tbk. Shinta memastikan Unilever Indonesia yang menyerap tenaga kerja dalam negeri dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai pasok produksi mereka tidak berafiliasi dengan Israel.Dirinya pun khawatir, aksi tersebut akan memberikan dampak yang besar terhadap Unilever, termasuk pada pengurangan tenaga kerja. Dalam hal ini, APINDO tengah meminta informasi kepada seluruh anggotanya terhadap dampak dari aksi boikot tersebut.
&amp;rdquo;Jadi kasihan konsumen yang tidak mengerti karena mereka pikir ini produk-produk yang berkaitan dengan Israel atau mendukung agresi Israel. Jadi kita mesti tahu sebelum boikot, ini produk dari mana. Kasihan dong produk bukan dari Israel juga kena boikot,&amp;rdquo; ujarnya.
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda angkat bicara terkait kebingungan publik terkait kehalalan suatu produk pasca isu hoaks mengenai daftar produk yang dituduh terafiliasi dengan Israel. MUI membantah keras adanya daftar produk yang diharamkan, seperti yang beredar di beberapa media dan platform online.
&quot;Produknya itu tetap halal selama masih memenuhi kriteria kehalalan,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan, MUI tidak berkompeten untuk merilis daftar produk Israel atau yang terafiliasi dengan Israel. Dalam klarifikasinya, MUI menegaskan bahwa yang diharamkan bukanlah produknya, melainkan aktivitas dukungan terhadap Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
