<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Oktober 2023 Naik 8,99% Jadi Rp6.902 Triliun</title><description>Kredit perbankan pada Oktober 2023 naik 8,99% menjadi Rp6.902,98 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun"/><item><title>Kredit Perbankan Oktober 2023 Naik 8,99% Jadi Rp6.902 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun-16LpMhTL08.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/05/320/2932957/kredit-perbankan-oktober-2023-naik-8-99-jadi-rp6-902-triliun-16LpMhTL08.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kredit perbankan pada Oktober 2023 naik 8,99% menjadi Rp6.902,98 triliun. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 10,22% secara tahunan. Sementara, ditinjau dari kepemilikan bank, pada Oktober 2023, Bank BUMN menjadi kontributor pertumbuhan kredit terbesar yaitu sebesar 11,76%.
&amp;ldquo;Di tengah volatilitas pasar keuangan global, persepsi optimistik terhadap sektor perbankan Indonesia tetap terjaga,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Daftar 10 Pinjol yang Memiliki Kredit Macet Tinggi


Adapun, secara tahunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2023 tumbuh 3,43% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp8.198,80 triliun,  dengan deposito menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 5,66% secara tahunan.
Dian melanjutkan, likuiditas industri perbankan pada Oktober 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas jauh di atas level kebutuhan pengawasan. Di mana, rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing naik menjadi 117,29% dan 26,36%, atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kartu Kredit MNC Bank Tebar Diskon Meriah Sambut Akhir Pekan, Ini Daftarnya


&amp;ldquo;Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,77% dan NPL gross sebesar 2,42%,&amp;rdquo; ujar Dian.
Seiring pertumbuhan perekonomian nasional, kata Dian, jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 melanjutkan tren penurunan menjadi sebesar Rp301,16 triliun atau turun Rp15,83 triliun, dengan jumlah nasabah tercatat sebanyak 1,22 juta nasabah atau berkurang 100 ribu nasabah.
Menurunnya jumlah kredit restrukturisasi berdampak positif bagi  penurunan rasio Loan at Risk menjadi 11,81%. Adapun jumlah kredit  restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted atau berdasarkan segmen,  sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode  restrukturisasi kredit alias pembiayaan tambahan selama satu tahun  sampai 31 Maret 2024 adalah 43,39% dari total porsi kredit  restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp130,7 triliun.
Di sisi risiko pasar, kenaikan yield di Oktober berdampak pada  portofolio perbankan, dengan Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan tercatat  di level 1,92%, masih jauh di bawah threshold 20%. Serta, tingkat  profitabilitas (ROA) dan permodalan (CAR) yang relatif tinggi  masing-masing sebesar 2,73% dan 27,48%.
&amp;ldquo;Dalam rangka ikut serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, OJK  aktif mendorong pertumbuhan kredit perbankan dan meningkatkan inklusi  keuangan,&amp;rdquo; tutur Dian.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kredit perbankan pada Oktober 2023 naik 8,99% menjadi Rp6.902,98 triliun. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 10,22% secara tahunan. Sementara, ditinjau dari kepemilikan bank, pada Oktober 2023, Bank BUMN menjadi kontributor pertumbuhan kredit terbesar yaitu sebesar 11,76%.
&amp;ldquo;Di tengah volatilitas pasar keuangan global, persepsi optimistik terhadap sektor perbankan Indonesia tetap terjaga,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae dalam konferensi pers secara daring pada Senin (4/12/2023).

BACA JUGA:
Daftar 10 Pinjol yang Memiliki Kredit Macet Tinggi


Adapun, secara tahunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2023 tumbuh 3,43% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp8.198,80 triliun,  dengan deposito menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 5,66% secara tahunan.
Dian melanjutkan, likuiditas industri perbankan pada Oktober 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas jauh di atas level kebutuhan pengawasan. Di mana, rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing naik menjadi 117,29% dan 26,36%, atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
Kartu Kredit MNC Bank Tebar Diskon Meriah Sambut Akhir Pekan, Ini Daftarnya


&amp;ldquo;Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,77% dan NPL gross sebesar 2,42%,&amp;rdquo; ujar Dian.
Seiring pertumbuhan perekonomian nasional, kata Dian, jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 melanjutkan tren penurunan menjadi sebesar Rp301,16 triliun atau turun Rp15,83 triliun, dengan jumlah nasabah tercatat sebanyak 1,22 juta nasabah atau berkurang 100 ribu nasabah.
Menurunnya jumlah kredit restrukturisasi berdampak positif bagi  penurunan rasio Loan at Risk menjadi 11,81%. Adapun jumlah kredit  restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted atau berdasarkan segmen,  sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode  restrukturisasi kredit alias pembiayaan tambahan selama satu tahun  sampai 31 Maret 2024 adalah 43,39% dari total porsi kredit  restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp130,7 triliun.
Di sisi risiko pasar, kenaikan yield di Oktober berdampak pada  portofolio perbankan, dengan Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan tercatat  di level 1,92%, masih jauh di bawah threshold 20%. Serta, tingkat  profitabilitas (ROA) dan permodalan (CAR) yang relatif tinggi  masing-masing sebesar 2,73% dan 27,48%.
&amp;ldquo;Dalam rangka ikut serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, OJK  aktif mendorong pertumbuhan kredit perbankan dan meningkatkan inklusi  keuangan,&amp;rdquo; tutur Dian.</content:encoded></item></channel></rss>
