<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik Global</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia siap untuk menjadi produsen kendaraan listrik global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global"/><item><title>Menko Airlangga: Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global-ocwVTQyFns.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto sebut RI bakal jadi produsen kendaraan listrik global. (Foto: Kemenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/03/320/2931717/menko-airlangga-indonesia-siap-jadi-produsen-kendaraan-listrik-global-ocwVTQyFns.JPG</image><title>Menko Airlangga Hartarto sebut RI bakal jadi produsen kendaraan listrik global. (Foto: Kemenko)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODU4Mi81L3g4bXg3ZGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia siap untuk menjadi produsen electric vehicle atau kendaraan listrik di pasar global.

&amp;ldquo;Pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Indonesia saat ini mendapatkan momentum baik karena didukung kondisi Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di dunia,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam acara Seremoni Produksi Perdana Omoda 5 Electric Vehicle (EV) di Bekasi dikutip Antara, Minggu (3/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kendaraan Listrik Made in RI Bisa Bersaing dengan Tesla Cs?

Ini juga sebagai upaya percepatan produksi EV di Indonesia, Menko Airlangga mengapresiasi komitmen PT Chery Motor Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor yang akan merealisasikan produksi EV di Indonesia.

&quot;Kontribusi tersebut akan turut bermanfaat dalam pengembangan industri otomotif yang bertransformasi menuju era elektrifikasi dan ekosistem ramah lingkungan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Bye Gerobak! Pedagang Bakso Cs Diminta Jualan Pakai Kendaraan Listrik

Airlangga menyampaikan harapannya bahwa dengan dengan dimulainya produksi perdana mobil Omoda 5 EV ini akan dapat mendiversifikasi jenis mobil listrik di Indonesia dan memberikan alternatif pilihan yang lebih banyak bagi konsumen.
&amp;ldquo;Saya juga berharap kepada Chery Indonesia untuk mempertimbangkan produksi mobil listrik di Indonesia sebagai basis ekspor, antara lain untuk pasar Vietnam, Filipina, dan Australia. Ekosistem EV dan baterai sudah lengkap, sehingga Indonesia cukup efisien sebagai produsen EV untuk pasar global. Oleh karena itu, kami tunggu peluncuran produknya, dan investasi lanjutan juga ditunggu pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penggunaan Kendaraan Listrik di Instansi Pemerintah Masih Minim, Kenapa?



Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin masif ke depan seiring mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik. Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik tercatat mencapai 11.916 unit.



Berdasarkan kajian ERIA, potensi manfaat pada tahun 2040 yang didapatkan Indonesia melalui penghematan impor BBM dengan implementasi mobil listrik/BEV dapat mencapai 15 miliar dolar AS dan sepeda motor listrik 10 miliar dolar AS. Selain itu, Indonesia juga telah menjajaki potensi hydrogen fuel cell sebagai bagian dari upaya mempromosikan solusi energi berkelanjutan dan bersih tanpa emisi.



Beberapa insentif telah dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat implementasi EV di Indonesia, di antaranya insentif bantuan untuk EV roda dua baru dan konversi senilai Rp7 juta, kemudian insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) untuk mobil dan bus listrik dengan nilai TKDN minimal 40% akan diberikan insentif PPN sebesar 10% untuk mobil listrik dan untuk bus listrik dengan TKDN lebih dari 20-40% diberikan insentif PPN sebesar 5%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODU4Mi81L3g4bXg3ZGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia siap untuk menjadi produsen electric vehicle atau kendaraan listrik di pasar global.

&amp;ldquo;Pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Indonesia saat ini mendapatkan momentum baik karena didukung kondisi Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di dunia,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam acara Seremoni Produksi Perdana Omoda 5 Electric Vehicle (EV) di Bekasi dikutip Antara, Minggu (3/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kendaraan Listrik Made in RI Bisa Bersaing dengan Tesla Cs?

Ini juga sebagai upaya percepatan produksi EV di Indonesia, Menko Airlangga mengapresiasi komitmen PT Chery Motor Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor yang akan merealisasikan produksi EV di Indonesia.

&quot;Kontribusi tersebut akan turut bermanfaat dalam pengembangan industri otomotif yang bertransformasi menuju era elektrifikasi dan ekosistem ramah lingkungan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Bye Gerobak! Pedagang Bakso Cs Diminta Jualan Pakai Kendaraan Listrik

Airlangga menyampaikan harapannya bahwa dengan dengan dimulainya produksi perdana mobil Omoda 5 EV ini akan dapat mendiversifikasi jenis mobil listrik di Indonesia dan memberikan alternatif pilihan yang lebih banyak bagi konsumen.
&amp;ldquo;Saya juga berharap kepada Chery Indonesia untuk mempertimbangkan produksi mobil listrik di Indonesia sebagai basis ekspor, antara lain untuk pasar Vietnam, Filipina, dan Australia. Ekosistem EV dan baterai sudah lengkap, sehingga Indonesia cukup efisien sebagai produsen EV untuk pasar global. Oleh karena itu, kami tunggu peluncuran produknya, dan investasi lanjutan juga ditunggu pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penggunaan Kendaraan Listrik di Instansi Pemerintah Masih Minim, Kenapa?



Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin masif ke depan seiring mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik. Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik tercatat mencapai 11.916 unit.



Berdasarkan kajian ERIA, potensi manfaat pada tahun 2040 yang didapatkan Indonesia melalui penghematan impor BBM dengan implementasi mobil listrik/BEV dapat mencapai 15 miliar dolar AS dan sepeda motor listrik 10 miliar dolar AS. Selain itu, Indonesia juga telah menjajaki potensi hydrogen fuel cell sebagai bagian dari upaya mempromosikan solusi energi berkelanjutan dan bersih tanpa emisi.



Beberapa insentif telah dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat implementasi EV di Indonesia, di antaranya insentif bantuan untuk EV roda dua baru dan konversi senilai Rp7 juta, kemudian insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) untuk mobil dan bus listrik dengan nilai TKDN minimal 40% akan diberikan insentif PPN sebesar 10% untuk mobil listrik dan untuk bus listrik dengan TKDN lebih dari 20-40% diberikan insentif PPN sebesar 5%.</content:encoded></item></channel></rss>
