<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Hutan di RI Menurun, Erick Thohir Berikan Buktinya</title><description>Tingkat kebakaran hutan di Indonesia menurun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya"/><item><title>Kebakaran Hutan di RI Menurun, Erick Thohir Berikan Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya-eUkGssAxLV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir sebut tingkat kebakaran hutan di Indonesia menurun. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/320/2930382/kebakaran-hutan-di-ri-menurun-erick-thohir-berikan-buktinya-eUkGssAxLV.JPG</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir sebut tingkat kebakaran hutan di Indonesia menurun. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ0Mi81L3g4cTM3OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim Erick Thohir menyampaikan bahwa tingkat kebakaran hutan di Indonesia menurun 82%. Di mana, dari 1,6 juta hektare pada 2019 mengecil menjadi 2.960 hektare pada 2020.

Tak hanya itu, penanganan deforestasi pun dinilai berhasil. Erick mencatat persentase penanganan hutan gundul sudah mencapai 75%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sarung Tangan di Bantul, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Tropical Forest Power for Climate Partnership di COP 28 Dubai.

&amp;ldquo;Penanganan deforestasi, deforestasi berkurang 75% menjadi ratusan ribu hektar. Angka terendah sejak 1990. Perhutanan sosial, pemanfaatan hutan kita memberi manfaat bagi sekitar 1,2 miliar orang dengan sebaran hutan 6,3 juta hektare,&amp;rdquo; ucap Erick, disiarkan melalui Youtube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu (30/11/2023).

Tak hanya itu, pemerintah juga sudah menanam lebih dari 270 juta pohon mangrove di seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah melakukan banyak hal untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan secara global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kebakaran di Gunung Panderman Meluas hingga 29 Hektar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Indonesia, lanjut dia, perlu membangun kapasitas dalam memanfaatkan hutannya, termasuk hutan bakau untuk pertukaran iklim. Langkah itu sekaligus untuk memenuhi komitmen mengatasi perubahan iklim saat ini.

Dia menegaskan hutan tropis merupakan hal sangat penting untuk membantu mewujudkan keberlanjutan dalam isu pemanasan global saat ini. Hutan menyediakan ekosistem penting, tangkapan air, dan menjaga lingkungan.



&amp;ldquo;Dunia ini dilindungi oleh keberagaman, mengatur aspek-aspek utama siklus karbon global dan berkontribusi langsung terhadap kehidupan lokal dan pendapatan nasional,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ0Mi81L3g4cTM3OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim Erick Thohir menyampaikan bahwa tingkat kebakaran hutan di Indonesia menurun 82%. Di mana, dari 1,6 juta hektare pada 2019 mengecil menjadi 2.960 hektare pada 2020.

Tak hanya itu, penanganan deforestasi pun dinilai berhasil. Erick mencatat persentase penanganan hutan gundul sudah mencapai 75%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sarung Tangan di Bantul, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Tropical Forest Power for Climate Partnership di COP 28 Dubai.

&amp;ldquo;Penanganan deforestasi, deforestasi berkurang 75% menjadi ratusan ribu hektar. Angka terendah sejak 1990. Perhutanan sosial, pemanfaatan hutan kita memberi manfaat bagi sekitar 1,2 miliar orang dengan sebaran hutan 6,3 juta hektare,&amp;rdquo; ucap Erick, disiarkan melalui Youtube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu (30/11/2023).

Tak hanya itu, pemerintah juga sudah menanam lebih dari 270 juta pohon mangrove di seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah melakukan banyak hal untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan secara global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kebakaran di Gunung Panderman Meluas hingga 29 Hektar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Indonesia, lanjut dia, perlu membangun kapasitas dalam memanfaatkan hutannya, termasuk hutan bakau untuk pertukaran iklim. Langkah itu sekaligus untuk memenuhi komitmen mengatasi perubahan iklim saat ini.

Dia menegaskan hutan tropis merupakan hal sangat penting untuk membantu mewujudkan keberlanjutan dalam isu pemanasan global saat ini. Hutan menyediakan ekosistem penting, tangkapan air, dan menjaga lingkungan.



&amp;ldquo;Dunia ini dilindungi oleh keberagaman, mengatur aspek-aspek utama siklus karbon global dan berkontribusi langsung terhadap kehidupan lokal dan pendapatan nasional,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
