<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghimpunan Dana di Pasar Modal Ditargetkan Tembus Rp200 Triliun di 2024</title><description>Penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp175 hingga Rp200 triliun di tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024"/><item><title>Penghimpunan Dana di Pasar Modal Ditargetkan Tembus Rp200 Triliun di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024-13EEf1Hlct.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target penghimpunan dana di pasar modal Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/278/2932327/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-ditargetkan-tembus-rp200-triliun-di-2024-13EEf1Hlct.jpg</image><title>Target penghimpunan dana di pasar modal Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp175 hingga Rp200 triliun di tahun 2024. Target tersebut tidak jauh berbeda dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, penetapan target tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi dunia yang oleh sebagian lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia atau World Bank direvisi ke bawah.

BACA JUGA:
Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp230,59 Triliun per November 2023


&amp;ldquo;Kami ini tetap optimistis terhadap 2024, tapi tetap konservatif. Dalam menargetkan tahun depan sama dengan tahun lalu antara Rp175 hingga Rp200 triliun,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).
Adapun, per 30 November 2023, OJK mencatat total penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp230,59 triliun. Secara rinci, sebanyak 74 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai emisi sebesar Rp52,99 triliun.

BACA JUGA:
Himpunan Dana di Pasar Modal Ditarget Capai Rp267 Triliun Akhir 2023


Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 21 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp50,99 triliun, sebanyak 11 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp10,47 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp116,14 triliun.
&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 96 dengan  perkiraan nilai indikatif sebesar Rp41,11 triliun, yang di antaranya  merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 64 perusahaan,&amp;rdquo; tutur  Inarno.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 4,87% ke  level 7.080,74 pada November 2023. Indeks naik secara month to date jika  dibandingkan dengan Oktober lalu yang berada di level 6.752,21.
Sementara itu, tekanan outflow non-resident mereda, meski masih  mencatatkan net sell sebesar Rp0,52 triliun secara month to date. Secara  year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 3,36% dengan non-resident  membukukan net sell sebesar Rp13,86 triliun. Beberapa sektor pada  November masih menguat di antaranya teknologi, infrastruktur dan  keuangan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp175 hingga Rp200 triliun di tahun 2024. Target tersebut tidak jauh berbeda dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, penetapan target tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi dunia yang oleh sebagian lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia atau World Bank direvisi ke bawah.

BACA JUGA:
Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp230,59 Triliun per November 2023


&amp;ldquo;Kami ini tetap optimistis terhadap 2024, tapi tetap konservatif. Dalam menargetkan tahun depan sama dengan tahun lalu antara Rp175 hingga Rp200 triliun,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).
Adapun, per 30 November 2023, OJK mencatat total penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp230,59 triliun. Secara rinci, sebanyak 74 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai emisi sebesar Rp52,99 triliun.

BACA JUGA:
Himpunan Dana di Pasar Modal Ditarget Capai Rp267 Triliun Akhir 2023


Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 21 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp50,99 triliun, sebanyak 11 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp10,47 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp116,14 triliun.
&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 96 dengan  perkiraan nilai indikatif sebesar Rp41,11 triliun, yang di antaranya  merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 64 perusahaan,&amp;rdquo; tutur  Inarno.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 4,87% ke  level 7.080,74 pada November 2023. Indeks naik secara month to date jika  dibandingkan dengan Oktober lalu yang berada di level 6.752,21.
Sementara itu, tekanan outflow non-resident mereda, meski masih  mencatatkan net sell sebesar Rp0,52 triliun secara month to date. Secara  year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 3,36% dengan non-resident  membukukan net sell sebesar Rp13,86 triliun. Beberapa sektor pada  November masih menguat di antaranya teknologi, infrastruktur dan  keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
