<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keuangan Masih Defisit, Bumi Resources (BUMI) Tak Bagi Dividen</title><description>PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menetapkan tidak membagikan dividen pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen"/><item><title>Keuangan Masih Defisit, Bumi Resources (BUMI) Tak Bagi Dividen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen-mYXAnSeys4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUMI tidak bagikan dividen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933857/keuangan-masih-defisit-bumi-resources-bumi-tak-bagi-dividen-mYXAnSeys4.jpg</image><title>BUMI tidak bagikan dividen (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menetapkan tidak membagikan dividen pada tahun ini. Pasalnya kondisi keuangan perseroan masih defisit rugi yang mencapai USD2,30 miliar hingga kuartal III-2023.
Meski begitu, jumlah defisit rugi untuk tahun ini alami penurunan dari tahun 2022 yang mencapai USD2,62 miliar di kuartal yang sama.

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Makin Menguat 0,37% ke 7.127


Kondisi ini juga berlangsung saat laba bersih turun secara tahunan (year on year/YoY). Hal tersebut disampaikan manajemen perusahaan dalam Paparan Publik Tahunan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Jakarta, Rabu (6/12/2023).
&quot;Sesuai dengan UUD PT pasal 70 dan 71 bahwa bumi belum mememuhi persyaratan untuk dapat membagikan  dividen kepada para pemegang sahamnya, karena perseroan masih mencatatkan defisit,&quot; ujar Direktur Bumi Resources Sri Damayanti.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat Tipis ke Level 7.102 


Sri Damayanti mengungkapkan ke depannya, manajemen akan berusaha mempercepat kemungkinan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Laba perseroan berjalan hingga kuartal III-2023 merosot 84 persen menjadi USD58,3 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD365,5 juta. Penurunan tersebut seiring penurunan harga batu bara sebesar 28 persen dan terdampak naiknya harga minyak dan royalti.
Pendapatan emiten pertambangan milik Grup Bakrie tersebut menjadi  USD1,17 miliar atau turun 15,78 persen dari sebelumnya USD1,39 miliar  hingga kuartal III-2022.
Sementara beban pokok pendapatan perseroan dari USD1,1 miliar menjadi  USD1,09 miliar. Beban usaha turun dari USD69,23 juta menjadi USD62 juta  sampai dengan September 2023.
Per akhir September 2023, total liabilitas BUMI tercatat sebesar  USD1,37 miliar atau turun dibanding posisi per akhir 2022 yang sebesar  USD1,67 miliar. Sedangkan total ekuitas hampir tidak ada perubahan dari  USD2,818 miliar di akhir tahun lalu menjadi USD2,816 miliar di akhir  bulan kesembilan ini.
Jumlah aset perseroan justru susut dari posisi 31 Desember 2022  sebesar USD4,49 miliar menjadi USD4,19 miliar di 30 September ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menetapkan tidak membagikan dividen pada tahun ini. Pasalnya kondisi keuangan perseroan masih defisit rugi yang mencapai USD2,30 miliar hingga kuartal III-2023.
Meski begitu, jumlah defisit rugi untuk tahun ini alami penurunan dari tahun 2022 yang mencapai USD2,62 miliar di kuartal yang sama.

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Makin Menguat 0,37% ke 7.127


Kondisi ini juga berlangsung saat laba bersih turun secara tahunan (year on year/YoY). Hal tersebut disampaikan manajemen perusahaan dalam Paparan Publik Tahunan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Jakarta, Rabu (6/12/2023).
&quot;Sesuai dengan UUD PT pasal 70 dan 71 bahwa bumi belum mememuhi persyaratan untuk dapat membagikan  dividen kepada para pemegang sahamnya, karena perseroan masih mencatatkan defisit,&quot; ujar Direktur Bumi Resources Sri Damayanti.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat Tipis ke Level 7.102 


Sri Damayanti mengungkapkan ke depannya, manajemen akan berusaha mempercepat kemungkinan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Laba perseroan berjalan hingga kuartal III-2023 merosot 84 persen menjadi USD58,3 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD365,5 juta. Penurunan tersebut seiring penurunan harga batu bara sebesar 28 persen dan terdampak naiknya harga minyak dan royalti.
Pendapatan emiten pertambangan milik Grup Bakrie tersebut menjadi  USD1,17 miliar atau turun 15,78 persen dari sebelumnya USD1,39 miliar  hingga kuartal III-2022.
Sementara beban pokok pendapatan perseroan dari USD1,1 miliar menjadi  USD1,09 miliar. Beban usaha turun dari USD69,23 juta menjadi USD62 juta  sampai dengan September 2023.
Per akhir September 2023, total liabilitas BUMI tercatat sebesar  USD1,37 miliar atau turun dibanding posisi per akhir 2022 yang sebesar  USD1,67 miliar. Sedangkan total ekuitas hampir tidak ada perubahan dari  USD2,818 miliar di akhir tahun lalu menjadi USD2,816 miliar di akhir  bulan kesembilan ini.
Jumlah aset perseroan justru susut dari posisi 31 Desember 2022  sebesar USD4,49 miliar menjadi USD4,19 miliar di 30 September ini.</content:encoded></item></channel></rss>
