<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Kendaraan Listrik Kurang Diminati di Indonesia</title><description>Pemerintah melakukan berbagai upaya demi mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk mencapai net zero emission.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia"/><item><title>4 Fakta Kendaraan Listrik Kurang Diminati di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 04:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dzakwan Agung Mugits</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia-1Y1OBeMrrY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konversi kendaraan listrik kurang diminati (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930520/4-fakta-kendaraan-listrik-kurang-diminati-di-indonesia-1Y1OBeMrrY.jpg</image><title>Konversi kendaraan listrik kurang diminati (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah melakukan berbagai upaya demi mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk mencapai net zero emission.
Meski sejumlah kebijakan telah dikeluarkan demi menarik minat masyarakat Indonesia untuk beralih ke penggunaan kendaraan listrik, namun hal tersebut belum berhasil mencapai target.

BACA JUGA:
Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?


Berikut ini Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait kendaraan listrik yang kurang diminati di Indonesia, Minggu (3/12/2023).
1.	Kendaraan listrik premium sepi peminat
Era elektrifikasi di Indonesia telah dimulai. Hal ini ditandai dengan serbuan produk kendaraan listrik di pasar otomotif. Meski begitu, tidak semua kendaraan listrik tersebut diminati masyarakat.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim


Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa kendaraan listrik murah lebih diminati masyarakat.
Menurut Kukuh, kendaraan listrik premium dengan harga mahal masih sepi peminat karena harga jualnya yang tidak terjangkau.
2.	Pilihan merek dan varian tak sebanyak kendaraan konvensional
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia  (Gaikindo) Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa kendaraan listrik yang ramah  lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, pilihan  merek dan variannya tidak sebanyak kendaraan konvensional.
Dilansir dari data Gaikindo, total penjualan kendaraan listrik di  Indonesia sebanyak 1,048 juta unit pada tahun 2022. Sedangkan untuk  kendaraan listrik hanya sekira 20.681 unit untuk kategori hybrid, plug  in hybrid dan elektrik sepenuhnya.
3.	Kebijakan untuk kendaraan listrik dirasa belum cukup
Pemerintah terus berupaya mendorong percepatan penggunaan kendaraan  listrik untuk mencapai net zero emission. Sejumlah kebijakan dikeluarkan  untuk menarik minat masyarakat Indonesia untuk beralih, tapi dirasa  belum cukup.
Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia sudah bisa  memanfaatkan subsidi Rp7 juta untuk membeli motor listrik hanya dengan  menunjukkan NIK KTP. Satu NIK KTP hanya berlaku untuk satu pembelian  motor listrik dengan subsidi.
4.	Optimis penjualan motor listrik akan meningkat
Direktur Utama PT Wika produsen motor listrik Gesits, Benardi  Djumiril, optimistis penjualan motor listrik di Indonesia akan terus  meningkat seiring berjalannya waktu.
Soal lambatnya adopsi kendaraan listrik, Benardi menilai perubahan  akan selalu membutuhkan waktu, terlebih masyarakat harus mengeluarkan  uang yang tak sedikit untuk membeli motor listrik.
&amp;ldquo;Menurut kami bukan tidak laku, semua butuh proses panjang. Tidak  bisa dalam satu malam langsung habis,&amp;rdquo; kata Bernardi dalam acara  Electric Vehicle (EV) &amp;amp; Battery Conference di Jakarta, beberapa  waktu lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS84LzE3NDIyNS81L3g4cHkyazQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah melakukan berbagai upaya demi mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk mencapai net zero emission.
Meski sejumlah kebijakan telah dikeluarkan demi menarik minat masyarakat Indonesia untuk beralih ke penggunaan kendaraan listrik, namun hal tersebut belum berhasil mencapai target.

BACA JUGA:
Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?


Berikut ini Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait kendaraan listrik yang kurang diminati di Indonesia, Minggu (3/12/2023).
1.	Kendaraan listrik premium sepi peminat
Era elektrifikasi di Indonesia telah dimulai. Hal ini ditandai dengan serbuan produk kendaraan listrik di pasar otomotif. Meski begitu, tidak semua kendaraan listrik tersebut diminati masyarakat.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Lamban, Asosiasi Singgung Jumlah Dealer Masih Minim


Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa kendaraan listrik murah lebih diminati masyarakat.
Menurut Kukuh, kendaraan listrik premium dengan harga mahal masih sepi peminat karena harga jualnya yang tidak terjangkau.
2.	Pilihan merek dan varian tak sebanyak kendaraan konvensional
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia  (Gaikindo) Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa kendaraan listrik yang ramah  lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, pilihan  merek dan variannya tidak sebanyak kendaraan konvensional.
Dilansir dari data Gaikindo, total penjualan kendaraan listrik di  Indonesia sebanyak 1,048 juta unit pada tahun 2022. Sedangkan untuk  kendaraan listrik hanya sekira 20.681 unit untuk kategori hybrid, plug  in hybrid dan elektrik sepenuhnya.
3.	Kebijakan untuk kendaraan listrik dirasa belum cukup
Pemerintah terus berupaya mendorong percepatan penggunaan kendaraan  listrik untuk mencapai net zero emission. Sejumlah kebijakan dikeluarkan  untuk menarik minat masyarakat Indonesia untuk beralih, tapi dirasa  belum cukup.
Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia sudah bisa  memanfaatkan subsidi Rp7 juta untuk membeli motor listrik hanya dengan  menunjukkan NIK KTP. Satu NIK KTP hanya berlaku untuk satu pembelian  motor listrik dengan subsidi.
4.	Optimis penjualan motor listrik akan meningkat
Direktur Utama PT Wika produsen motor listrik Gesits, Benardi  Djumiril, optimistis penjualan motor listrik di Indonesia akan terus  meningkat seiring berjalannya waktu.
Soal lambatnya adopsi kendaraan listrik, Benardi menilai perubahan  akan selalu membutuhkan waktu, terlebih masyarakat harus mengeluarkan  uang yang tak sedikit untuk membeli motor listrik.
&amp;ldquo;Menurut kami bukan tidak laku, semua butuh proses panjang. Tidak  bisa dalam satu malam langsung habis,&amp;rdquo; kata Bernardi dalam acara  Electric Vehicle (EV) &amp;amp; Battery Conference di Jakarta, beberapa  waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
