<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertama di RI, Melihat Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Lapangan Golf</title><description>PT Berau Coal melakukan reklamasi pascatambang menjadi lapangan golf pertama di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf"/><item><title>Pertama di RI, Melihat Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Lapangan Golf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2023 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf-4OQpOM4l84.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bekas lahan tambang dijadikan lapangan golf (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/320/2934374/pertama-di-ri-melihat-pemanfaatan-lahan-bekas-tambang-jadi-lapangan-golf-4OQpOM4l84.jpg</image><title>Bekas lahan tambang dijadikan lapangan golf (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA5MC81L3g4cHV1OXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BERAU &amp;ndash; PT Berau Coal melakukan reklamasi pascatambang menjadi lapangan golf pertama di Indonesia.
&quot;Lapangan Golf Binungan ini menjadi lapangan golf pertama di Indonesia yang dibangun di kawasan pascatambang saat reklamasi selesai,&quot; jelas Mine Closure Departement Head PT Berau Coal Doddy Herika W ketika ditemui di Lapangan Golf Binungan, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
Indo Tambangraya (ITMG) Operasikan Tambang Baru Tahun Depan


Doddy mengungkapkan, lapangan golf ini merupakan bagian dari program Kawasan Pengembangan Masa Depan atau dikenal dengan sebutan Kembang Mapan 56 lantaran dilakukan di area bekas tambang Blok 5 dan 6 di site Binungan yang telah ditambang Berau Coal sejak tahun 1995 dan ditutup tahun 2005 silam.
&quot;Lapangan Golf ini merupakan bagian dari Kawasan Pengembangan Masa Depan (Kembang Mapan) yang terintegrasi dengan program pascatambang lainnya seperti peternakan, perikanan, perkebunan, outbond dan lainnya. Sehingga selanjutnya dapat menjadi sarana olahraga, rekreasi dan sumber ekonomi baru di Kabupaten Berau,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Ternyata 90% Tambang Nikel Indonesia Dikuasai China


Lebih lanjut Doddy juga menerangkan alasan lahan reklamasi dibangun menjadi lapangan golf itu karena adanya permintaan dari stakeholder terkait.
&quot;Karena saat itu ada permintaan dari stakeholder tapi kami tidak hanya prioritaskan jadi lapangan golf tapi kita buat sederhana mungkin. Sebenarnya reklamasi golf ini tidak banyak pohonnya, lebih enak tanam rumput. Jadi terpacu untuk coba membuat bentuk lain reklamasi apa yang bisa dibuat,&quot; lanjutnya.
Sebagai informasi, luasan area lapangan golf ini mencapai 55,38  Hektar (Ha) dan sudah memiliki 18 hole dengan fasilitas yang tersedia  seperti Green Rough, Fairway, Bunker, dan area istirahat. Keberadaan  lapangan ini juga untuk mendukung pola hidup sehat. Sekaligus menjadi  tempat silaturahmi antar karyawan dan masyarakat pecinta golf.
Selain itu, reklamasi juga dilakukan di area yang dulunya merupakan  lubang tambang yang diubah menjadi danau pasca tambang. Danau seluas 28  hektar tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk perikanan, sumber air  masyarakat bahkan olahraga air.
&quot;Dari 150 hektar yang ditutup, tersisa 28 hektar dan sayang kalau  ditutup karena airnya bagus dan sesuai baku mutu lingkungan. Sehingga  kita tetapkan sebagai area peralihan atau void atau yang disebut danau  pasca tambang,&quot; terangnya.
Dikatakan Doddy, hampir semua kawasan pascatambang ini telah  direklamasi. Namun baru Blok 5 dan 6 ini yang dimanfaatkan lantaran dari  Blok 1 sampai dengan 4 didominasi area hutan sehingga revegetasinya  dikembalikan menjadi hutan produktif lagi.
Dia menambahkan, begitu pula dengan Blok 7 dan 8, meskipun saat ini  sebagian masih aktif dilakukan aktivitas penambangan namun reklamasi  tetap dilakukan. Sehingga tidak menunggu pertambangan selesai namun  berjalan pararel dengan proses penambangan aktif tersebut.
&quot;Sementara di blok 5 dan 6 kawasannya tidak hutan tapi status  kawasannya sebagai kawasan non hutan atau area penggunaan lain, sehingga  peruntukkan kawasan ini bisa untuk reklamasi dalam bentuk lain spt  pariwisata, budidaya dan pemukiman. (Jadi) yang sudah masuk pascatambang  dan sudah harus dipastikan pemanfaatannya baru blok 5 dan 6 ini.  Sedangkan blok lainnya 1,2,3,4,7,8 sudah reklamasi saja, hanya berupa  penanaman dan sudah ditata kembali sampai revegetasinya,&quot; paparnya.
Perlu diketahui bahwa pengelolaan reklamasi di area pasca tambang  juga dimanfaatkan sebagai peternakan sapi dan kambing yang  pengelolaannya menggunakan sistem silvopastura. Sistem ini merupakan  sistem budidaya yang memadukan antara merawat tanaman kehutanan dengan  peternakan di dalam satu kawasan yang sama untuk meningkatkan nilai  lahan menjadi lebih produktif.
&quot;Kita ada 80 hektar grazing area dan kalau yang silvopastura pokoknya  yang ada revegetasinya atau ada tanamannya kita lepasin disitu,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA5MC81L3g4cHV1OXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BERAU &amp;ndash; PT Berau Coal melakukan reklamasi pascatambang menjadi lapangan golf pertama di Indonesia.
&quot;Lapangan Golf Binungan ini menjadi lapangan golf pertama di Indonesia yang dibangun di kawasan pascatambang saat reklamasi selesai,&quot; jelas Mine Closure Departement Head PT Berau Coal Doddy Herika W ketika ditemui di Lapangan Golf Binungan, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:
Indo Tambangraya (ITMG) Operasikan Tambang Baru Tahun Depan


Doddy mengungkapkan, lapangan golf ini merupakan bagian dari program Kawasan Pengembangan Masa Depan atau dikenal dengan sebutan Kembang Mapan 56 lantaran dilakukan di area bekas tambang Blok 5 dan 6 di site Binungan yang telah ditambang Berau Coal sejak tahun 1995 dan ditutup tahun 2005 silam.
&quot;Lapangan Golf ini merupakan bagian dari Kawasan Pengembangan Masa Depan (Kembang Mapan) yang terintegrasi dengan program pascatambang lainnya seperti peternakan, perikanan, perkebunan, outbond dan lainnya. Sehingga selanjutnya dapat menjadi sarana olahraga, rekreasi dan sumber ekonomi baru di Kabupaten Berau,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Ternyata 90% Tambang Nikel Indonesia Dikuasai China


Lebih lanjut Doddy juga menerangkan alasan lahan reklamasi dibangun menjadi lapangan golf itu karena adanya permintaan dari stakeholder terkait.
&quot;Karena saat itu ada permintaan dari stakeholder tapi kami tidak hanya prioritaskan jadi lapangan golf tapi kita buat sederhana mungkin. Sebenarnya reklamasi golf ini tidak banyak pohonnya, lebih enak tanam rumput. Jadi terpacu untuk coba membuat bentuk lain reklamasi apa yang bisa dibuat,&quot; lanjutnya.
Sebagai informasi, luasan area lapangan golf ini mencapai 55,38  Hektar (Ha) dan sudah memiliki 18 hole dengan fasilitas yang tersedia  seperti Green Rough, Fairway, Bunker, dan area istirahat. Keberadaan  lapangan ini juga untuk mendukung pola hidup sehat. Sekaligus menjadi  tempat silaturahmi antar karyawan dan masyarakat pecinta golf.
Selain itu, reklamasi juga dilakukan di area yang dulunya merupakan  lubang tambang yang diubah menjadi danau pasca tambang. Danau seluas 28  hektar tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk perikanan, sumber air  masyarakat bahkan olahraga air.
&quot;Dari 150 hektar yang ditutup, tersisa 28 hektar dan sayang kalau  ditutup karena airnya bagus dan sesuai baku mutu lingkungan. Sehingga  kita tetapkan sebagai area peralihan atau void atau yang disebut danau  pasca tambang,&quot; terangnya.
Dikatakan Doddy, hampir semua kawasan pascatambang ini telah  direklamasi. Namun baru Blok 5 dan 6 ini yang dimanfaatkan lantaran dari  Blok 1 sampai dengan 4 didominasi area hutan sehingga revegetasinya  dikembalikan menjadi hutan produktif lagi.
Dia menambahkan, begitu pula dengan Blok 7 dan 8, meskipun saat ini  sebagian masih aktif dilakukan aktivitas penambangan namun reklamasi  tetap dilakukan. Sehingga tidak menunggu pertambangan selesai namun  berjalan pararel dengan proses penambangan aktif tersebut.
&quot;Sementara di blok 5 dan 6 kawasannya tidak hutan tapi status  kawasannya sebagai kawasan non hutan atau area penggunaan lain, sehingga  peruntukkan kawasan ini bisa untuk reklamasi dalam bentuk lain spt  pariwisata, budidaya dan pemukiman. (Jadi) yang sudah masuk pascatambang  dan sudah harus dipastikan pemanfaatannya baru blok 5 dan 6 ini.  Sedangkan blok lainnya 1,2,3,4,7,8 sudah reklamasi saja, hanya berupa  penanaman dan sudah ditata kembali sampai revegetasinya,&quot; paparnya.
Perlu diketahui bahwa pengelolaan reklamasi di area pasca tambang  juga dimanfaatkan sebagai peternakan sapi dan kambing yang  pengelolaannya menggunakan sistem silvopastura. Sistem ini merupakan  sistem budidaya yang memadukan antara merawat tanaman kehutanan dengan  peternakan di dalam satu kawasan yang sama untuk meningkatkan nilai  lahan menjadi lebih produktif.
&quot;Kita ada 80 hektar grazing area dan kalau yang silvopastura pokoknya  yang ada revegetasinya atau ada tanamannya kita lepasin disitu,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
