<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Caleg Partai Perindo Ungkap Gen Z Paham Digital, tapi Belum Masuk Kategori Berdaya</title><description>Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 4 Partai Perindo Nugraha Harpal Novten menilai kaum milenial dan gen z rata-rata sudah paham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya"/><item><title>Caleg Partai Perindo Ungkap Gen Z Paham Digital, tapi Belum Masuk Kategori Berdaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2023 20:41 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya-LC4btuc1Sy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Caleg Perindo bahas Milenial dan Gen Z soal Dunia Digital (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2931102/caleg-partai-perindo-ungkap-gen-z-paham-digital-tapi-belum-masuk-kategori-berdaya-LC4btuc1Sy.jpg</image><title>Caleg Perindo bahas Milenial dan Gen Z soal Dunia Digital (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUyNi81L3g4cTRyYXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 4 Partai Perindo Nugraha Harpal Novten menilai kaum milenial dan gen z rata-rata sudah paham penggunaan teknologi digital. Akan tetapi belum masuk pada kategori berdaya.
Hal tersebut dibuktikan oleh Indeks Kebedayaan Konsumen (IKK) Nasional tahun 2022 yang baru mencapai angka 53,23 atau berada dalam kategori mampu.

BACA JUGA:
Caleg Partai Perindo Sebut Konsumen Lebih Kritis Sebelum Belanja, Ini Alasannya

&quot;Kalau dari data yang saya dapat indeks keberdayaan konsumen kita di angka 53,23 kemarin sebelum itu 2 tahun lalu 44,51, ada peningkatan tapi belum signifikan,&quot; ungkap Nugraha dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk &quot;Peran Milenial terhadap Perlindungan Konsumen di Era Digital&quot; di channel YouTube Partai Perindo, Jumat (1/12/2023).
&quot;Jadi cukup terinfluence, saya bilang berdaya belum, tapi cukup mampu untuk yang sekarang, karena berdaya kita di tingkatnya untuk indeksnya sedikit lagi mudah-mudahan tercapai,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Maju dari Dapil Jabar 2, Caleg Perindo Siti Tuti Susilawati Targetkan 100 Ribu Suara

Dia mengatakan bahwa masih sangat diperlukan edukasi dan literasi agar generasi milenial dan gen z semakin mampu menggunakan hak dan kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya.&quot;Saya juga harapkan tantangan ke depan itu konsumen lebih berdaya, lebih kritis, lebih teliti, lebih paham, lebih mau bertanya,&quot; tutur Nugraha.
Untuk itu dia berpesan agar generasi milenial dan gen z banyak melakukan riset dan banyak mencari tahu akan barang-barang yang akan dibeli.
&quot;Kalau memang tidak sesuai lakukan upaya hukum, jangan cepat terima, jangan cepat legowo, apalagi terhadap barang yang kita beli melalui sistem transaksi perdagangan online,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUyNi81L3g4cTRyYXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 4 Partai Perindo Nugraha Harpal Novten menilai kaum milenial dan gen z rata-rata sudah paham penggunaan teknologi digital. Akan tetapi belum masuk pada kategori berdaya.
Hal tersebut dibuktikan oleh Indeks Kebedayaan Konsumen (IKK) Nasional tahun 2022 yang baru mencapai angka 53,23 atau berada dalam kategori mampu.

BACA JUGA:
Caleg Partai Perindo Sebut Konsumen Lebih Kritis Sebelum Belanja, Ini Alasannya

&quot;Kalau dari data yang saya dapat indeks keberdayaan konsumen kita di angka 53,23 kemarin sebelum itu 2 tahun lalu 44,51, ada peningkatan tapi belum signifikan,&quot; ungkap Nugraha dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk &quot;Peran Milenial terhadap Perlindungan Konsumen di Era Digital&quot; di channel YouTube Partai Perindo, Jumat (1/12/2023).
&quot;Jadi cukup terinfluence, saya bilang berdaya belum, tapi cukup mampu untuk yang sekarang, karena berdaya kita di tingkatnya untuk indeksnya sedikit lagi mudah-mudahan tercapai,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Maju dari Dapil Jabar 2, Caleg Perindo Siti Tuti Susilawati Targetkan 100 Ribu Suara

Dia mengatakan bahwa masih sangat diperlukan edukasi dan literasi agar generasi milenial dan gen z semakin mampu menggunakan hak dan kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya.&quot;Saya juga harapkan tantangan ke depan itu konsumen lebih berdaya, lebih kritis, lebih teliti, lebih paham, lebih mau bertanya,&quot; tutur Nugraha.
Untuk itu dia berpesan agar generasi milenial dan gen z banyak melakukan riset dan banyak mencari tahu akan barang-barang yang akan dibeli.
&quot;Kalau memang tidak sesuai lakukan upaya hukum, jangan cepat terima, jangan cepat legowo, apalagi terhadap barang yang kita beli melalui sistem transaksi perdagangan online,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
