<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akses Petani ke Pupuk Subsidi Harus Diperluas</title><description>Akses petani terhadap pupuk bersubsidi harus diperluas meskipun ada kenaikan harga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas"/><item><title>Akses Petani ke Pupuk Subsidi Harus Diperluas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2023 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas-Iq21eX8YJ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akses petani ke pupuk subsidi harus diperluas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/13/320/2938216/akses-petani-ke-pupuk-subsidi-harus-diperluas-Iq21eX8YJ4.jpg</image><title>Akses petani ke pupuk subsidi harus diperluas (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Akses petani terhadap pupuk bersubsidi harus diperluas meskipun ada kenaikan harga. Anggota Komisi IV DPR RI Ravindra Airlangga mengatakan, meskipun harganya naik, pemerintah harus menjamin akses petani terhadap pupuk bisa terjaga.
Salah satunya dengan memperbanyak kios pupuk bersubsidi dan Kartu Tani. Dia mengakui ada kenaikan harga pupuk di pasar dunia.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Janji Tambah Subsidi Pupuk


Kenaikan itu akibat naiknya harga bahan baku karena konflik geopolitik Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, menurut anggota DPR dapil Kabupaten Bogor ini, produksi pupuk di dalam negeri belum bisa memenuhi permintaan kebutuhan masyarakat.
&quot;Kios pupuk bisa diperbanyak supaya warga yang sudah mendapatkan Kartu Tani bisa semakin mudah mendapatkan pupuk bersubsidi,&amp;rdquo; tutur Ravindra, Rabu (13/12/2023).


BACA JUGA:
Solusi Ganjar Atasi Pupuk Langka di Papua-Kaltim dengan Satu Data Petani


Legislator dari partai berlogo pohon beringin ini mengatakan, permintaan ini terkait dengan keluhan dari para petani di wilayah Kabupaten Bogor yang kesulitan mengakses pupuk.
Ravindra mendengar keluhan dari para petani saat menggelar pertemuan  dengan para petani di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten  Bogor.
Dalam pertemuan itu, sejumlah petani memang mengeluhkan kesulitan  mendapatkan pupuk bersubsidi. Salah satu petani, Bubun mengaku dirinya  harus membeli pupuk lebih mahal dari petani lain.
&quot;Saya punya sawah ditanami padi, tapi kenapa pupuknya harganya Rp5  ribu per kilonya sementara petani lain kalau beli cuma dua ribu enam  ratus rupiah,&amp;rdquo; tutur Bubun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xLzE3NTA2My81L3g4cWhob3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Akses petani terhadap pupuk bersubsidi harus diperluas meskipun ada kenaikan harga. Anggota Komisi IV DPR RI Ravindra Airlangga mengatakan, meskipun harganya naik, pemerintah harus menjamin akses petani terhadap pupuk bisa terjaga.
Salah satunya dengan memperbanyak kios pupuk bersubsidi dan Kartu Tani. Dia mengakui ada kenaikan harga pupuk di pasar dunia.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Janji Tambah Subsidi Pupuk


Kenaikan itu akibat naiknya harga bahan baku karena konflik geopolitik Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, menurut anggota DPR dapil Kabupaten Bogor ini, produksi pupuk di dalam negeri belum bisa memenuhi permintaan kebutuhan masyarakat.
&quot;Kios pupuk bisa diperbanyak supaya warga yang sudah mendapatkan Kartu Tani bisa semakin mudah mendapatkan pupuk bersubsidi,&amp;rdquo; tutur Ravindra, Rabu (13/12/2023).


BACA JUGA:
Solusi Ganjar Atasi Pupuk Langka di Papua-Kaltim dengan Satu Data Petani


Legislator dari partai berlogo pohon beringin ini mengatakan, permintaan ini terkait dengan keluhan dari para petani di wilayah Kabupaten Bogor yang kesulitan mengakses pupuk.
Ravindra mendengar keluhan dari para petani saat menggelar pertemuan  dengan para petani di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten  Bogor.
Dalam pertemuan itu, sejumlah petani memang mengeluhkan kesulitan  mendapatkan pupuk bersubsidi. Salah satu petani, Bubun mengaku dirinya  harus membeli pupuk lebih mahal dari petani lain.
&quot;Saya punya sawah ditanami padi, tapi kenapa pupuknya harganya Rp5  ribu per kilonya sementara petani lain kalau beli cuma dua ribu enam  ratus rupiah,&amp;rdquo; tutur Bubun.</content:encoded></item></channel></rss>
