<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Tenaga Hidro Tulang Punggung Ekonomi Rendah Karbon</title><description>Arifin Tasrif menyampaikan potensi  pembangkit tenaga hidro yang masih belum dimanfaatkan berada di  negara-negara berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon"/><item><title>Menteri ESDM: Tenaga Hidro Tulang Punggung Ekonomi Rendah Karbon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon-594Pw5eu8m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tenaga hidro jadi tulang punggung ekonomi rendah karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932232/menteri-esdm-tenaga-hidro-tulang-punggung-ekonomi-rendah-karbon-594Pw5eu8m.jpg</image><title>Tenaga hidro jadi tulang punggung ekonomi rendah karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOS80LzE2MDM5NC81L3g4ajZuaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar potensi pembangkit tenaga hidro yang masih belum dimanfaatkan berada di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, Bali Statement memberikan empat rekomendasi kepada Pemerintah seluruh dunia.
&quot;Yang pertama, merencanakan kebutuhan energi di masa depan dengan lebih banyak variabel energi terbarukan. Kedua, memberikan insentif pada tenaga hidro yang berkelanjutan melalui mekanisme berbasis finansial dan pasar,&quot; jelas Arifin di Paviliun Indonesia, COP 28 di Dubai, yang dikutip Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Izin Freeport Diperpanjang, Menteri ESDM: Kita Lagi Proses


Yang ketiga, imbuhnya, mengakselerasi pengembangan energi terbarukan melalui proses perizinan yang transparan dan efisien. Kemudian yang terakhir adalah memasukkan praktik keberlanjutan tenaga hidro ke dalam regulasi dan kewajiban sektor keuangan.
Kemudian, Arifin juga menyampaikan bahwa tenaga hidro sejatinya memainkan peran penting dalam sistem energi di seluruh dunia. Sejalan dengan komitmen Paris Agreement, IEA dalam COP27 menyatakan bahwa tenaga hidro juga mencegah emisi sekitar 3 gigaton (GT) CO2 per tahun, yang mewakili sekitar 9% emisi CO2 tahunan global.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Dukung 2 Proyek Migas Diusulkan Jadi PSN


Di Indonesia, tenaga hidro telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan akses listrik yang terjangkau, sekaligus memperkuat pengelolaan air dan melestarikan daerah tangkapan air di dalam sistem energi Indonesia selama satu abad terakhir.
&quot;Indonesia memiliki potensi tenaga hidro lebih dari 95 gigawatt (GW), meski pemanfaatannya baru mencapai 7 GW. Senada dengan Bali Statement, Indonesia berharap untuk dapat memperkuat kolaborasi dan kerja sama dalam memanfaatkan potensi yang besar ini. Tidak hanya terbatas pada sumber tenaga hidro, namun juga potensi yang belum tergali dari luas permukaan bendungan yang dapat dimanfaatkan untuk PLTS Terapung,&quot; paparnya.
Arifin juga mengatakan bahwa Indonesia baru saja meresmikan PLTS  Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp, terbesar di Asia Tenggara.  PLTS ini dibangun di atas bendungan seluas 200 hektar yang memiliki  kapasitas PLTA sebesar 1 GW. Saat ini Indonesia juga tengah  mengembangkan fasilitas pumped storage berkapasitas total 4x260MW di  PLTA Upper Cisokan, Jawa Barat.
Selanjutnya, dengan pengembangan tenaga hidro diharapkan dapat  menghasilkan listrik yang ramah lingkungan, meningkatkan stabilitas  jaringan listrik, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan energi  berkelanjutan bagi generasi mendatang. Untuk mencapainya, diperlukan  kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro.
&quot;Izinkan saya untuk menyerukan kepada berbagai pihak global untuk  mendorong kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro. Dengan  cara ini, kita dapat memastikan bahwa kita memiliki energi untuk  mendorong pertumbuhan berkelanjutan,&quot; tutup Arifin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOS80LzE2MDM5NC81L3g4ajZuaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar potensi pembangkit tenaga hidro yang masih belum dimanfaatkan berada di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, Bali Statement memberikan empat rekomendasi kepada Pemerintah seluruh dunia.
&quot;Yang pertama, merencanakan kebutuhan energi di masa depan dengan lebih banyak variabel energi terbarukan. Kedua, memberikan insentif pada tenaga hidro yang berkelanjutan melalui mekanisme berbasis finansial dan pasar,&quot; jelas Arifin di Paviliun Indonesia, COP 28 di Dubai, yang dikutip Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Izin Freeport Diperpanjang, Menteri ESDM: Kita Lagi Proses


Yang ketiga, imbuhnya, mengakselerasi pengembangan energi terbarukan melalui proses perizinan yang transparan dan efisien. Kemudian yang terakhir adalah memasukkan praktik keberlanjutan tenaga hidro ke dalam regulasi dan kewajiban sektor keuangan.
Kemudian, Arifin juga menyampaikan bahwa tenaga hidro sejatinya memainkan peran penting dalam sistem energi di seluruh dunia. Sejalan dengan komitmen Paris Agreement, IEA dalam COP27 menyatakan bahwa tenaga hidro juga mencegah emisi sekitar 3 gigaton (GT) CO2 per tahun, yang mewakili sekitar 9% emisi CO2 tahunan global.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Dukung 2 Proyek Migas Diusulkan Jadi PSN


Di Indonesia, tenaga hidro telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan akses listrik yang terjangkau, sekaligus memperkuat pengelolaan air dan melestarikan daerah tangkapan air di dalam sistem energi Indonesia selama satu abad terakhir.
&quot;Indonesia memiliki potensi tenaga hidro lebih dari 95 gigawatt (GW), meski pemanfaatannya baru mencapai 7 GW. Senada dengan Bali Statement, Indonesia berharap untuk dapat memperkuat kolaborasi dan kerja sama dalam memanfaatkan potensi yang besar ini. Tidak hanya terbatas pada sumber tenaga hidro, namun juga potensi yang belum tergali dari luas permukaan bendungan yang dapat dimanfaatkan untuk PLTS Terapung,&quot; paparnya.
Arifin juga mengatakan bahwa Indonesia baru saja meresmikan PLTS  Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp, terbesar di Asia Tenggara.  PLTS ini dibangun di atas bendungan seluas 200 hektar yang memiliki  kapasitas PLTA sebesar 1 GW. Saat ini Indonesia juga tengah  mengembangkan fasilitas pumped storage berkapasitas total 4x260MW di  PLTA Upper Cisokan, Jawa Barat.
Selanjutnya, dengan pengembangan tenaga hidro diharapkan dapat  menghasilkan listrik yang ramah lingkungan, meningkatkan stabilitas  jaringan listrik, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan energi  berkelanjutan bagi generasi mendatang. Untuk mencapainya, diperlukan  kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro.
&quot;Izinkan saya untuk menyerukan kepada berbagai pihak global untuk  mendorong kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro. Dengan  cara ini, kita dapat memastikan bahwa kita memiliki energi untuk  mendorong pertumbuhan berkelanjutan,&quot; tutup Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
