<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya</title><description>Harga cabai di Pasar Johar Baru, Jakarta ternyata mengalami kenaikan harga yang semakin tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 03:17 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya-xtmAuXqGRA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga cabai masih mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/320/2932583/harga-cabai-tembus-rp120-ribu-kg-ini-penyebabnya-xtmAuXqGRA.jpg</image><title>Harga cabai masih mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC80LzE3NDY1Ni81L3g4cTduaDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga cabai di Pasar Johar Baru, Jakarta ternyata mengalami kenaikan harga yang semakin tinggi. Kenaikan harga cabai ini bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Salah satu alasan harga cabai di Jakarta semakin tinggi, karena tidak adanya pertanian cabai, sehingga tidak ada produksi cabai di Jakarta.
Hal ini membuat para pedagang yang ada di Jakarta harus membeli cabai di kota lain salah satu contohnya adalah di Gresik. Jika membeli cabai dengan jumlah yang sedikit, maka biaya transport pun akan menjadi lebih mahal.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Naik Kian Pedas Tembus Rp120 Ribu/Kg


Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun memastikan akan memberikan solusi agar harga cabai dapat turun. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat dia melakukan sebuah pemantauan harga beberapa bahan pokok termasuk cabai.
&quot;Kalau kemarin di Gresik karena mungkin banyak dari sana di Jawa Timur itu pertaniannya banyak. Cabainya sekitar Rp65.000 sampai Rp75.000,&quot; katanya kepada wartawan di Pasar Johar Baru, Jakarta, Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Partai Perindo Minta Pemerintah Beri Solusi


&quot;Kalau di Jakarta, enggak ada pertanian cabai. Makanya harganya jadi Rp100.000 sampai Rp120.000. Emang masih mahal,&quot; lanjut Mendag.
Mendag pun meminta kepada pemerintah daerah agar bisa memberikan bantuan berupa subsidi biaya ongkos pendistribusian cabai. Subsidi ini dapat diberikan apabila membeli dalam jumlah yang besar.
&quot;Tadi kita juga minta kalau banyak nanti angkutnya itu bisa disubsidi  oleh pemerintah daerah. Tapi ini kan tanggung jualannya sekilo-sekilo  aja. Kalau sekilo kan susah bagaimana subsidinya karena sedikit. Nah,  kalau grosir kan banyak belinya itu, nanti ongkosnya bisa ditanggung.  Kalau grosir harganya rata-rata Rp70.000 sampai Rp80.000,&quot; jelasnya.
Akan tetapi, jika membeli cabai dalam jumlah yang sedikit akan lebih  mahal. Hal ini tentu berimbas kepada kenaikan harga jual di para  pengecer.
&quot;Kita terus cari jalan agar cabai ini bisa diatasi karena berpengaruh  terhadap inflasi. Walaupun setiap Desember selalu begitu biasanya. Oleh  karena itu, saya minta pemerintah daerah di ongkos grosirnya itu bisa  ditanggung sehingga bisa turun harganya gitu,&quot; pungkas Mendag.
Baca Selengkapnya : Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Naik Kian Pedas Tembus Rp120 Ribu/Kg</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC80LzE3NDY1Ni81L3g4cTduaDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga cabai di Pasar Johar Baru, Jakarta ternyata mengalami kenaikan harga yang semakin tinggi. Kenaikan harga cabai ini bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Salah satu alasan harga cabai di Jakarta semakin tinggi, karena tidak adanya pertanian cabai, sehingga tidak ada produksi cabai di Jakarta.
Hal ini membuat para pedagang yang ada di Jakarta harus membeli cabai di kota lain salah satu contohnya adalah di Gresik. Jika membeli cabai dengan jumlah yang sedikit, maka biaya transport pun akan menjadi lebih mahal.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Naik Kian Pedas Tembus Rp120 Ribu/Kg


Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun memastikan akan memberikan solusi agar harga cabai dapat turun. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat dia melakukan sebuah pemantauan harga beberapa bahan pokok termasuk cabai.
&quot;Kalau kemarin di Gresik karena mungkin banyak dari sana di Jawa Timur itu pertaniannya banyak. Cabainya sekitar Rp65.000 sampai Rp75.000,&quot; katanya kepada wartawan di Pasar Johar Baru, Jakarta, Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Partai Perindo Minta Pemerintah Beri Solusi


&quot;Kalau di Jakarta, enggak ada pertanian cabai. Makanya harganya jadi Rp100.000 sampai Rp120.000. Emang masih mahal,&quot; lanjut Mendag.
Mendag pun meminta kepada pemerintah daerah agar bisa memberikan bantuan berupa subsidi biaya ongkos pendistribusian cabai. Subsidi ini dapat diberikan apabila membeli dalam jumlah yang besar.
&quot;Tadi kita juga minta kalau banyak nanti angkutnya itu bisa disubsidi  oleh pemerintah daerah. Tapi ini kan tanggung jualannya sekilo-sekilo  aja. Kalau sekilo kan susah bagaimana subsidinya karena sedikit. Nah,  kalau grosir kan banyak belinya itu, nanti ongkosnya bisa ditanggung.  Kalau grosir harganya rata-rata Rp70.000 sampai Rp80.000,&quot; jelasnya.
Akan tetapi, jika membeli cabai dalam jumlah yang sedikit akan lebih  mahal. Hal ini tentu berimbas kepada kenaikan harga jual di para  pengecer.
&quot;Kita terus cari jalan agar cabai ini bisa diatasi karena berpengaruh  terhadap inflasi. Walaupun setiap Desember selalu begitu biasanya. Oleh  karena itu, saya minta pemerintah daerah di ongkos grosirnya itu bisa  ditanggung sehingga bisa turun harganya gitu,&quot; pungkas Mendag.
Baca Selengkapnya : Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Naik Kian Pedas Tembus Rp120 Ribu/Kg</content:encoded></item></channel></rss>
