<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Naik Kereta Cepat Whoosh ke Bandung, Bicara soal Pangan RI</title><description>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan Kabupaten Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri"/><item><title>Mentan Naik Kereta Cepat Whoosh ke Bandung, Bicara soal Pangan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Asla Lupanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri-eHwBTZsoD1.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman naik Kereta Cepat Whoosh ke Bandung. (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/08/320/2935352/mentan-naik-kereta-cepat-whoosh-ke-bandung-bicara-soal-pangan-ri-eHwBTZsoD1.JPG</image><title>Mentan Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman naik Kereta Cepat Whoosh ke Bandung. (Foto: Kementan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMC81L3g4cWJobTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan Kabupaten Bandung.

Bahkan Amran pun menggunakan Kereta Cepat Whoosh sebagai mobilitasnya untuk pergi Kabupaten Bandung.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemenag Susun Dhammapada Braille untuk Penyandang Disabilitas

&quot;Ini serasa kita di Jepang naik Shinkansen ini luar biasa Presiden kita ini gagasan besar ini adalah sejarah pertama ada Kereta Cepat dan serasa kita di Jepang,&quot; katanya dikutip dalam video di akun resmi YouTube Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (8/12/2023).

Tujuannya datang ke Kabupaten Bandung untuk meninjau soal percepatan tanam bersama seluruh PPL, KTNA, Kelompok Tani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ombudsman Sebut Andi Amran sebagai Sosok Kuat Pimpin Kementan

&quot;Bahwa segera disempurnakan Permentan agar petani bisa mendapatkan pupuk dengan mudah,&quot; ucapnya.

Dia juga berkomitmen untuk melakukan pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Bawang Putih Melalui Wajib Tanam dan Produksi


Salah satunya dengan menebus pupuk bersubsidi kini tidak hanya bisa diakses dengan kartu tani tetapi juga bisa hanya dengan KTP.



Di mana kemudahan yang diberikan pada para petani ini diharapkan dapat memudahkan petani dan memberi semangat untuk menanam.



Sehingga peningkatan produksi padi secara nasional dapat terwujud.



Mentan juga menegaskan kalau petani, PPL dan kelompok Tani adalah pahlawan bagi pangan Indonesia.



&quot;Kita harus siapkan ini pangan untuk kita, bisa bayangkan kalau impor ini meningkat tiba-tiba barang tidak ada,&quot; katanya.



Adapun dalam kunjungan kerjanya itu, Mentan memperkenalkan pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi, yakni menebus pupuk bersubsidi kini cukup hanya dengan menggunakan KTP.



&quot;Kemudahan yang diberikan pada para petani ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi nasional, untuk menuju swasembada kelak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMC81L3g4cWJobTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan Kabupaten Bandung.

Bahkan Amran pun menggunakan Kereta Cepat Whoosh sebagai mobilitasnya untuk pergi Kabupaten Bandung.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemenag Susun Dhammapada Braille untuk Penyandang Disabilitas

&quot;Ini serasa kita di Jepang naik Shinkansen ini luar biasa Presiden kita ini gagasan besar ini adalah sejarah pertama ada Kereta Cepat dan serasa kita di Jepang,&quot; katanya dikutip dalam video di akun resmi YouTube Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (8/12/2023).

Tujuannya datang ke Kabupaten Bandung untuk meninjau soal percepatan tanam bersama seluruh PPL, KTNA, Kelompok Tani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ombudsman Sebut Andi Amran sebagai Sosok Kuat Pimpin Kementan

&quot;Bahwa segera disempurnakan Permentan agar petani bisa mendapatkan pupuk dengan mudah,&quot; ucapnya.

Dia juga berkomitmen untuk melakukan pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Bawang Putih Melalui Wajib Tanam dan Produksi


Salah satunya dengan menebus pupuk bersubsidi kini tidak hanya bisa diakses dengan kartu tani tetapi juga bisa hanya dengan KTP.



Di mana kemudahan yang diberikan pada para petani ini diharapkan dapat memudahkan petani dan memberi semangat untuk menanam.



Sehingga peningkatan produksi padi secara nasional dapat terwujud.



Mentan juga menegaskan kalau petani, PPL dan kelompok Tani adalah pahlawan bagi pangan Indonesia.



&quot;Kita harus siapkan ini pangan untuk kita, bisa bayangkan kalau impor ini meningkat tiba-tiba barang tidak ada,&quot; katanya.



Adapun dalam kunjungan kerjanya itu, Mentan memperkenalkan pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi, yakni menebus pupuk bersubsidi kini cukup hanya dengan menggunakan KTP.



&quot;Kemudahan yang diberikan pada para petani ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi nasional, untuk menuju swasembada kelak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
