<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Pamer Pembangunan Infrastruktur Selama 9 Tahun di RI</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan infrastruktur membuat daya saing Indonesia meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri"/><item><title>Jokowi Pamer Pembangunan Infrastruktur Selama 9 Tahun di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri-PZ4xHzKUHE.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi pamer pembangunan infrastruktur selama 9 tahun. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/470/2932321/jokowi-pamer-pembangunan-infrastruktur-selama-9-tahun-di-ri-PZ4xHzKUHE.JPG</image><title>Presiden Jokowi pamer pembangunan infrastruktur selama 9 tahun. (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan secara besar-besaran sejak tahun 2014 akan membuat daya saing Indonesia meningkat.
Presiden Jokowi mengatakan dalam IMD Global Competitiveness Index bidang infrastruktur, peringkat Indonesia meningkat dari 54 pada tahun 2014 menjadi peringkat 51 pada saat ini atau 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Berduka Atas Meninggalnya Doni Monardo : Semoga Diterima di Sisi Allah

Artinya selama 9 tahun pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan, indeks pembangunan infrastruktur Indonesia naik 3 peringkat di posisi 51.
&quot;Artinya meningkat meskipun juga belum melompat. Kita kerja keras dalam bidang infrastruktur, betul-betul kerja keras. Perubahannya kelihatan, tetapi sekali lagi, peningkatan Global Competitiveness Index kita masih di angka 51, ya naik dari 54 ke 51,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi dengan Para Penggiat Infrastruktur di Jakarta, Senin (4/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Berduka Atas Meninggalnya Doni Monardo : Semoga Diterima di Sisi Allah

Kenaikan tersebut, ungkap Presiden, karena Indonesia membangun sejumlah infrastruktur antara lain 42 bendungan yang telah selesai, irigasi untuk 1,2 juta hektare lahan, jalan tol sepanjang 2.143 kilometer, jalan nasional sepanjang 5.700 kilometer, rumah sejumlah 8,2 juta melalui Program Sejuta Rumah, hingga pos lintas batas negara (PLBN) di sejumlah daerah.&quot;Tetapi kalau kita bandingkan dengan jalan tol yang ada di Tiongkok, kita ini total berarti hampir 3 ribu kurang dikit, 3 ribu kilometer. Jalan tol di RRT berapa Pak Menteri, ada yang tahu? 190 ribu kilometer,&quot; kata Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadi Inspirasi, Biografi Jokowi Karya Dirut PLN Diluncurkan di Dubai Dalam Bahasa Arab

&quot;Bendungan kita ini total hampir 300 bendungan, di Korea 20 ribu bendungan, di RRT seingat saya 98 ribu bendungan. Jadi masih jauh, masih perlu kerja keras, meskipun ya kita melakukan sebuah lompatan,&quot; lanjutnya.
Presiden Jokowi memandang penting pembangunan infrastruktur bagi negara sebesar Indonesia karena infrastruktur memiliki beragam fungsi dan manfaat, mulai dari efisiensi biaya logistik hingga sebagai pemersatu bangsa.
Presiden meyakini, kehadiran infrastruktur dapat membuat biaya logistik lebih efisien sehingga akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain.
&quot;Efisiensi biaya logistik ini sangat penting sehingga akan mempengaruhi daya saing investasi negara kita. Enggak akan mungkin investor datang kalau infrastruktur kita jelek. Mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada airport, mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada seaport, mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada jalan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan secara besar-besaran sejak tahun 2014 akan membuat daya saing Indonesia meningkat.
Presiden Jokowi mengatakan dalam IMD Global Competitiveness Index bidang infrastruktur, peringkat Indonesia meningkat dari 54 pada tahun 2014 menjadi peringkat 51 pada saat ini atau 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Berduka Atas Meninggalnya Doni Monardo : Semoga Diterima di Sisi Allah

Artinya selama 9 tahun pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan, indeks pembangunan infrastruktur Indonesia naik 3 peringkat di posisi 51.
&quot;Artinya meningkat meskipun juga belum melompat. Kita kerja keras dalam bidang infrastruktur, betul-betul kerja keras. Perubahannya kelihatan, tetapi sekali lagi, peningkatan Global Competitiveness Index kita masih di angka 51, ya naik dari 54 ke 51,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi dengan Para Penggiat Infrastruktur di Jakarta, Senin (4/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Berduka Atas Meninggalnya Doni Monardo : Semoga Diterima di Sisi Allah

Kenaikan tersebut, ungkap Presiden, karena Indonesia membangun sejumlah infrastruktur antara lain 42 bendungan yang telah selesai, irigasi untuk 1,2 juta hektare lahan, jalan tol sepanjang 2.143 kilometer, jalan nasional sepanjang 5.700 kilometer, rumah sejumlah 8,2 juta melalui Program Sejuta Rumah, hingga pos lintas batas negara (PLBN) di sejumlah daerah.&quot;Tetapi kalau kita bandingkan dengan jalan tol yang ada di Tiongkok, kita ini total berarti hampir 3 ribu kurang dikit, 3 ribu kilometer. Jalan tol di RRT berapa Pak Menteri, ada yang tahu? 190 ribu kilometer,&quot; kata Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadi Inspirasi, Biografi Jokowi Karya Dirut PLN Diluncurkan di Dubai Dalam Bahasa Arab

&quot;Bendungan kita ini total hampir 300 bendungan, di Korea 20 ribu bendungan, di RRT seingat saya 98 ribu bendungan. Jadi masih jauh, masih perlu kerja keras, meskipun ya kita melakukan sebuah lompatan,&quot; lanjutnya.
Presiden Jokowi memandang penting pembangunan infrastruktur bagi negara sebesar Indonesia karena infrastruktur memiliki beragam fungsi dan manfaat, mulai dari efisiensi biaya logistik hingga sebagai pemersatu bangsa.
Presiden meyakini, kehadiran infrastruktur dapat membuat biaya logistik lebih efisien sehingga akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain.
&quot;Efisiensi biaya logistik ini sangat penting sehingga akan mempengaruhi daya saing investasi negara kita. Enggak akan mungkin investor datang kalau infrastruktur kita jelek. Mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada airport, mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada seaport, mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada jalan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
