<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Enggan Investasi di Proyek Jalan Tol, Ini Alasannya</title><description>Hal itu berkaitan dengan jaminan proyek hingga pengembalian investasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya"/><item><title>Investor Asing Enggan Investasi di Proyek Jalan Tol, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2023 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya-Sfeso5POc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Asing Enggan Investasi Jalan Tol di Indonesia. (Foto: okezone.com/jasa marga) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/13/320/2938101/investor-asing-enggan-investasi-di-proyek-jalan-tol-ini-alasannya-Sfeso5POc3.jpg</image><title>Investor Asing Enggan Investasi Jalan Tol di Indonesia. (Foto: okezone.com/jasa marga) </title></images><description>JAKARTA - Indonesia Investment Authority (INA) mengungkapkan investor global masih enggan berinvestasi ke proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan jaminan proyek hingga pengembalian investasi.
Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah menjelaskan, investor global saat ini cenderung lebih tertarik untuk melakukan akuisisi terhadap tol-tol eksisting yang sudah jelas traficnya sebagai imbal hasil investasi. Ketimbang membangun proyek baru dari masa konstruksi hingga pengoperasian.

BACA JUGA:
Upaya Jasa Marga Tekan Emisi Karbon di Jalan Tol

Menurutnya, jika harus berinvestasi dari proses konstruksinya memang biayanya lebih besar, terutama dari sisi pengadaan lahan dan belum ada jaminan traffic jika ruas tol beroperasi.
&quot;Mereka lebih suka berinvestai pada aset brownfield, karena kalau yang greenfield masih ada misalnya masalah pembebasan lahan atau (khawatir) ada hal operasionalnya,&quot; ujar Ridha dalam acara Creative Infrastructure Financing Day di Kementerian PUPR, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA:
Intip Persiapan Jalan Tol di Seluruh RI Sambut Libur Nataru

Ridha menyebut, setidaknya ada 4 kriteria investasi yang menjadi pertimbangan bagi para investor global. Pertama investor cenderung mencari proyek pada aset-aset brownfield. Investor global lebih suka berinvestasi setelah fase operasional untuk menghindari risiko saat konstruksi.
Kedua investor global cenderung minat untuk menjadi pemilik saham mayoritas dan/atau joint control. Pada umumnya investor global ingin memiliki kontrol signifikan atas keputusan operasional, keuangan, dan strategis.Ketiga investor global lebih memilih proyek-proyek infrastruktur, misalnya jalan tol, yang punya risiko trafic dan dapat diperkirakan. Investor cenderung memilih ruas yang layak dari sisi keekonomian alias ada proteksi dari sisi pendapatan dan bisa menjamin pendapatan minimal.
Keempat dari sisi kepastian hukum, investor perlu memiliki keyakinan bahwa seluruh hak dan kewajiban dalam perjanjian konsesi dapat dijalankan sesuai kesepakatan dengan pemerintah.
&quot;Memang ada risiko traffic, tapi ini sesuatu yang bisa kita siasati atau ada skema yang bisa kita kembangkan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia Investment Authority (INA) mengungkapkan investor global masih enggan berinvestasi ke proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan jaminan proyek hingga pengembalian investasi.
Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah menjelaskan, investor global saat ini cenderung lebih tertarik untuk melakukan akuisisi terhadap tol-tol eksisting yang sudah jelas traficnya sebagai imbal hasil investasi. Ketimbang membangun proyek baru dari masa konstruksi hingga pengoperasian.

BACA JUGA:
Upaya Jasa Marga Tekan Emisi Karbon di Jalan Tol

Menurutnya, jika harus berinvestasi dari proses konstruksinya memang biayanya lebih besar, terutama dari sisi pengadaan lahan dan belum ada jaminan traffic jika ruas tol beroperasi.
&quot;Mereka lebih suka berinvestai pada aset brownfield, karena kalau yang greenfield masih ada misalnya masalah pembebasan lahan atau (khawatir) ada hal operasionalnya,&quot; ujar Ridha dalam acara Creative Infrastructure Financing Day di Kementerian PUPR, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA:
Intip Persiapan Jalan Tol di Seluruh RI Sambut Libur Nataru

Ridha menyebut, setidaknya ada 4 kriteria investasi yang menjadi pertimbangan bagi para investor global. Pertama investor cenderung mencari proyek pada aset-aset brownfield. Investor global lebih suka berinvestasi setelah fase operasional untuk menghindari risiko saat konstruksi.
Kedua investor global cenderung minat untuk menjadi pemilik saham mayoritas dan/atau joint control. Pada umumnya investor global ingin memiliki kontrol signifikan atas keputusan operasional, keuangan, dan strategis.Ketiga investor global lebih memilih proyek-proyek infrastruktur, misalnya jalan tol, yang punya risiko trafic dan dapat diperkirakan. Investor cenderung memilih ruas yang layak dari sisi keekonomian alias ada proteksi dari sisi pendapatan dan bisa menjamin pendapatan minimal.
Keempat dari sisi kepastian hukum, investor perlu memiliki keyakinan bahwa seluruh hak dan kewajiban dalam perjanjian konsesi dapat dijalankan sesuai kesepakatan dengan pemerintah.
&quot;Memang ada risiko traffic, tapi ini sesuatu yang bisa kita siasati atau ada skema yang bisa kita kembangkan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
