<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Pertumbuhan Ekonomi 5% Bikin Jokowi Bangga</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil pada kisaran 5% membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga"/><item><title>5 Fakta Pertumbuhan Ekonomi 5% Bikin Jokowi Bangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 05:18 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga-fuh1C8LAZ8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi RI bikin Presiden Bangga (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/320/2930525/5-fakta-pertumbuhan-ekonomi-5-bikin-jokowi-bangga-fuh1C8LAZ8.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi RI bikin Presiden Bangga (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzY5Ny81L3g4cG4zeWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil pada kisaran 5% membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga. Lantaran pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
&quot;Alhamdullilah dan patut kita syukuri Indonesia masih tetap tumbuh dan stabil,&quot; kata Presiden Jokowi.
Okezone telah merangkum lima fakta pertumbuhan ekonomi 5% bikin Jokowi bangga, Minggu (3/12/2023):

BACA JUGA:
BI Yakin Ekonomi RI Capai Pertumbuhan 6,1% di 2028 


1. Pertumbuhan Ekonomi Stabil
Pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% dan inflasi yang cenderung stabil 2,6%, dinilainya membanggakan jika dibandingkan pertumbuhan negara lain, seperti Malaysia (3,3%), AS (2,9%), Korea Selatan (1,4%), dan Uni Eropa (0,1%).
&amp;ldquo;Ini kalau kita bicara dengan kepala negara lain, dengan presiden, dengan perdana menteri, kita bangga banget lho dengan pertumbuhan kita yang masih di kisaran 5%,&amp;rdquo; tutur dia.

BACA JUGA:
Kenaikan Gaji PNS hingga Pemilu Topang Perekonomian RI Tahun Depan 


2. Kondisi Peredaran Uang di Indonesia
Presiden Jokowi menyoroti laporan dari para pelaku usaha yang menyebut peredaran uang di Indonesia semakin kering.
Menurut Jokowi, keringnya peredaran uang di sektor riil itu disebabkan banyaknya pembelian instrumen yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan maupun Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Jangan, jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN, atau terlalu banyak untuk membeli SRBI atau SVBI, hingga yang masuk ke sektor riil jadi berkurang,&amp;rdquo; kata dia.
3. Imbauan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perbankan untuk berhati-hati (prudent) dalam menjalankan bisnisnya.
&amp;ldquo;Saya mengajak seluruh perbankan memang harus prudent, memang harus  hati-hati tetapi tolong lebih didorong lagi kreditnya, terutama bagi  UMKM. Jangan semuanya ramai-ramai membeli ke BI maupun ke SBN, meskipun  juga boleh boleh saja, tetapi agar sektor riil bisa kelihatan lebih baik  dari tahun lalu,&amp;rdquo; ujar dia.
4. Realisasi Belanja Pusat dan Daerah
Presiden Jokowi menyinggung rendahnya realisasi belanja pusat dan  daerah, yang masing-masing berada di angka 76% dan 64% padahal tahun  anggaran 2023 hanya tinggal tersisa dua bulan lagi.
Dirinya mengatakan, bahwa hal-hal seperti ini selalu dia ikuti setiap  hari, dengan cara bertanya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk  mengetahui kondisi yang sebenarnya.
5. Harapan bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar  5,3% hingga 6,1% pada 2028, seiring kemajuan pesat transformasi ekonomi  Tanah Air sejak 2013 sebagai modal dan landasan kuat untuk kebangkitan  ekonomi ke depan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan  tersebut akan diikuti dengan inflasi yang terjaga rendah pada 15% sampai  35% pada 2028, serta neraca pembayaran yang tetap sehat.
&quot;Transformasi ekonomi meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui  peningkatan modal, penyerapan tenaga kerja, dan kenaikan produktivitas,&quot;  kata Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzY5Ny81L3g4cG4zeWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil pada kisaran 5% membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga. Lantaran pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
&quot;Alhamdullilah dan patut kita syukuri Indonesia masih tetap tumbuh dan stabil,&quot; kata Presiden Jokowi.
Okezone telah merangkum lima fakta pertumbuhan ekonomi 5% bikin Jokowi bangga, Minggu (3/12/2023):

BACA JUGA:
BI Yakin Ekonomi RI Capai Pertumbuhan 6,1% di 2028 


1. Pertumbuhan Ekonomi Stabil
Pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% dan inflasi yang cenderung stabil 2,6%, dinilainya membanggakan jika dibandingkan pertumbuhan negara lain, seperti Malaysia (3,3%), AS (2,9%), Korea Selatan (1,4%), dan Uni Eropa (0,1%).
&amp;ldquo;Ini kalau kita bicara dengan kepala negara lain, dengan presiden, dengan perdana menteri, kita bangga banget lho dengan pertumbuhan kita yang masih di kisaran 5%,&amp;rdquo; tutur dia.

BACA JUGA:
Kenaikan Gaji PNS hingga Pemilu Topang Perekonomian RI Tahun Depan 


2. Kondisi Peredaran Uang di Indonesia
Presiden Jokowi menyoroti laporan dari para pelaku usaha yang menyebut peredaran uang di Indonesia semakin kering.
Menurut Jokowi, keringnya peredaran uang di sektor riil itu disebabkan banyaknya pembelian instrumen yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan maupun Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Jangan, jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN, atau terlalu banyak untuk membeli SRBI atau SVBI, hingga yang masuk ke sektor riil jadi berkurang,&amp;rdquo; kata dia.
3. Imbauan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perbankan untuk berhati-hati (prudent) dalam menjalankan bisnisnya.
&amp;ldquo;Saya mengajak seluruh perbankan memang harus prudent, memang harus  hati-hati tetapi tolong lebih didorong lagi kreditnya, terutama bagi  UMKM. Jangan semuanya ramai-ramai membeli ke BI maupun ke SBN, meskipun  juga boleh boleh saja, tetapi agar sektor riil bisa kelihatan lebih baik  dari tahun lalu,&amp;rdquo; ujar dia.
4. Realisasi Belanja Pusat dan Daerah
Presiden Jokowi menyinggung rendahnya realisasi belanja pusat dan  daerah, yang masing-masing berada di angka 76% dan 64% padahal tahun  anggaran 2023 hanya tinggal tersisa dua bulan lagi.
Dirinya mengatakan, bahwa hal-hal seperti ini selalu dia ikuti setiap  hari, dengan cara bertanya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk  mengetahui kondisi yang sebenarnya.
5. Harapan bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar  5,3% hingga 6,1% pada 2028, seiring kemajuan pesat transformasi ekonomi  Tanah Air sejak 2013 sebagai modal dan landasan kuat untuk kebangkitan  ekonomi ke depan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan  tersebut akan diikuti dengan inflasi yang terjaga rendah pada 15% sampai  35% pada 2028, serta neraca pembayaran yang tetap sehat.
&quot;Transformasi ekonomi meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui  peningkatan modal, penyerapan tenaga kerja, dan kenaikan produktivitas,&quot;  kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
