<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Targetkan Setoran Dividen Lebih Besar dari PMN</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba BUMN pada 2022 mencapai Rp254  triliun tanpa restrukturisasi yang sebesar Rp55,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn"/><item><title>Erick Thohir Targetkan Setoran Dividen Lebih Besar dari PMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn-BW4xnhB0zd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick targetkan setoran dividen lebih besar dari laba (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932549/erick-thohir-targetkan-setoran-dividen-lebih-besar-dari-pmn-BW4xnhB0zd.jpg</image><title>Erick targetkan setoran dividen lebih besar dari laba (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba BUMN pada 2022 mencapai Rp254 triliun tanpa restrukturisasi yang sebesar Rp55,7 triliun.
Dia menyampaikan kinerja perusahaan pelat merah masih positif dengan laba sebesar Rp231 triliun pada kuartal III 2023 atau naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp210 triliun. Capaian tersebut melesat dibandingkan laba BUMN pada 2021 yang sebesar Rp125 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Bakal Lapor Dugaan Korupsi Dapen 2 BUMN ke Kejagung


&quot;Kalau kita bandingkan dengan (laba) 2022 yang nilainya Rp254 triliun, mungkin saya optimistis angka ini bisa tercapai dan masih bisa tumbuh lagi untuk 2023,&quot; ujar Erick saat rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Tembus Rp216,55 Miliar


Erick menyampaikan transformasi juga berdampak besar dalam peningkatan kontribusi BUMN kepada negara melalui dividen, pajak, dan PNBP. Dia mencatat total kontribusi BUMN dalam 3 tahun terakhir atau pada periode 2020-2022 mencapai Rp1.318 triliun, tumbuh Rp39 triliun dari periode 2017-2019 yang berada di posisi Rp1.279 triliun.
&quot;Sementara realisasi kontribusi BUMN hingga kuartal III 2023 ytd telah mencapai Rp448 triliun,&quot; bebernya.
Menurutnya, kinerja apik ini juga mendapat respons positif dari  pasar. Dia mencontohkan tingkat return perusahaan pelat merah di bursa  yang mencapai 28% atau lebih tinggi dari emiten swasta yang sebesar 18%.
Erick juga terus mendorong keseimbangan antara penyertaan modal  negara (PMN) dengan dividen. Komitmen ini telah disampaikan Erick sejak  2019 yang menginginkan porsi PMN dan dividen bisa setara yakni 50:50.
Tak hanya itu, dia bersyukur BUMN berhasil menyetorkan dividen  sebesar Rp81,1 triliun atau melampaui target awal sebesar Rp35,3 triliun  pada 2023. Erick menargetkan dividen BUMN pada 2024 akan terus  bertumbuh hingga Rp85,2 triliun.
&quot;Artinya kalau ditotal, nanti proporsional antara dividen dan PMN  mencapai target 50:50, sekarang insyaAllah bisa 55:45,&quot; lanjutnya.
Erick memerinci total realisasi dan usulan PMN selama periode  2020-2024 mencapai Rp226,1 triliun. Sedangkan realisasi dan usulan  dividen di periode yang sama justru lebih besar yakni Rp279,4 triliun.  Dengan demikian, porsi dividen BUMN akan mencapai 55% lebih besar  dibandingkan PMN yang sebesar 45%.
&quot;Hal ini terjadi juga karena dorongan Komisi VI yang mendorong  transformasi. Kita juga punya annual report terkonsolidasi sehingga  konsisten punya laporan keuangan yang transparan dan bisa menjadi review  dan catatan untuk perbaikan di tahun-tahun berikutnya,&quot; papa Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba BUMN pada 2022 mencapai Rp254 triliun tanpa restrukturisasi yang sebesar Rp55,7 triliun.
Dia menyampaikan kinerja perusahaan pelat merah masih positif dengan laba sebesar Rp231 triliun pada kuartal III 2023 atau naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp210 triliun. Capaian tersebut melesat dibandingkan laba BUMN pada 2021 yang sebesar Rp125 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Bakal Lapor Dugaan Korupsi Dapen 2 BUMN ke Kejagung


&quot;Kalau kita bandingkan dengan (laba) 2022 yang nilainya Rp254 triliun, mungkin saya optimistis angka ini bisa tercapai dan masih bisa tumbuh lagi untuk 2023,&quot; ujar Erick saat rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Tembus Rp216,55 Miliar


Erick menyampaikan transformasi juga berdampak besar dalam peningkatan kontribusi BUMN kepada negara melalui dividen, pajak, dan PNBP. Dia mencatat total kontribusi BUMN dalam 3 tahun terakhir atau pada periode 2020-2022 mencapai Rp1.318 triliun, tumbuh Rp39 triliun dari periode 2017-2019 yang berada di posisi Rp1.279 triliun.
&quot;Sementara realisasi kontribusi BUMN hingga kuartal III 2023 ytd telah mencapai Rp448 triliun,&quot; bebernya.
Menurutnya, kinerja apik ini juga mendapat respons positif dari  pasar. Dia mencontohkan tingkat return perusahaan pelat merah di bursa  yang mencapai 28% atau lebih tinggi dari emiten swasta yang sebesar 18%.
Erick juga terus mendorong keseimbangan antara penyertaan modal  negara (PMN) dengan dividen. Komitmen ini telah disampaikan Erick sejak  2019 yang menginginkan porsi PMN dan dividen bisa setara yakni 50:50.
Tak hanya itu, dia bersyukur BUMN berhasil menyetorkan dividen  sebesar Rp81,1 triliun atau melampaui target awal sebesar Rp35,3 triliun  pada 2023. Erick menargetkan dividen BUMN pada 2024 akan terus  bertumbuh hingga Rp85,2 triliun.
&quot;Artinya kalau ditotal, nanti proporsional antara dividen dan PMN  mencapai target 50:50, sekarang insyaAllah bisa 55:45,&quot; lanjutnya.
Erick memerinci total realisasi dan usulan PMN selama periode  2020-2024 mencapai Rp226,1 triliun. Sedangkan realisasi dan usulan  dividen di periode yang sama justru lebih besar yakni Rp279,4 triliun.  Dengan demikian, porsi dividen BUMN akan mencapai 55% lebih besar  dibandingkan PMN yang sebesar 45%.
&quot;Hal ini terjadi juga karena dorongan Komisi VI yang mendorong  transformasi. Kita juga punya annual report terkonsolidasi sehingga  konsisten punya laporan keuangan yang transparan dan bisa menjadi review  dan catatan untuk perbaikan di tahun-tahun berikutnya,&quot; papa Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
