<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transformasi Digital Industri Perbankan Dorong Indonesia Emas 2045</title><description>Perkembangan teknologi dalam industri keuangan semakin pesat dan disebut membawa banyak dampak positif bagi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045"/><item><title>Transformasi Digital Industri Perbankan Dorong Indonesia Emas 2045</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045-lQshcdTcRB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">FHCPI bahas soal dampak transformasi digital keuangan dorong Indonesia Emas 2045. (Foto: FHCPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/320/2933964/transformasi-digital-industri-perbankan-dorong-indonesia-emas-2045-lQshcdTcRB.jpg</image><title>FHCPI bahas soal dampak transformasi digital keuangan dorong Indonesia Emas 2045. (Foto: FHCPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Perkembangan teknologi dalam industri keuangan semakin pesat dan disebut membawa banyak dampak positif bagi masyarakat.

Salah satunya dengan mengubah  cara-cara nasabah menggunakan layanan banking.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kredit Perbankan Oktober 2023 Naik 8,99% Jadi Rp6.902 Triliun

Diketahui, kalau dulu mesin ATM begitu populer dipakai nasabah dalam melakukan berbagai transaksi.

Ketua Umum Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI), Suryantoro Waluyo mengatakan kalau industri perbankan di Indonesia dapat mengimbangi laju perubahan teknologi, bertahan agar tetap relevan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penyaluran Kredit Perbankan RI Tembus Rp6.837 Triliun per September 2023

Dia juga menyebut kalau industri keuangan Indonesia mampu untuk memanfaatkan bonus demografi menuju era Indonesia Emas di tahun 2045.
&quot;Perubahan digitalisasi yang masif memaksa seluruh aspek pengelolaan SDM, mulai dari desain pekerjaan dan organisasi, peningkatan bidang keahlian baru (reskilling), cara mengelola talenta masa kini, hingga kiat-kiat manajemen remunerasi yang dapat meningkatkan produktivitas,&quot; katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (6/12/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimalisasi Layanan Perbankan Digital, MNC Bank Dapat Penghargaan Best Digital Innovation

Namun sayangnya transformasi digital ini dikhawatirkan berdampak pada pengurangan jumlah cabang bank-bank yang ada di Indonesia.



&quot;Secara tidak langsung perubahan ini berdampak pada pengurangan jumlah cabang selama lima tahun terakhir dan pergeseran keahlian yang dibutuhkan,&quot; jelasnya.



Dia pun kembali menegaskan kalau disrupsi secara masif ini perlu dibarengi dengan perubahan pengelolaan SDM.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Perkembangan teknologi dalam industri keuangan semakin pesat dan disebut membawa banyak dampak positif bagi masyarakat.

Salah satunya dengan mengubah  cara-cara nasabah menggunakan layanan banking.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kredit Perbankan Oktober 2023 Naik 8,99% Jadi Rp6.902 Triliun

Diketahui, kalau dulu mesin ATM begitu populer dipakai nasabah dalam melakukan berbagai transaksi.

Ketua Umum Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI), Suryantoro Waluyo mengatakan kalau industri perbankan di Indonesia dapat mengimbangi laju perubahan teknologi, bertahan agar tetap relevan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penyaluran Kredit Perbankan RI Tembus Rp6.837 Triliun per September 2023

Dia juga menyebut kalau industri keuangan Indonesia mampu untuk memanfaatkan bonus demografi menuju era Indonesia Emas di tahun 2045.
&quot;Perubahan digitalisasi yang masif memaksa seluruh aspek pengelolaan SDM, mulai dari desain pekerjaan dan organisasi, peningkatan bidang keahlian baru (reskilling), cara mengelola talenta masa kini, hingga kiat-kiat manajemen remunerasi yang dapat meningkatkan produktivitas,&quot; katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (6/12/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Optimalisasi Layanan Perbankan Digital, MNC Bank Dapat Penghargaan Best Digital Innovation

Namun sayangnya transformasi digital ini dikhawatirkan berdampak pada pengurangan jumlah cabang bank-bank yang ada di Indonesia.



&quot;Secara tidak langsung perubahan ini berdampak pada pengurangan jumlah cabang selama lima tahun terakhir dan pergeseran keahlian yang dibutuhkan,&quot; jelasnya.



Dia pun kembali menegaskan kalau disrupsi secara masif ini perlu dibarengi dengan perubahan pengelolaan SDM.</content:encoded></item></channel></rss>
