<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pinjol Belum Mau Melantai di Bursa, Ini Penjelasan OJK</title><description>OJK menyatakan sampai saat ini belum ada perusahaan peer-to-peer lending.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk"/><item><title>Pinjol Belum Mau Melantai di Bursa, Ini Penjelasan OJK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/11/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk-Dvo90X8mKs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Pinjol. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/11/278/2937005/pinjol-belum-mau-melantai-di-bursa-ini-penjelasan-ojk-Dvo90X8mKs.jpg</image><title>IPO Pinjol. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk4NS81L3g4cWZ2cGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sampai saat ini belum ada perusahaan peer-to-peer lending atau pinjaman online (Pinjol) yang mengajukan pendaftaran initial public offering (IPO). IPO sendiri dikenal sebagai penawaran umum perdana saham.
Meskipun sebelumnya sempat ada satu perusahaan pinjol yang masuk ke dalam daftar tunggu atau pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga saat ini belum ada lagi perusahaan lain yang menyampaikan pendaftaran IPO nya.

BACA JUGA:
Pinjol Belum Mau IPO, Begini Kata OJK

&amp;ldquo;Sampai dengan saat ini belum ada P2P Lending yang melakukan IPO melalui bursa efek,&amp;rdquo; kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan OJK.
Selain itu, Agusman juga mengatakan bahwa IPO pada bursa efek menjadi salah satu cara untuk menguatkan permodalan perusahan pinjol. Hal tersebut karena penguatan permodalan perusahaan pinjol dapat dilakukan oleh pemegang saham saja.

BACA JUGA:
OJK Pantau Aliran Dana Panas di Tahun Politik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berdasarkan catatan Okezone, OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp58,05 triliun per Oktober 2023. Angka ini tumbuh sebesar 17,66% per tahun.Kemudian, OJK juga menyebutkan bahwa jumlah pertumbuhan piutang pembiayaan masih berada di level yang tinggi, yakni di angka 15,02% per tahun pada Oktober 2023 dengan jumlah Rp463,12 triliun. Hal tersebut juga didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 17,57% dan 13,96%.
Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) net juga tercatat sebesar 0,78% dan NPF gross sebesar 2,57%. Selain itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,25 kali di bawah batas maksimum 10 kali.
&amp;ldquo;Sedangkan pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Oktober 2023 sebesar -2,95%, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp17,28 triliun,&amp;rdquo; imbuh Agusman.
Baca Selengkapnya: Pinjol Belum Mau IPO, Begini Kata OJK</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMS8xLzE3NDk4NS81L3g4cWZ2cGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sampai saat ini belum ada perusahaan peer-to-peer lending atau pinjaman online (Pinjol) yang mengajukan pendaftaran initial public offering (IPO). IPO sendiri dikenal sebagai penawaran umum perdana saham.
Meskipun sebelumnya sempat ada satu perusahaan pinjol yang masuk ke dalam daftar tunggu atau pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga saat ini belum ada lagi perusahaan lain yang menyampaikan pendaftaran IPO nya.

BACA JUGA:
Pinjol Belum Mau IPO, Begini Kata OJK

&amp;ldquo;Sampai dengan saat ini belum ada P2P Lending yang melakukan IPO melalui bursa efek,&amp;rdquo; kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan OJK.
Selain itu, Agusman juga mengatakan bahwa IPO pada bursa efek menjadi salah satu cara untuk menguatkan permodalan perusahan pinjol. Hal tersebut karena penguatan permodalan perusahaan pinjol dapat dilakukan oleh pemegang saham saja.

BACA JUGA:
OJK Pantau Aliran Dana Panas di Tahun Politik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berdasarkan catatan Okezone, OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp58,05 triliun per Oktober 2023. Angka ini tumbuh sebesar 17,66% per tahun.Kemudian, OJK juga menyebutkan bahwa jumlah pertumbuhan piutang pembiayaan masih berada di level yang tinggi, yakni di angka 15,02% per tahun pada Oktober 2023 dengan jumlah Rp463,12 triliun. Hal tersebut juga didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 17,57% dan 13,96%.
Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) net juga tercatat sebesar 0,78% dan NPF gross sebesar 2,57%. Selain itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,25 kali di bawah batas maksimum 10 kali.
&amp;ldquo;Sedangkan pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Oktober 2023 sebesar -2,95%, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp17,28 triliun,&amp;rdquo; imbuh Agusman.
Baca Selengkapnya: Pinjol Belum Mau IPO, Begini Kata OJK</content:encoded></item></channel></rss>
