<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Tembus Level 8.100 di 2024</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menembus angka 8.100 pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024"/><item><title>IHSG Diprediksi Tembus Level 8.100 di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024-UtnIqOnCbo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG diproyeksi tembus level 8.100 pada 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/278/2938805/ihsg-diprediksi-tembus-level-8-100-di-2024-UtnIqOnCbo.jpg</image><title>IHSG diproyeksi tembus level 8.100 pada 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menembus angka 8.100 pada 2024. Level tersebut diperkirakan tercapai pada semester kedua tahun depan.
&amp;ldquo;Kami memprediksi nilai wajar IHSG berada pada kisaran 8.100 pada semester kedua, setelah pelonggaran kebijakan moneter dan kejelasan hasil pemilu putaran kedua,&amp;rdquo; kata Head of Research Team Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy dalam Media Day di Jakarta pada Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Menguat 1,28% ke 7.165


Robertus mengungkapkan, potensi penguatan indeks saham utama domestik tersebut didukung oleh beberapa faktor yaitu besarnya potensi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral global, sehingga dapat memicu iklim investasi yang positif, baik untuk pasar saham maupun pasar obligasi. Dia juga menilai kondisi itu menjadi peluang untuk memilih strategi investasi yang lebih agresif.
Menjelang akhir tahun 2023, Robertus memprediksi IHSG masih memiliki potensi penguatan pasar signifikan, akibat aksi mempercantik portofolio oleh investor besar alias window dressing akhir tahun atau biasa disebut Santa Claus Rally terutama pada beberapa saham unggulan (blue chip).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,83% ke 7.134


&amp;ldquo;Saham-saham unggulan tersebut dinilai masih memiliki valuasi yang cukup menarik untuk kembali diakumulasi,&amp;rdquo; ujar Robertus.
Adapun, Robertus menilai sektor teknologi digital akan menjadi salah satu sektor yang prospektif tahun depan, bersama dengan sektor perbankan, telekomunikasi, otomotif, logistik, dan sektor lain yang terkait dengan konsumsi.
Beberapa dari saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Robertus menjelaskan, ASII memiliki valuasi rasio harga saham per  laba (P/E) yang terus turun mendekati level Maret 2020 meskipun valuasi  profitabilitas keuntungan ekuitas (ROE) yang meningkat. Harga saham dan  valuasi TLKM juga membaik dari sebelumnya yang turun tajam. Saham blue  chip lain adalah EXCL, di mana valuasi rasio harga saham per nilai buku  (P/BV)-nya sudah turun ke bawah 1x.
&amp;ldquo;Menurut kami, saham EXCL sudah cukup menarik, meskipun  profitabilitas ROE tidak setinggi emiten lain di sektornya,&amp;rdquo; imbuh  Robertus.
Meski demikian, Robertus mengatakan bahwa EXCL memiliki rencana besar  untuk mengkonsolidasikan 750.000 pengguna jasa PT Link Net Tbk (LINK).  Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diharapkan  selesai pada kuartal pertama tahun 2024.
Selanjutnya, salah satu saham blue chip yang masih lagging dan  menarik adalah AKRA di mana rasio P/E perusahaan masih cenderung  stagnan, meskipun profitabilitas ROE masih terus mengalami kenaikan.
Baru-baru ini, perusahaan logistik BBM itu telah menetapkan proyeksi  pertumbuhan laba bersih mencapai 12%-15% secara tahunan pada 2024  mendatang yang ditopang oleh permintaan BBM dan kimia dasar dari Kawasan  Indonesia Timur, terutama dari industri pemurnian-peleburan hasil  tambang dan mineral (smelter).
&amp;ldquo;Selain itu, perseroan juga optimistis penjualan lahan industri Java  Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik (Jatim) akan  mendukung kinerjanya,&amp;rdquo; pungkas Robertus</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menembus angka 8.100 pada 2024. Level tersebut diperkirakan tercapai pada semester kedua tahun depan.
&amp;ldquo;Kami memprediksi nilai wajar IHSG berada pada kisaran 8.100 pada semester kedua, setelah pelonggaran kebijakan moneter dan kejelasan hasil pemilu putaran kedua,&amp;rdquo; kata Head of Research Team Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy dalam Media Day di Jakarta pada Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Menguat 1,28% ke 7.165


Robertus mengungkapkan, potensi penguatan indeks saham utama domestik tersebut didukung oleh beberapa faktor yaitu besarnya potensi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral global, sehingga dapat memicu iklim investasi yang positif, baik untuk pasar saham maupun pasar obligasi. Dia juga menilai kondisi itu menjadi peluang untuk memilih strategi investasi yang lebih agresif.
Menjelang akhir tahun 2023, Robertus memprediksi IHSG masih memiliki potensi penguatan pasar signifikan, akibat aksi mempercantik portofolio oleh investor besar alias window dressing akhir tahun atau biasa disebut Santa Claus Rally terutama pada beberapa saham unggulan (blue chip).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,83% ke 7.134


&amp;ldquo;Saham-saham unggulan tersebut dinilai masih memiliki valuasi yang cukup menarik untuk kembali diakumulasi,&amp;rdquo; ujar Robertus.
Adapun, Robertus menilai sektor teknologi digital akan menjadi salah satu sektor yang prospektif tahun depan, bersama dengan sektor perbankan, telekomunikasi, otomotif, logistik, dan sektor lain yang terkait dengan konsumsi.
Beberapa dari saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Robertus menjelaskan, ASII memiliki valuasi rasio harga saham per  laba (P/E) yang terus turun mendekati level Maret 2020 meskipun valuasi  profitabilitas keuntungan ekuitas (ROE) yang meningkat. Harga saham dan  valuasi TLKM juga membaik dari sebelumnya yang turun tajam. Saham blue  chip lain adalah EXCL, di mana valuasi rasio harga saham per nilai buku  (P/BV)-nya sudah turun ke bawah 1x.
&amp;ldquo;Menurut kami, saham EXCL sudah cukup menarik, meskipun  profitabilitas ROE tidak setinggi emiten lain di sektornya,&amp;rdquo; imbuh  Robertus.
Meski demikian, Robertus mengatakan bahwa EXCL memiliki rencana besar  untuk mengkonsolidasikan 750.000 pengguna jasa PT Link Net Tbk (LINK).  Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diharapkan  selesai pada kuartal pertama tahun 2024.
Selanjutnya, salah satu saham blue chip yang masih lagging dan  menarik adalah AKRA di mana rasio P/E perusahaan masih cenderung  stagnan, meskipun profitabilitas ROE masih terus mengalami kenaikan.
Baru-baru ini, perusahaan logistik BBM itu telah menetapkan proyeksi  pertumbuhan laba bersih mencapai 12%-15% secara tahunan pada 2024  mendatang yang ditopang oleh permintaan BBM dan kimia dasar dari Kawasan  Indonesia Timur, terutama dari industri pemurnian-peleburan hasil  tambang dan mineral (smelter).
&amp;ldquo;Selain itu, perseroan juga optimistis penjualan lahan industri Java  Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik (Jatim) akan  mendukung kinerjanya,&amp;rdquo; pungkas Robertus</content:encoded></item></channel></rss>
