<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ungkap Upaya Indonesia Turunkan Emisi Karbon hingga Percepat Transisi Energi</title><description>Presiden Jokowi mengungkap upaya yang telah dilakukan Indonesia guna menurunkan emisi karbon.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi"/><item><title>Jokowi Ungkap Upaya Indonesia Turunkan Emisi Karbon hingga Percepat Transisi Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi</guid><pubDate>Sabtu 02 Desember 2023 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi-33OVe09qvU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi tekankan komitmen RI turunkan emisi (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/02/320/2931221/jokowi-ungkap-upaya-indonesia-turunkan-emisi-karbon-hingga-percepat-transisi-energi-33OVe09qvU.jpg</image><title>Presiden Jokowi tekankan komitmen RI turunkan emisi (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDM4MC81L3g4cTF1ZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengungkap upaya yang telah dilakukan Indonesia guna menurunkan emisi karbon. Kepala Negara menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperbaiki pengelolaan forest and other land use (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan.
Hal tersebut disampaikan Presiden pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (COP28) di Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat, 1 Desember 2023.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Aksi Nyata Pengurangan Emisi Karbon, Jakarta Bisa seperti Beijing

&amp;ldquo;Dalam hal pengelolaan FOLU, Indonesia terus menjaga dan memperluas hutan mangrove serta merehabilitasi hutan dan lahan,&amp;rdquo; kata Presiden, dikutip pada Sabtu (2/12/2023).
Selain itu, kata Presiden, Indonesia juga telah berhasil menurunkan angka deforestasi pada titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Hal ini juga diikuti dengan pembangunan persemaian yang telah dilakukan dalam skala besar dan sudah mulai efektif untuk berproduksi.

BACA JUGA:
RI Komitmen Turunkan 358 Juta Ton Emisi Karbon di 2023, Caranya?

&amp;ldquo;Pembangunan persemaian juga kita lakukan dalam skala besar dengan kapasitas total sekitar 75 juta bibit / tahun juga sudah mulai efektif berproduksi,&amp;rdquo; kata Presiden.Sementara dalam hal transisi energi, Presiden menuturkan bahwa upaya Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. &amp;ldquo;Pengembangan energi baru terbarukan terutama energi surya, air, angin, panas bumi, dan arus laut, serta pengembangan biodiesel, bioethanol, dan bioaftur juga makin luas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Presiden pun mengundang sejumlah pihak seperti mitra bilateral, investasi swasta, filantropi, dan negara sahabat untuk menjalin kolaborasi pendanaan dalam mewujudkan nol karbon emisi pada 2060.
&amp;ldquo;Target Paris agreement and net zero emission hanya bisa dicapai jika kita bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi ini. Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDM4MC81L3g4cTF1ZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengungkap upaya yang telah dilakukan Indonesia guna menurunkan emisi karbon. Kepala Negara menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperbaiki pengelolaan forest and other land use (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan.
Hal tersebut disampaikan Presiden pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (COP28) di Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat, 1 Desember 2023.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Aksi Nyata Pengurangan Emisi Karbon, Jakarta Bisa seperti Beijing

&amp;ldquo;Dalam hal pengelolaan FOLU, Indonesia terus menjaga dan memperluas hutan mangrove serta merehabilitasi hutan dan lahan,&amp;rdquo; kata Presiden, dikutip pada Sabtu (2/12/2023).
Selain itu, kata Presiden, Indonesia juga telah berhasil menurunkan angka deforestasi pada titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Hal ini juga diikuti dengan pembangunan persemaian yang telah dilakukan dalam skala besar dan sudah mulai efektif untuk berproduksi.

BACA JUGA:
RI Komitmen Turunkan 358 Juta Ton Emisi Karbon di 2023, Caranya?

&amp;ldquo;Pembangunan persemaian juga kita lakukan dalam skala besar dengan kapasitas total sekitar 75 juta bibit / tahun juga sudah mulai efektif berproduksi,&amp;rdquo; kata Presiden.Sementara dalam hal transisi energi, Presiden menuturkan bahwa upaya Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. &amp;ldquo;Pengembangan energi baru terbarukan terutama energi surya, air, angin, panas bumi, dan arus laut, serta pengembangan biodiesel, bioethanol, dan bioaftur juga makin luas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Presiden pun mengundang sejumlah pihak seperti mitra bilateral, investasi swasta, filantropi, dan negara sahabat untuk menjalin kolaborasi pendanaan dalam mewujudkan nol karbon emisi pada 2060.
&amp;ldquo;Target Paris agreement and net zero emission hanya bisa dicapai jika kita bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi ini. Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
