<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo, Tepatkah?</title><description>Budi Karya Sumadi menganggap wacana penambahan stasiun kereta cepat Whoosh di wilayah Bandung tidak efektif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah"/><item><title>Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo, Tepatkah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 04:13 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/11/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah-CFtbHUvyQ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wacara Tambahan Stasiun Kereta Cepat di Kopo. (Foto: Okezone.com/KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/11/320/2936898/wacana-tambah-stasiun-kereta-cepat-whoosh-di-kopo-tepatkah-CFtbHUvyQ6.jpg</image><title>Wacara Tambahan Stasiun Kereta Cepat di Kopo. (Foto: Okezone.com/KCIC)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menganggap wacana penambahan stasiun kereta cepat Whoosh di wilayah Bandung tidak efektif. Alasannya sudah ada dua stasiun kereta cepat Whoosh yang telah beroperasi di wilayah Bandung yakni Padalarang dan Tegalluar.
Dengan adanya hal ini akan dikaji secara lebih lanjut dengan mempertimbangkan segala aspek. Semakin banyak stasiun juga dianggap akan mengurangi  efektivitas perjalanan kereta, karena kereta harus lebih benyak berhenti pada setiap stasiun.

BACA JUGA:
Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

&quot;Itu sudah saya sampaikan (terkait tidak efektifnya penambahan stasiun di Bandung), tapi tetap ada saja yang mau,&quot; kata Menhub saat ditemui di The Westin, Jakarta.
Meskipun begitu, Menhub tetap mempersilahkan adanya usulan penambahan stasiun kereta cepat Whoosh. Tapi Menhub mengatakan perlu adanya studi yang mendalam dan perlu adanya komunikasi dengan pihak operator kereta cepat.
&quot;Kami kan regulator nanti kami akan menilai apa yang akan diusulkan oleh masyarakat. Karena pada akhirnya yang akan bersepakat menerima atau tidaknya itu operator. Baru nanti syarat syarat teknis kita akan sampaikan kepada mereka,&quot; kata Menhub.

BACA JUGA:
Sejarah Kereta Cepat Dunia, Ada Nama Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, juga menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan penambahan stasiun untuk Kereta Api Cepat Jakarta Bandung Whoosh, di daerah Kopo, Bandung.
Dia menyampaikan ini dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), PT Kereta Api Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan.&amp;ldquo;Pilihan ini silakan ditangkap, tentunya wewenang ini ada di KCIC. Karena ini kereta cepat Jakarta-Bandung ya harusnya berhenti benar-benar di Bandung,&amp;rdquo; ujar Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Rabu (29/11).
Moeldoko berpendapat mengenai konektivitas tersebut bahwa harus ada upaya peningkatan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan yang akan didapat oleh penumpang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Salah satunya soal ketersediaan kursi di kereta feeder saat sudah sampai di Padalarang.
&amp;ldquo;Pentingkan untuk kenyamanan penumpang, agar tidak berhenti hanya di stasiun Padalarang serta Tegalluar,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca Selengkapnya : Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menganggap wacana penambahan stasiun kereta cepat Whoosh di wilayah Bandung tidak efektif. Alasannya sudah ada dua stasiun kereta cepat Whoosh yang telah beroperasi di wilayah Bandung yakni Padalarang dan Tegalluar.
Dengan adanya hal ini akan dikaji secara lebih lanjut dengan mempertimbangkan segala aspek. Semakin banyak stasiun juga dianggap akan mengurangi  efektivitas perjalanan kereta, karena kereta harus lebih benyak berhenti pada setiap stasiun.

BACA JUGA:
Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

&quot;Itu sudah saya sampaikan (terkait tidak efektifnya penambahan stasiun di Bandung), tapi tetap ada saja yang mau,&quot; kata Menhub saat ditemui di The Westin, Jakarta.
Meskipun begitu, Menhub tetap mempersilahkan adanya usulan penambahan stasiun kereta cepat Whoosh. Tapi Menhub mengatakan perlu adanya studi yang mendalam dan perlu adanya komunikasi dengan pihak operator kereta cepat.
&quot;Kami kan regulator nanti kami akan menilai apa yang akan diusulkan oleh masyarakat. Karena pada akhirnya yang akan bersepakat menerima atau tidaknya itu operator. Baru nanti syarat syarat teknis kita akan sampaikan kepada mereka,&quot; kata Menhub.

BACA JUGA:
Sejarah Kereta Cepat Dunia, Ada Nama Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, juga menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan penambahan stasiun untuk Kereta Api Cepat Jakarta Bandung Whoosh, di daerah Kopo, Bandung.
Dia menyampaikan ini dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), PT Kereta Api Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan.&amp;ldquo;Pilihan ini silakan ditangkap, tentunya wewenang ini ada di KCIC. Karena ini kereta cepat Jakarta-Bandung ya harusnya berhenti benar-benar di Bandung,&amp;rdquo; ujar Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Rabu (29/11).
Moeldoko berpendapat mengenai konektivitas tersebut bahwa harus ada upaya peningkatan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan yang akan didapat oleh penumpang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Salah satunya soal ketersediaan kursi di kereta feeder saat sudah sampai di Padalarang.
&amp;ldquo;Pentingkan untuk kenyamanan penumpang, agar tidak berhenti hanya di stasiun Padalarang serta Tegalluar,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca Selengkapnya : Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo</content:encoded></item></channel></rss>
