<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi November 0,38%, Ini Biang Keroknya</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2023 sebesar 0,38% dibandingkan Oktober 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya"/><item><title>Inflasi November 0,38%, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2023 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya-yYmE9e2HG0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi November 0,38% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930592/inflasi-november-0-38-ini-biang-keroknya-yYmE9e2HG0.jpg</image><title>Inflasi November 0,38% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2023 sebesar 0,38% dibandingkan Oktober 2023. Jika dibandingkan dengan November 2022, maka inflasi di November 2023 sebesar 2,86%.
&quot;Untuk inflasi tahun kalender, November 2023 terhadap Desember 2022 adalah sebesar 2,19%,&quot; ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam Rilis BPS di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

BACA JUGA:
UMP 2024 dan Gaji PNS Naik, Inflasi Bisa Meroket?


Dia menyebut bahwa tingkat inflasi bulan November 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada November 2023 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,23% dan andil inflasi sebesar 0,32%.

BACA JUGA:
Wall Street Melesat Didukung Penurunan Inflasi AS


&quot;Adapun komoditas penyumbang utama inflasi antara lain cabai merah dengan andil inflasi 0,16%, cabai rawit dengan andil inflasi 0,08%, bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,03%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,02%, dan gula pasir serta telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%,&quot; jelas Edy.
Terdapat komoditas di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau  yang memberikan andil yang cukup signifikan terhadap inflasi secara  bulanan, di antaranya tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,04%,  emas perhiasan dengan andil inflasi 0,03%, dan tarif air minum dengan  andil inflasi sebesar 0,01%.
&quot;Sementara itu terdapat komoditas yang juga memberikan dorongan  deflasi yaitu bensin dengan andil deflasi 0,04%, ikan segar dan daging  ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,01%,&quot; tandas Edy.
Secara sebaran inflasi bulanan November 2023 menurut wilayah,  sebanyak 76 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi, dengan  inflasi tertinggi di Kota Bandar Lampung 1,05% dan deflasi terdalam di  Kota Tuai sebesar 0,51%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2023 sebesar 0,38% dibandingkan Oktober 2023. Jika dibandingkan dengan November 2022, maka inflasi di November 2023 sebesar 2,86%.
&quot;Untuk inflasi tahun kalender, November 2023 terhadap Desember 2022 adalah sebesar 2,19%,&quot; ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam Rilis BPS di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

BACA JUGA:
UMP 2024 dan Gaji PNS Naik, Inflasi Bisa Meroket?


Dia menyebut bahwa tingkat inflasi bulan November 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada November 2023 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,23% dan andil inflasi sebesar 0,32%.

BACA JUGA:
Wall Street Melesat Didukung Penurunan Inflasi AS


&quot;Adapun komoditas penyumbang utama inflasi antara lain cabai merah dengan andil inflasi 0,16%, cabai rawit dengan andil inflasi 0,08%, bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,03%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,02%, dan gula pasir serta telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%,&quot; jelas Edy.
Terdapat komoditas di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau  yang memberikan andil yang cukup signifikan terhadap inflasi secara  bulanan, di antaranya tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,04%,  emas perhiasan dengan andil inflasi 0,03%, dan tarif air minum dengan  andil inflasi sebesar 0,01%.
&quot;Sementara itu terdapat komoditas yang juga memberikan dorongan  deflasi yaitu bensin dengan andil deflasi 0,04%, ikan segar dan daging  ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,01%,&quot; tandas Edy.
Secara sebaran inflasi bulanan November 2023 menurut wilayah,  sebanyak 76 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi, dengan  inflasi tertinggi di Kota Bandar Lampung 1,05% dan deflasi terdalam di  Kota Tuai sebesar 0,51%.</content:encoded></item></channel></rss>
