<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Ungkap Penyebab Orang RI Belum Mau Pakai Motor Listrik meski Ada Subsidi Rp7 Juta</title><description>Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan soal program insentif motor listrik Rp7 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta"/><item><title>Menperin Ungkap Penyebab Orang RI Belum Mau Pakai Motor Listrik meski Ada Subsidi Rp7 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 16:08 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta-v80sGdMMvQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang soal insentif motor listrik. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933865/menperin-ungkap-penyebab-orang-ri-belum-mau-pakai-motor-listrik-meski-ada-subsidi-rp7-juta-v80sGdMMvQ.JPG</image><title>Menperin Agus Gumiwang soal insentif motor listrik. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan soal program insentif motor listrik Rp 7 juta masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Salah satu permasalahan yang paling utama adalah infrastruktur untuk motor listrik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?

&quot;Dalam konteks Kemenperin, kami melihat bahwa salah satu masalah yang dihadapi atau yang ditemui di lapangan, yang membuat masyarakat masih belum memiliki kenyamanan yang tinggi terhadap penggunaan motor listrik, yaitu mengenai baterai itu sendiri,&quot; ungkap Menperin saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Agus mengatakan, saat ini swap stasion masih belum terlalu banyak yang tersedia, selain itu, baterai dari motor listrik juga masih beragam bentuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Penyebab Penjualan Motor Listrik Masih Rendah

&quot;Oleh karena itu, upaya Kemenperin dalam waktu yang tidak terlalu lama ini, kita akan segera menetapkan sebuah standar nasional untuk baterai motor listrik,&quot; ujarnya.

Standar baterai itu menurutnya merupakan upaya dari Kemenperin untuk menyeragamkan baterai motor listrik, dari seluruh pabrikan motor listrik yang ada di Indonesia.

&quot;Kalau kita liat sekarang sudah ada sekitar 24 pabrikan motor listrik di Indonesia. Nanti berdasarkan data yang kami miliki akan terus bertambah banyak, nanti semua pabrikan itu akan menggunakan satu baterai standar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pasokan Baterai Langka, Program Konversi Motor Listrik Terhambat



Menurutnya, penyetaraan itu untuk mempermudah atau menciptakan kenyamanan untuk konsumen.



Sehingga konsumen di seluruh Indonesia ketika membeli motor listrik, apapun mereknya, tidak perlu khawatir mengenai baterai.



&quot;Mereka bisa melakukan swap baterai di swap station manapun, dengan keyakinan bahwa dia akan mendapatkan baterai, karena memang standar baterainya akan kita seragamkan. Itulah dalam konteks Kemenperin yang akan kami perbaiki ke depan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan soal program insentif motor listrik Rp 7 juta masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Salah satu permasalahan yang paling utama adalah infrastruktur untuk motor listrik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penjualan Motor Listrik di RI Masih Jauh dari Target, Kenapa?

&quot;Dalam konteks Kemenperin, kami melihat bahwa salah satu masalah yang dihadapi atau yang ditemui di lapangan, yang membuat masyarakat masih belum memiliki kenyamanan yang tinggi terhadap penggunaan motor listrik, yaitu mengenai baterai itu sendiri,&quot; ungkap Menperin saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Agus mengatakan, saat ini swap stasion masih belum terlalu banyak yang tersedia, selain itu, baterai dari motor listrik juga masih beragam bentuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Penyebab Penjualan Motor Listrik Masih Rendah

&quot;Oleh karena itu, upaya Kemenperin dalam waktu yang tidak terlalu lama ini, kita akan segera menetapkan sebuah standar nasional untuk baterai motor listrik,&quot; ujarnya.

Standar baterai itu menurutnya merupakan upaya dari Kemenperin untuk menyeragamkan baterai motor listrik, dari seluruh pabrikan motor listrik yang ada di Indonesia.

&quot;Kalau kita liat sekarang sudah ada sekitar 24 pabrikan motor listrik di Indonesia. Nanti berdasarkan data yang kami miliki akan terus bertambah banyak, nanti semua pabrikan itu akan menggunakan satu baterai standar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pasokan Baterai Langka, Program Konversi Motor Listrik Terhambat



Menurutnya, penyetaraan itu untuk mempermudah atau menciptakan kenyamanan untuk konsumen.



Sehingga konsumen di seluruh Indonesia ketika membeli motor listrik, apapun mereknya, tidak perlu khawatir mengenai baterai.



&quot;Mereka bisa melakukan swap baterai di swap station manapun, dengan keyakinan bahwa dia akan mendapatkan baterai, karena memang standar baterainya akan kita seragamkan. Itulah dalam konteks Kemenperin yang akan kami perbaiki ke depan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
