<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Tiap 7-8 Tahun BPR Tutup karena Tata Kelola Buruk</title><description>LPS mengungkap, setiap tahun rata-rata 7 hingga 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengalami kebangkrutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk"/><item><title>Ngeri! Tiap 7-8 Tahun BPR Tutup karena Tata Kelola Buruk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2023 08:29 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk-9VCKCsKNb0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setiap 7-8 tahun ada BPR yang bangkrut (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934206/ngeri-tiap-7-8-tahun-bpr-tutup-karena-tata-kelola-buruk-9VCKCsKNb0.jpg</image><title>Setiap 7-8 tahun ada BPR yang bangkrut (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMS80LzE1NjczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap, setiap tahun rata-rata 7 hingga 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengalami kebangkrutan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hal tersebut bukan karena perburukan ekonomi, tapi karena tata kelola manajemen BPR yang buruk.

BACA JUGA:
Ternyata Simpanan Nasabah Bank yang Dijamin LPS Rp2 Miliar Terbesar di Dunia


&quot;Memang BPR setiap tahun ada yang jatuh, rata-rata 7 sampai 8. Tahun ini rendah, tapi bukan karena perburukan ekonomi, itu utamanya karena bad management saja,&quot; ungkap Purbaya dalam acara LPS Award 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, dikutip Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
LPS Cabut Izin Usaha 2 BPR Bangkrut per Oktober 2023


Dia mengatakan, tahun ini BPR yang tumbang mengalami penurunan, hingga Oktober 2023, ada BPR yang jatuh dan sudah dilakukan resolusi.
&quot;Di tahun ini LPS melakukan resolusi terhadap 4 BPR yang hingga 30 Oktober sudah dibayarkan klaimnya kepada nasabah sebesar lebih dari Rp260 miliar,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, Purbaya menyatakan, secara umum, perbankan nasional  saat ini dalam kondisi yang sangat baik. Hal itu tercermin dari level  permodalan perbankan nasional yang tebal. Per Oktober 2023, CAR berada  pada level 27,48%. Likuiditas juga dalam kondisi yang mencukupi.
Indikator AL/NCD (Alat Likuid/Non-Core Deposit) dan AL/DPK (Alat  Likuid/Dana Pihak Ketiga) masing-masing sebesar 117,29% dan 26,36%,  keduanya jauh di atas threshold. Intermediasi perbankan pada bulan  Oktober 2023 juga berkembang dengan baik, dengan kredit yang tumbuh  sebesar 8,99% YoY.
&quot;Sementara itu Dana Pihak Ketiga tumbuh 3,43% di periode yang sama,  seiring dengan percepatan pada aktivitas ekonomi nasional melalui  belanja korporasi dan juga daerah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMS80LzE1NjczNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap, setiap tahun rata-rata 7 hingga 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengalami kebangkrutan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hal tersebut bukan karena perburukan ekonomi, tapi karena tata kelola manajemen BPR yang buruk.

BACA JUGA:
Ternyata Simpanan Nasabah Bank yang Dijamin LPS Rp2 Miliar Terbesar di Dunia


&quot;Memang BPR setiap tahun ada yang jatuh, rata-rata 7 sampai 8. Tahun ini rendah, tapi bukan karena perburukan ekonomi, itu utamanya karena bad management saja,&quot; ungkap Purbaya dalam acara LPS Award 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, dikutip Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
LPS Cabut Izin Usaha 2 BPR Bangkrut per Oktober 2023


Dia mengatakan, tahun ini BPR yang tumbang mengalami penurunan, hingga Oktober 2023, ada BPR yang jatuh dan sudah dilakukan resolusi.
&quot;Di tahun ini LPS melakukan resolusi terhadap 4 BPR yang hingga 30 Oktober sudah dibayarkan klaimnya kepada nasabah sebesar lebih dari Rp260 miliar,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, Purbaya menyatakan, secara umum, perbankan nasional  saat ini dalam kondisi yang sangat baik. Hal itu tercermin dari level  permodalan perbankan nasional yang tebal. Per Oktober 2023, CAR berada  pada level 27,48%. Likuiditas juga dalam kondisi yang mencukupi.
Indikator AL/NCD (Alat Likuid/Non-Core Deposit) dan AL/DPK (Alat  Likuid/Dana Pihak Ketiga) masing-masing sebesar 117,29% dan 26,36%,  keduanya jauh di atas threshold. Intermediasi perbankan pada bulan  Oktober 2023 juga berkembang dengan baik, dengan kredit yang tumbuh  sebesar 8,99% YoY.
&quot;Sementara itu Dana Pihak Ketiga tumbuh 3,43% di periode yang sama,  seiring dengan percepatan pada aktivitas ekonomi nasional melalui  belanja korporasi dan juga daerah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
