<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Buka-bukaan soal Divestasi Tol Trans Sumatera dan Jawa</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan divestasi atas kepemilikan saham perusahaan pelat merah di beberapa ruas Jalan Tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa"/><item><title>Erick Thohir Buka-bukaan soal Divestasi Tol Trans Sumatera dan Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa-Lr0d6jLIo3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocoran Erick soal divestasi jalan tol trans sumatera (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932578/erick-thohir-buka-bukaan-soal-divestasi-tol-trans-sumatera-dan-jawa-Lr0d6jLIo3.jpg</image><title>Bocoran Erick soal divestasi jalan tol trans sumatera (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDU5OS81L3g4cTZrM2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan divestasi atas kepemilikan saham perusahaan pelat merah di beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Trans Jawa akan berlanjut.
Salah satu investor yang dikerjasamakan adalah Indonesia Investment Authority (INA). Erick menyebut aset BUMN berupa jalan tol yang sudah bagus akan dikelola oleh INA.

BACA JUGA:
Erick Thohir Targetkan Setoran Dividen Lebih Besar dari PMN


&amp;ldquo;Lalu, kerja sama strategis pengelolaan aset tol kepada INA, jadi kita coba mendorong aset-aset tol yang sudah bagus itu kita dikerjasamakan dengan INA,&amp;rdquo; ungkap Erick saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, melalui skema divestasi jalan tol kepada Sovereign Wealth Fund Indonesia dapat memperkuat struktur permodalan BUMN karya. Dengan begitu, peruaahaan terus memperkuat kapasitas asetnya.

BACA JUGA:
Negosiasi Harga Saham Vale Indonesia Berlanjut, Erick Thohir: 1-2 Bulan Selesai


&amp;ldquo;Di mana kita dapat cash dari dia (INA), dari INA kita bisa menambah kapasitas dari pengembangan tol baik di trans Jawa maupun di Trans Sumatera,&amp;rdquo; bebernya.
PT Hutama Karya (Persero) misalnya resmi mendivestasikan dua ruas Tol Trans Sumatera ke INA. Kedua ruas tersebut adalah Tol Medan - Binjai (Mebi) dan Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter).
Kedua ruas jalan tol itu memiliki posisi strategis karena memperkuat  konektivitas masyarakat dan logistik di Sumatera. Bakauheni - Terbanggi  Besar yang terletak di Lampung, memiliki peran penting sebagai gerbang  yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Sementara itu, Medan- Binjai membentang melintasi kota terbesar di  Sumatera, Medan, secara strategis menghubungkan berbagai daerah di  wilayah tersebut. Investasi INA pada aset-aset yang berlokasi strategis  ini diharapkan akan semakin mendorong kesejahteraan Indonesia di masa  depan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDU5OS81L3g4cTZrM2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan divestasi atas kepemilikan saham perusahaan pelat merah di beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Trans Jawa akan berlanjut.
Salah satu investor yang dikerjasamakan adalah Indonesia Investment Authority (INA). Erick menyebut aset BUMN berupa jalan tol yang sudah bagus akan dikelola oleh INA.

BACA JUGA:
Erick Thohir Targetkan Setoran Dividen Lebih Besar dari PMN


&amp;ldquo;Lalu, kerja sama strategis pengelolaan aset tol kepada INA, jadi kita coba mendorong aset-aset tol yang sudah bagus itu kita dikerjasamakan dengan INA,&amp;rdquo; ungkap Erick saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, melalui skema divestasi jalan tol kepada Sovereign Wealth Fund Indonesia dapat memperkuat struktur permodalan BUMN karya. Dengan begitu, peruaahaan terus memperkuat kapasitas asetnya.

BACA JUGA:
Negosiasi Harga Saham Vale Indonesia Berlanjut, Erick Thohir: 1-2 Bulan Selesai


&amp;ldquo;Di mana kita dapat cash dari dia (INA), dari INA kita bisa menambah kapasitas dari pengembangan tol baik di trans Jawa maupun di Trans Sumatera,&amp;rdquo; bebernya.
PT Hutama Karya (Persero) misalnya resmi mendivestasikan dua ruas Tol Trans Sumatera ke INA. Kedua ruas tersebut adalah Tol Medan - Binjai (Mebi) dan Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter).
Kedua ruas jalan tol itu memiliki posisi strategis karena memperkuat  konektivitas masyarakat dan logistik di Sumatera. Bakauheni - Terbanggi  Besar yang terletak di Lampung, memiliki peran penting sebagai gerbang  yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Sementara itu, Medan- Binjai membentang melintasi kota terbesar di  Sumatera, Medan, secara strategis menghubungkan berbagai daerah di  wilayah tersebut. Investasi INA pada aset-aset yang berlokasi strategis  ini diharapkan akan semakin mendorong kesejahteraan Indonesia di masa  depan.</content:encoded></item></channel></rss>
