<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perputaran Uang di Pemilu 2024 Diproyeksi Tembus Rp100 Triliun</title><description>Perputaran uang di Pemilu 2024 diproyeksi tembus Rp100 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun"/><item><title>Perputaran Uang di Pemilu 2024 Diproyeksi Tembus Rp100 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun-TjGdyaedZw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perputaran uang selama Pemilu 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933635/perputaran-uang-di-pemilu-2024-diproyeksi-tembus-rp100-triliun-TjGdyaedZw.jpeg</image><title>Perputaran uang selama Pemilu 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDcxMy81L3g4cTk1MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perputaran uang di Pemilu 2024 diproyeksi tembus Rp100 triliun. Indef memproyeksikan perputaran uang di tahun politik akan mencapai Rp100 triliun, yang berasal dari belanja makanan, minuman, akomodasi, hotel, transportasi, hingga logistik.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan perputaran uang tersebut akan terjadi sangat luar biasa besar dalam kurun waktu yang sangat cepat.

BACA JUGA:
Dear Investor! Ini Sektor Saham yang Siap Cuan saat Pemilu 2024


&quot;Perputaran uang ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi,&quot; ujar Tauhid dilansir dari Antara, Rabu (6/12/2023).
Tauhid menjelaskan, salah satu perputaran uang yang terjadi di tahun politik berasal dari belanja pemerintah untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang mencapai sekitar Rp50 triliun hingga Rp60 triliun.

BACA JUGA:
Prediksi Perilaku Pengusaha hingga Pasar Saham Jelang Pemilu 2024


Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan bagi perekonomian Indonesia pada 2024, yaitu era suku bunga tinggi, di mana masih akan terdapat ketidakpastian mengenai arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang belum diketahui akan menurunkan atau mempertahankan suku bunga acuan.
Selain itu, perang Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut, krisis di Timur Tengah, serta pelemahan harga komoditas, turut menjadi ketidakpastian yang harus dihadapi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Dia melanjutkan, tantangan lainnya bagi ekonomi domestik datang dari  perlambatan perekonomian China, yang berpotensi menurunkan nilai ekspor  dan impor Indonesia.
&quot;Mau tidak mau tahun depan situasi global akan sangat mendera kita,&quot; tuturnya.
Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, berbagai lembaga  internasional pun memperkirakan ekonomi dunia hanya akan tumbuh sebesar  2,7% pada 2023 dan sedikit naik menjadi 2,8% di 2024.
Oleh karenanya, Tauhid berharap seluruh pihak bisa membangun  optimisme sembari mengatasi beragam tantangan yang akan dihadapi  Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDcxMy81L3g4cTk1MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perputaran uang di Pemilu 2024 diproyeksi tembus Rp100 triliun. Indef memproyeksikan perputaran uang di tahun politik akan mencapai Rp100 triliun, yang berasal dari belanja makanan, minuman, akomodasi, hotel, transportasi, hingga logistik.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan perputaran uang tersebut akan terjadi sangat luar biasa besar dalam kurun waktu yang sangat cepat.

BACA JUGA:
Dear Investor! Ini Sektor Saham yang Siap Cuan saat Pemilu 2024


&quot;Perputaran uang ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi,&quot; ujar Tauhid dilansir dari Antara, Rabu (6/12/2023).
Tauhid menjelaskan, salah satu perputaran uang yang terjadi di tahun politik berasal dari belanja pemerintah untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang mencapai sekitar Rp50 triliun hingga Rp60 triliun.

BACA JUGA:
Prediksi Perilaku Pengusaha hingga Pasar Saham Jelang Pemilu 2024


Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan bagi perekonomian Indonesia pada 2024, yaitu era suku bunga tinggi, di mana masih akan terdapat ketidakpastian mengenai arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang belum diketahui akan menurunkan atau mempertahankan suku bunga acuan.
Selain itu, perang Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut, krisis di Timur Tengah, serta pelemahan harga komoditas, turut menjadi ketidakpastian yang harus dihadapi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Dia melanjutkan, tantangan lainnya bagi ekonomi domestik datang dari  perlambatan perekonomian China, yang berpotensi menurunkan nilai ekspor  dan impor Indonesia.
&quot;Mau tidak mau tahun depan situasi global akan sangat mendera kita,&quot; tuturnya.
Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, berbagai lembaga  internasional pun memperkirakan ekonomi dunia hanya akan tumbuh sebesar  2,7% pada 2023 dan sedikit naik menjadi 2,8% di 2024.
Oleh karenanya, Tauhid berharap seluruh pihak bisa membangun  optimisme sembari mengatasi beragam tantangan yang akan dihadapi  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
