<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp230,59 Triliun per November 2023</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 30 November 2023 mencapai Rp230,59 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023"/><item><title>Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp230,59 Triliun per November 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023-5qAoGluPMQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK catat dana penghimpunan pasar modal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/278/2932221/penghimpunan-dana-pasar-modal-capai-rp230-59-triliun-per-november-2023-5qAoGluPMQ.jpg</image><title>OJK catat dana penghimpunan pasar modal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 30 November 2023 mencapai Rp230,59 triliun. Secara rinci, sebanyak 74 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai emisi sebesar Rp52,99 triliun.
&amp;ldquo;Penghimpunan dana di November ini telah memenuhi capaian target di tahun 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Purna Artanugraha


Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 21 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp50,99 triliun, sebanyak 11 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp10,47 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp116,14 triliun.

BACA JUGA:
Fintech Berkah atau Kutukan? Ini Kata Ketua OJK


&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 96 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp41,11 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 64 perusahaan,&amp;rdquo; tutur Inarno.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 4,87% ke  level 7.080,74 pada November 2023. Indeks naik secara month to date jika  dibandingkan dengan Oktober lalu yang berada di level 6.752,21.
Adapun, tekanan outflow non-resident mereda, meski masih mencatatkan  net sell sebesar Rp0,52 triliun secara month to date. Sementara secara  year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 3,36% dengan non-resident  membukukan net sell sebesar Rp13,86 triliun. Beberapa sektor pada  November masih menguat di antaranya teknologi, infrastruktur dan  keuangan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 30 November 2023 mencapai Rp230,59 triliun. Secara rinci, sebanyak 74 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai emisi sebesar Rp52,99 triliun.
&amp;ldquo;Penghimpunan dana di November ini telah memenuhi capaian target di tahun 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Purna Artanugraha


Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 21 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp50,99 triliun, sebanyak 11 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp10,47 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp116,14 triliun.

BACA JUGA:
Fintech Berkah atau Kutukan? Ini Kata Ketua OJK


&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 96 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp41,11 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 64 perusahaan,&amp;rdquo; tutur Inarno.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 4,87% ke  level 7.080,74 pada November 2023. Indeks naik secara month to date jika  dibandingkan dengan Oktober lalu yang berada di level 6.752,21.
Adapun, tekanan outflow non-resident mereda, meski masih mencatatkan  net sell sebesar Rp0,52 triliun secara month to date. Sementara secara  year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 3,36% dengan non-resident  membukukan net sell sebesar Rp13,86 triliun. Beberapa sektor pada  November masih menguat di antaranya teknologi, infrastruktur dan  keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
