<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Bantah Langsung Prabowo Soal Masalah Petani Sulit Dapat Pupuk di Jawa Tengah</title><description>Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo membantah  pernyataan Prabowo Subianto soal   sulitnya petani mendapatkan pupuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah"/><item><title>Ganjar Bantah Langsung Prabowo Soal Masalah Petani Sulit Dapat Pupuk di Jawa Tengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah-kaunuvATIW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar bantah soal petani susah dapat pupuk (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/320/2937699/ganjar-bantah-langsung-prabowo-soal-masalah-petani-sulit-dapat-pupuk-di-jawa-tengah-kaunuvATIW.jpg</image><title>Ganjar bantah soal petani susah dapat pupuk (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMC81L3g4cWJobTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo membantah pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto soal  sulitnya petani Jawa Tengah mendapatkan pupuk.
Hal ini bermula ketika prosesi debat tengah mengangkat isu tentang pelayanan publik yang harus menghendaki adanya persamaan perlakuan dan memperhatikan khusus kelompok rentan, perempuan, anak dan disablitas.

BACA JUGA:
Prabowo Tos dengan Ganjar, Usai Jawab Pertanyaan soal Putusan MK


Dalam kesempatan ini, Ganjar menjelaskan bahwa persoalan terkait ini sudah dilakukan pada 10 tahun masa kepemimpinannya di Jawa Tengah. Dia mengatakan bahwa dirinya selalu mengajak kelompok-kelompok tersebut sejak awal.
&quot;Kesetaraan dalam perencanaan Pembangunan itulah yang kita harapkan bisa merepresentasikan apa yang mereka harapkan,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Tiga Capres Sepakat Soal Pemberantasan Korupsi, Ganjar: Inilah Janji Politik di Depan Rakyat 


Menanggapi pernyataan Ganjar, Prabowo mengatakan bahwa kelompok rentan tidak saja dari itu saja. Tapi, juga petani dan nelayan.
Dalam kesempatan ini lah, Prabowo bercerita bahwa dirinya mendengar petani-petani di Jawa Tengah sulit mendapatkan pupuk dan mengeluh dengan kartu Tani yang diluncurkan Ganjar.
&quot;Saya Kira bapak bisa menjawab masalah ini,&quot; ujar Prabowo.
Dengan lugas, Ganjar pun menjawab terkait persoalan yang dipaparkan  Prabowo tersebut. Dia pun mengingatkan bahwa kelangkaan pupuk sebenarnya  bukan terjadi di Jawa Tengah.
&quot;Pupuk langka terjadi di Papua Pak, pupuk langka terjadi di Sumatra  Utara Pak, pupuk langka terjadi di NTT, NTB, Kalimantan Timur,&quot; ujar  Ganjar membalas.
&quot;Mungkin bapak sedikit agak lupa, kalau saya bisa mengingatkan karena  bapak pernah menjadi Ketua HKTI, Pak data petani Kita tidak pernah  beres, Maka kalau kemudian satu data petani itu bisa Kita kelola Maka  distribusi pupuknya bisa sampai dan tepat sasaran,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMC81L3g4cWJobTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo membantah pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto soal  sulitnya petani Jawa Tengah mendapatkan pupuk.
Hal ini bermula ketika prosesi debat tengah mengangkat isu tentang pelayanan publik yang harus menghendaki adanya persamaan perlakuan dan memperhatikan khusus kelompok rentan, perempuan, anak dan disablitas.

BACA JUGA:
Prabowo Tos dengan Ganjar, Usai Jawab Pertanyaan soal Putusan MK


Dalam kesempatan ini, Ganjar menjelaskan bahwa persoalan terkait ini sudah dilakukan pada 10 tahun masa kepemimpinannya di Jawa Tengah. Dia mengatakan bahwa dirinya selalu mengajak kelompok-kelompok tersebut sejak awal.
&quot;Kesetaraan dalam perencanaan Pembangunan itulah yang kita harapkan bisa merepresentasikan apa yang mereka harapkan,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Tiga Capres Sepakat Soal Pemberantasan Korupsi, Ganjar: Inilah Janji Politik di Depan Rakyat 


Menanggapi pernyataan Ganjar, Prabowo mengatakan bahwa kelompok rentan tidak saja dari itu saja. Tapi, juga petani dan nelayan.
Dalam kesempatan ini lah, Prabowo bercerita bahwa dirinya mendengar petani-petani di Jawa Tengah sulit mendapatkan pupuk dan mengeluh dengan kartu Tani yang diluncurkan Ganjar.
&quot;Saya Kira bapak bisa menjawab masalah ini,&quot; ujar Prabowo.
Dengan lugas, Ganjar pun menjawab terkait persoalan yang dipaparkan  Prabowo tersebut. Dia pun mengingatkan bahwa kelangkaan pupuk sebenarnya  bukan terjadi di Jawa Tengah.
&quot;Pupuk langka terjadi di Papua Pak, pupuk langka terjadi di Sumatra  Utara Pak, pupuk langka terjadi di NTT, NTB, Kalimantan Timur,&quot; ujar  Ganjar membalas.
&quot;Mungkin bapak sedikit agak lupa, kalau saya bisa mengingatkan karena  bapak pernah menjadi Ketua HKTI, Pak data petani Kita tidak pernah  beres, Maka kalau kemudian satu data petani itu bisa Kita kelola Maka  distribusi pupuknya bisa sampai dan tepat sasaran,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
