<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Konsep Kota Berkelanjutan, Harus Bisa Kelola Air</title><description>Perencanaan kota harus memiliki kemampuan untuk mengelola air (water management) dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air"/><item><title>Begini Konsep Kota Berkelanjutan, Harus Bisa Kelola Air</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2023 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air-QQpkPLU35O.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono jelaskan soal perencanaan kota. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/12/470/2937127/begini-konsep-kota-berkelanjutan-harus-bisa-kelola-air-QQpkPLU35O.JPG</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono jelaskan soal perencanaan kota. (Foto: PUPR)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgyOS81L3g4cDR1dGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut perencanaan kota, harus memiliki kemampuan untuk mengelola air (water management) dengan baik.

Salah satu konsep sebagai solusi pengelolaan air perkotaan adalah water sensitive city (WSC)  melibatkan integrasi desain kota, infrastruktur, dan kebijakan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang responsif terhadap perubahan iklim, melindungi sumber daya air, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ucapkan Selamat Hari Bakti PUPR ke-78, Presiden Apresiasi Kinerja dan Kerja Cepat Kementerian PUPR

&amp;ldquo;Water sensitive city tidak hanya tentang pengendalian banjir  dan penyediaan air bersih, tetapi juga tentang peningkatan kenyamanan. Kita mengenal namanya liveable city, sustainable city, lovable city, semuanya pasti dasarnya adalah air. Kalau orang mau hidup nyaman, pasti harus ada air,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/12/2023).

Saat ini Kementerian PUPR telah membangun stasiun pompa air Ancol Sentiong sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir di wilayah Jakarta, khususnya bagian utara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pak Bas Nangis Usai Umumkan Kenaikan Tukin PNS PUPR

Stasiun ini memiliki 5 pompa dengan kapasitas 10 m3/detik untuk mereduksi banjir seluas 879 hektare yang berada di 8 kecamatan, seperti Pademangan, Sawah Besar, Tanjung Priok, Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, Matraman, dan Senen.

&amp;ldquo;Stasiun Pompa Air Ancol Sentiong juga dekat dengan konsep water sensitf city, di mana kita bisa mengendalikan banjir dan sekaligus menyuplai air, tetapi juga untuk membersihkan lingkungan,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri PUPR Sebut SDM Unggul Solusi untuk Tantangan Pembangunan


Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna mengatakan setiap kota terdiri dari prasarana, people and environment. Keinginan menjadi liveable city, artinya kita bisa memanajemen dengan baik akan menjadi liveable city atau sustainable city.



Kota Ramah Air memiliki beberapa feature utama untuk mengatasi 3 tantangan, yakni terkait kelangkaan air, kelebihan air (banjir), dan kualitas air/lingkungan.



&quot;Salah satu contohnya Kota Jakarta yang sampai saat ini masih menghadapi tantangan terkait persoalan banjir (too much water),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgyOS81L3g4cDR1dGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut perencanaan kota, harus memiliki kemampuan untuk mengelola air (water management) dengan baik.

Salah satu konsep sebagai solusi pengelolaan air perkotaan adalah water sensitive city (WSC)  melibatkan integrasi desain kota, infrastruktur, dan kebijakan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang responsif terhadap perubahan iklim, melindungi sumber daya air, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ucapkan Selamat Hari Bakti PUPR ke-78, Presiden Apresiasi Kinerja dan Kerja Cepat Kementerian PUPR

&amp;ldquo;Water sensitive city tidak hanya tentang pengendalian banjir  dan penyediaan air bersih, tetapi juga tentang peningkatan kenyamanan. Kita mengenal namanya liveable city, sustainable city, lovable city, semuanya pasti dasarnya adalah air. Kalau orang mau hidup nyaman, pasti harus ada air,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/12/2023).

Saat ini Kementerian PUPR telah membangun stasiun pompa air Ancol Sentiong sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir di wilayah Jakarta, khususnya bagian utara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pak Bas Nangis Usai Umumkan Kenaikan Tukin PNS PUPR

Stasiun ini memiliki 5 pompa dengan kapasitas 10 m3/detik untuk mereduksi banjir seluas 879 hektare yang berada di 8 kecamatan, seperti Pademangan, Sawah Besar, Tanjung Priok, Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, Matraman, dan Senen.

&amp;ldquo;Stasiun Pompa Air Ancol Sentiong juga dekat dengan konsep water sensitf city, di mana kita bisa mengendalikan banjir dan sekaligus menyuplai air, tetapi juga untuk membersihkan lingkungan,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri PUPR Sebut SDM Unggul Solusi untuk Tantangan Pembangunan


Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna mengatakan setiap kota terdiri dari prasarana, people and environment. Keinginan menjadi liveable city, artinya kita bisa memanajemen dengan baik akan menjadi liveable city atau sustainable city.



Kota Ramah Air memiliki beberapa feature utama untuk mengatasi 3 tantangan, yakni terkait kelangkaan air, kelebihan air (banjir), dan kualitas air/lingkungan.



&quot;Salah satu contohnya Kota Jakarta yang sampai saat ini masih menghadapi tantangan terkait persoalan banjir (too much water),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
