<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow, Mantan Tukang Kebun Keluarga Hermes Dapat Warisan Rp178 Triliun</title><description>Pewaris salah satu merk fashion ternama Hermes Nicolas Puech memberikan harta warisan kepada mantan tukang kebunnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun"/><item><title>Wow, Mantan Tukang Kebun Keluarga Hermes Dapat Warisan Rp178 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun-dVvZRwBi1S.png" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Tukang Kebun Keluarga Hermes Dapat Warisan Rp178 Triliun. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/455/2937304/wow-mantan-tukang-kebun-keluarga-hermes-dapat-warisan-rp178-triliun-dVvZRwBi1S.png</image><title>Mantan Tukang Kebun Keluarga Hermes Dapat Warisan Rp178 Triliun. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA -  Pewaris salah satu merk fashion ternama Hermes Nicolas Puech memberikan harta warisan kepada mantan tukang kebunnya. Hal ini pun menjadi perbincangan dunia.
Melansir dari The Week, Selasa (12/12/2023), mantan tukang kebun Puech yang berasal dari Maroko berusia 51 tahun.
Menurut publikasi Swiss Tribune de Geneve, diyakini tukang kebun tersebut telah menikah dengan seorang wanita asal Spanyol.

BACA JUGA:
Viral Tas Hermes Birkin dan Kelly Terbuat dari Lego!&amp;nbsp;

Sebagai cucu sekaligus pewaris generasi kelima dari pendiri Hermes Thierry Hermes, total kekayaan bersih Puech mencapai 5,7% dari nilai perusahaan senilai 204 miliar Euro atau setara Rp3.413 triliun (kurs Rp16.731) dan memiliki keuntungan tahunan sebesar 11,6 miliar Euro atau setara Rp199.106 triliun.
Adapun alasan Puech memberikan warisan tersebut kepada tukang kebunnya karena tidak menikah dan tidak memiliki keturunan.

BACA JUGA:
Viral Souvenir Pernikahan Anak Bos Air Asia, Ternyata Piring Hermes Seharga Rp3 Juta

Pewaris generasi kelima Hermes ini telah meninggalkan Dewan Pengawas Hermes pada 2014. Hal ini dilakukan setelah pesaing perusahaan, LVMH, mencoba melakukan pengambilalihan secara paksa.
Alasan selanjutnya, hubungan Puech dengan keluarganya dapat dikatakan tidak harmonis. Ini disebabkan karena keluarganya membentuk perusahaan induk untuk melawan pengambilalihan LVMH.
Kedua alasan tersebut yang membuat cucu pendiri Hermes tersebut mengambil keputusan untuk memilih seseorang di luar lingkaran terdekatnya sebagai pewarisnya.Meski sudah memiliki keputusan yang mantap, namun bukan hal mudah bagi Puech untuk mengadopsi tukang kebunnya. Hal ini karena yang bersangkutan adalah orang dewasa.
Berdasarkan hukum adopsi Swiss, Puech hanya bisa mengadopsi orang dewasa lain apabila mereka tinggal bersama setidaknya satu tahun ketika yang bersangkutan masih di bawah umur.
Selain semua ini, keputusan sang pewaris generasi kelima Hermes ini bisa memicu tantangan hukum. Sebab Puech telah menandatangani kesepakatan suksesi dengan Isocrates Foundation yang berbasi di Jenewa pada 2011. Ini dilakukan untuk menetapkan kekayaannya kepada mereka setelah dirinya meninggal.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Pewaris salah satu merk fashion ternama Hermes Nicolas Puech memberikan harta warisan kepada mantan tukang kebunnya. Hal ini pun menjadi perbincangan dunia.
Melansir dari The Week, Selasa (12/12/2023), mantan tukang kebun Puech yang berasal dari Maroko berusia 51 tahun.
Menurut publikasi Swiss Tribune de Geneve, diyakini tukang kebun tersebut telah menikah dengan seorang wanita asal Spanyol.

BACA JUGA:
Viral Tas Hermes Birkin dan Kelly Terbuat dari Lego!&amp;nbsp;

Sebagai cucu sekaligus pewaris generasi kelima dari pendiri Hermes Thierry Hermes, total kekayaan bersih Puech mencapai 5,7% dari nilai perusahaan senilai 204 miliar Euro atau setara Rp3.413 triliun (kurs Rp16.731) dan memiliki keuntungan tahunan sebesar 11,6 miliar Euro atau setara Rp199.106 triliun.
Adapun alasan Puech memberikan warisan tersebut kepada tukang kebunnya karena tidak menikah dan tidak memiliki keturunan.

BACA JUGA:
Viral Souvenir Pernikahan Anak Bos Air Asia, Ternyata Piring Hermes Seharga Rp3 Juta

Pewaris generasi kelima Hermes ini telah meninggalkan Dewan Pengawas Hermes pada 2014. Hal ini dilakukan setelah pesaing perusahaan, LVMH, mencoba melakukan pengambilalihan secara paksa.
Alasan selanjutnya, hubungan Puech dengan keluarganya dapat dikatakan tidak harmonis. Ini disebabkan karena keluarganya membentuk perusahaan induk untuk melawan pengambilalihan LVMH.
Kedua alasan tersebut yang membuat cucu pendiri Hermes tersebut mengambil keputusan untuk memilih seseorang di luar lingkaran terdekatnya sebagai pewarisnya.Meski sudah memiliki keputusan yang mantap, namun bukan hal mudah bagi Puech untuk mengadopsi tukang kebunnya. Hal ini karena yang bersangkutan adalah orang dewasa.
Berdasarkan hukum adopsi Swiss, Puech hanya bisa mengadopsi orang dewasa lain apabila mereka tinggal bersama setidaknya satu tahun ketika yang bersangkutan masih di bawah umur.
Selain semua ini, keputusan sang pewaris generasi kelima Hermes ini bisa memicu tantangan hukum. Sebab Puech telah menandatangani kesepakatan suksesi dengan Isocrates Foundation yang berbasi di Jenewa pada 2011. Ini dilakukan untuk menetapkan kekayaannya kepada mereka setelah dirinya meninggal.
</content:encoded></item></channel></rss>
