<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi AS November 3,1%, The Fed Diramal Tahan Suku Bunga</title><description>Tingkat inflasi Amerika Serikat periode November mencapai 3,1% secara year-on-year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga"/><item><title>Inflasi AS November 3,1%, The Fed Diramal Tahan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga-V9mK5JOENM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi AS November (Foto: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/320/2937728/inflasi-as-november-3-1-the-fed-diramal-tahan-suku-bunga-V9mK5JOENM.jpg</image><title>Inflasi AS November (Foto: Halomoney)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tingkat inflasi Amerika Serikat periode November mencapai 3,1% secara year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,2% yoy, sekaligus sesuai prediksi konsensus pasar.

BACA JUGA:
Inflasi 2024 Diprediksi Meningkat, Ini Investasi Aman yang Harus Dipersiapkan


Data Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja juga mencatat inflasi inti (yang tidak termasuk komponen pangan dan energi) masih di level 4,0% (YoY), tak berubah dari periode sebelumnya 4,0%(YoY).
Secara bulanan, inflasi sedikit naik 0,1% (MoM) dari 0,0% pada bulan Oktober, demikian juga inflasi inti bulanan juga meningkat 0,3 persen dari sebelumnya 0,2 persen. Infilasi inti periode November masih sesuai ekspektasi pasar.

BACA JUGA:
Tekanan Inflasi Beras Melandai di November 2023


Salah satu penyumbang inflasi malam ini datang dari biaya komoditas energi yang lebih rendah. Data Bloomberg, Selasa (12/12) mencatat harga energi turun 2,3% (MoM). Ini didorong oleh harga gas yang lebih rendah, yang turun 6,0% selama bulan November.
Angka inflasi yang terjaga membangkitkan optimisme pasar bahwa bank  sentral AS diprediksi kuat bakal kembali menahan suku bunga pada  Desember 2023.
Secara historis, puncak inflasi terjadi sebesar 9,1% pada Juni 2022,  yang notabene tertinggi dalam 40 tahun terakhir, lalu mulai mendingin  sejak saat itu.
Sebagai catatan bahwa angka inflasi yang lebih rendah dapat membawa  sentimen positif bagi market pasar modal, sekaligus memperjelas  ekspektasi bahwa bank sentral atau Federal Reserve tidak perlu menaikkan  suku bunga lagi pada pertemuan berikutnya.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tingkat inflasi Amerika Serikat periode November mencapai 3,1% secara year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,2% yoy, sekaligus sesuai prediksi konsensus pasar.

BACA JUGA:
Inflasi 2024 Diprediksi Meningkat, Ini Investasi Aman yang Harus Dipersiapkan


Data Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja juga mencatat inflasi inti (yang tidak termasuk komponen pangan dan energi) masih di level 4,0% (YoY), tak berubah dari periode sebelumnya 4,0%(YoY).
Secara bulanan, inflasi sedikit naik 0,1% (MoM) dari 0,0% pada bulan Oktober, demikian juga inflasi inti bulanan juga meningkat 0,3 persen dari sebelumnya 0,2 persen. Infilasi inti periode November masih sesuai ekspektasi pasar.

BACA JUGA:
Tekanan Inflasi Beras Melandai di November 2023


Salah satu penyumbang inflasi malam ini datang dari biaya komoditas energi yang lebih rendah. Data Bloomberg, Selasa (12/12) mencatat harga energi turun 2,3% (MoM). Ini didorong oleh harga gas yang lebih rendah, yang turun 6,0% selama bulan November.
Angka inflasi yang terjaga membangkitkan optimisme pasar bahwa bank  sentral AS diprediksi kuat bakal kembali menahan suku bunga pada  Desember 2023.
Secara historis, puncak inflasi terjadi sebesar 9,1% pada Juni 2022,  yang notabene tertinggi dalam 40 tahun terakhir, lalu mulai mendingin  sejak saat itu.
Sebagai catatan bahwa angka inflasi yang lebih rendah dapat membawa  sentimen positif bagi market pasar modal, sekaligus memperjelas  ekspektasi bahwa bank sentral atau Federal Reserve tidak perlu menaikkan  suku bunga lagi pada pertemuan berikutnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
