<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasional Bandara Internasional Minangkabau Tidak Terdampak Erupsi Gunung Marapi</title><description>Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Internasional Minangkabau tidak tidak terganggu erupsi Gunung Marapi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi"/><item><title>Operasional Bandara Internasional Minangkabau Tidak Terdampak Erupsi Gunung Marapi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2023 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi-cNA1GtF0Gk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Operasional bandara minangkabau tidak terganggu erupsi gunung marapi (Foto: Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934189/operasional-bandara-internasional-minangkabau-tidak-terdampak-erupsi-gunung-marapi-cNA1GtF0Gk.jpg</image><title>Operasional bandara minangkabau tidak terganggu erupsi gunung marapi (Foto: Kemenhub)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNi8xLzE3NDc3OC81L3g4cWF0ejc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Internasional Minangkabau tidak tidak terganggu erupsi Gunung Marapi. Hal tersebut dinyatakan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  melakukan sejumlah pemeriksaan terkait infrastruktur dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murnimengatakan berdasarkan informasi Ash Notice to Airmen (Ashtam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia no WAWR2785 tanggal 6 Desember 2023 pukul 07:30 WIB, sebaran abu vulkanik terdeteksi mengarah ke barat daya dengan ketinggian flight level 150.

BACA JUGA:
Menhub Bertemui Bos Bandara Jeddah, Tawarkan Peluang Investasi Bandara Haji dan Umrah 


Sedangkan berdasarkan data dari aplikasi System of Indonesian Aviation Meteorology (SIAM) milik Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik tidak menyentuh lokasi Bandara Internasional Minangkabau.
&amp;ldquo;Operasional penerbangan di Bandara Minangkabau masih berjalan normal dan tidak ada penerbangan yang terdampak,&amp;rdquo; ujar Kristi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
Gemuruh Bandara Lombok, Saat Kedatangan Ganjar


Kristi juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengujian secara kasat mata menggunakan paper test juga dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya abu vulkanik di area Bandara Internasional Minangkabau.
Adapun Kristi menuturkan, sejak mendapatkan laporan terjadinya erupsi di Gunung Marapi, ia telah memerintahkan agar Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang untuk selalu melakukan koordinasi intensif dengan semua stakeholder penerbangan agar melakukan mitigasi terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau untuk menghindari area terdampak abu vulkanik.
Terkait penanganan erupsi gunung berapi serta penanganan dampak abu  vulkanik terhadap operasi keselamatan penerbangan, sejak tahun 2019  Ditjen Hubud telah membangun sistem teknologi informasi berbasis web  dalam penyediaan informasi aeronautika terpadu melalui  I-WISH  (Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling) yang  dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP  153 Tahun 2019.
Dalam sistem I-WISH ini, stakeholders yang terlibat seperti terkait  seperti Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan  Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan  Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan  Geofisika (BMKG).
Dan Kantor Otoritas Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan  Udara/Airlines, Badan Usaha Bandar Udara dan Penyelenggara Bandar Udara,  dapat menyampaikan semua informasi dalam hal penanganan abu vulkanik  atau yang lebih dikenal dengan CDM (Collaborative Decision Making).
&amp;ldquo;Kami terus melakukan monitoring berupa pemantauan dan  mengidentifikasi potensi ancaman debu vulkanik ke penerbangan, termasuk  rute penerbangan dan fasilitas bandara,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNi8xLzE3NDc3OC81L3g4cWF0ejc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Internasional Minangkabau tidak tidak terganggu erupsi Gunung Marapi. Hal tersebut dinyatakan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  melakukan sejumlah pemeriksaan terkait infrastruktur dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murnimengatakan berdasarkan informasi Ash Notice to Airmen (Ashtam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia no WAWR2785 tanggal 6 Desember 2023 pukul 07:30 WIB, sebaran abu vulkanik terdeteksi mengarah ke barat daya dengan ketinggian flight level 150.

BACA JUGA:
Menhub Bertemui Bos Bandara Jeddah, Tawarkan Peluang Investasi Bandara Haji dan Umrah 


Sedangkan berdasarkan data dari aplikasi System of Indonesian Aviation Meteorology (SIAM) milik Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik tidak menyentuh lokasi Bandara Internasional Minangkabau.
&amp;ldquo;Operasional penerbangan di Bandara Minangkabau masih berjalan normal dan tidak ada penerbangan yang terdampak,&amp;rdquo; ujar Kristi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
Gemuruh Bandara Lombok, Saat Kedatangan Ganjar


Kristi juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengujian secara kasat mata menggunakan paper test juga dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya abu vulkanik di area Bandara Internasional Minangkabau.
Adapun Kristi menuturkan, sejak mendapatkan laporan terjadinya erupsi di Gunung Marapi, ia telah memerintahkan agar Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang untuk selalu melakukan koordinasi intensif dengan semua stakeholder penerbangan agar melakukan mitigasi terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau untuk menghindari area terdampak abu vulkanik.
Terkait penanganan erupsi gunung berapi serta penanganan dampak abu  vulkanik terhadap operasi keselamatan penerbangan, sejak tahun 2019  Ditjen Hubud telah membangun sistem teknologi informasi berbasis web  dalam penyediaan informasi aeronautika terpadu melalui  I-WISH  (Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling) yang  dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP  153 Tahun 2019.
Dalam sistem I-WISH ini, stakeholders yang terlibat seperti terkait  seperti Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan  Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan  Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan  Geofisika (BMKG).
Dan Kantor Otoritas Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan  Udara/Airlines, Badan Usaha Bandar Udara dan Penyelenggara Bandar Udara,  dapat menyampaikan semua informasi dalam hal penanganan abu vulkanik  atau yang lebih dikenal dengan CDM (Collaborative Decision Making).
&amp;ldquo;Kami terus melakukan monitoring berupa pemantauan dan  mengidentifikasi potensi ancaman debu vulkanik ke penerbangan, termasuk  rute penerbangan dan fasilitas bandara,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
