<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5,71 Juta Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan ke Petani   </title><description>Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk subsidi 5,71 juta ton hingga 30 November 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani"/><item><title>5,71 Juta Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan ke Petani   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani-GkuVSSDcFN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan 5,71 Juta Ton. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/320/2938966/5-71-juta-pupuk-subsidi-sudah-tersalurkan-ke-petani-GkuVSSDcFN.jpg</image><title>Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan 5,71 Juta Ton. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk subsidi 5,71 juta ton hingga 30 November 2023. Jumlah tersebut sekitar 94% dari total alokasi sesuai anggaran Pemerintah, yaitu 6,05 juta ton.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh menyatakan, 1.077 distributor siap mendukung penyaluran pupuk bersubsidi di 2024. Distributor diharapkan memaksimalkan penyaluran dengan menjaga ketertiban administrasi dan kepatuhan aturan.

BACA JUGA:
Ikuti Arahan Presiden Jokowi, Pupuk Indonesia Siap Produksi Tambahan Subsidi Pupuk&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Dengan sisa waktu 2 minggu menuju akhir tahun 2023, kami berharap distributor dapat mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi. Penyaluran ini diupayakan untuk tetap memperhatikan ketertiban administrasi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, khususnya menjaga agar penyaluran berjalan dengan baik dan tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (14/12/2023).
Pupuk Indonesia pun mengimbau seluruh distributor dan jaringan kios pengecer untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah. Dalam proses penyalurannya, Pupuk Indonesia juga turut meminta para distributor dan jaringan kios pengecer untuk menerapkan sistem digitalisasi yang dikembangkan dan diimplementasikan  oleh Pupuk Indonesia, salah satunya aplikasi Rekan yang telah terintegrasi secara digital melalui Distributor Planning &amp;amp; Control System (DPCS), sehingga dapat dipantau secara real time dan memudahkan pengawasan.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar soal Kelangkaan Pupuk: PR yang Mesti Kita Tuntaskan

&amp;ldquo;Kami berharap para distributor dapat mendukung program pemerintah, khususnya percepatan tanam, dengan menyiapkan stok dan menyalurkan pupuk sesuai aturan. Distributor yang tidak mematuhi dapat dihentikan. Kami akan mengawal dengan ketat penyaluran distribusi pupuk subsidi sesuai dengan kebijakan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022. Tujuannya, tentu agar kami dapat mengatasi isu-isu akan kelangkaan pupuk dan pupuk dapat diterima secara tepat sasaran,&amp;rdquo; tambah Tri.
Dalam mendukung proses pendistribusian, Pupuk Indonesia didukung oleh fasilitas distribusi seperti 15 unit pengantongan dan distribution center, 13 kapal dengan 222 rute angkutan laut, 8.131 armada truk angkutan darat, 581 gudang dengan kapasitas produksi pupuk sekitar 14,6 juta ton dan memiliki 1.077 distributor, serta 25 ribu lebih kios pupuk di penjuri negeri.Penetapan 1.077 distributor ini merupakan hasil dari evaluasi, verifikasi administrasi dan cek fisik ke lapangan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2023 dan ada beberapa syarat tambahan dari Pupuk Indonesia kepada distributor seperti aktif dalam kegiatan usaha perdagangan, sanggup dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, dan tidak memiliki permasalahan hukum.
Distributor yang memenuhi syarat telah mendaftar melalui Aplikasi DIMAS Pupuk Indonesia. Dalam penyaluran, fokus pada dua jenis pupuk, Urea dan NPK, untuk sembilan komoditas pertanian strategis. Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN, menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu Tani.
Dalam upaya menjaga integritas, distributor menandatangani Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pembayaran Tagihan. Distributor juga diminta memastikan kios binaannya memahami sistem penyaluran dan menjalankan aturan, termasuk HET.</description><content:encoded>JAKARTA - Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk subsidi 5,71 juta ton hingga 30 November 2023. Jumlah tersebut sekitar 94% dari total alokasi sesuai anggaran Pemerintah, yaitu 6,05 juta ton.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh menyatakan, 1.077 distributor siap mendukung penyaluran pupuk bersubsidi di 2024. Distributor diharapkan memaksimalkan penyaluran dengan menjaga ketertiban administrasi dan kepatuhan aturan.

BACA JUGA:
Ikuti Arahan Presiden Jokowi, Pupuk Indonesia Siap Produksi Tambahan Subsidi Pupuk&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Dengan sisa waktu 2 minggu menuju akhir tahun 2023, kami berharap distributor dapat mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi. Penyaluran ini diupayakan untuk tetap memperhatikan ketertiban administrasi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, khususnya menjaga agar penyaluran berjalan dengan baik dan tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (14/12/2023).
Pupuk Indonesia pun mengimbau seluruh distributor dan jaringan kios pengecer untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah. Dalam proses penyalurannya, Pupuk Indonesia juga turut meminta para distributor dan jaringan kios pengecer untuk menerapkan sistem digitalisasi yang dikembangkan dan diimplementasikan  oleh Pupuk Indonesia, salah satunya aplikasi Rekan yang telah terintegrasi secara digital melalui Distributor Planning &amp;amp; Control System (DPCS), sehingga dapat dipantau secara real time dan memudahkan pengawasan.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar soal Kelangkaan Pupuk: PR yang Mesti Kita Tuntaskan

&amp;ldquo;Kami berharap para distributor dapat mendukung program pemerintah, khususnya percepatan tanam, dengan menyiapkan stok dan menyalurkan pupuk sesuai aturan. Distributor yang tidak mematuhi dapat dihentikan. Kami akan mengawal dengan ketat penyaluran distribusi pupuk subsidi sesuai dengan kebijakan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022. Tujuannya, tentu agar kami dapat mengatasi isu-isu akan kelangkaan pupuk dan pupuk dapat diterima secara tepat sasaran,&amp;rdquo; tambah Tri.
Dalam mendukung proses pendistribusian, Pupuk Indonesia didukung oleh fasilitas distribusi seperti 15 unit pengantongan dan distribution center, 13 kapal dengan 222 rute angkutan laut, 8.131 armada truk angkutan darat, 581 gudang dengan kapasitas produksi pupuk sekitar 14,6 juta ton dan memiliki 1.077 distributor, serta 25 ribu lebih kios pupuk di penjuri negeri.Penetapan 1.077 distributor ini merupakan hasil dari evaluasi, verifikasi administrasi dan cek fisik ke lapangan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2023 dan ada beberapa syarat tambahan dari Pupuk Indonesia kepada distributor seperti aktif dalam kegiatan usaha perdagangan, sanggup dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, dan tidak memiliki permasalahan hukum.
Distributor yang memenuhi syarat telah mendaftar melalui Aplikasi DIMAS Pupuk Indonesia. Dalam penyaluran, fokus pada dua jenis pupuk, Urea dan NPK, untuk sembilan komoditas pertanian strategis. Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN, menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu Tani.
Dalam upaya menjaga integritas, distributor menandatangani Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pembayaran Tagihan. Distributor juga diminta memastikan kios binaannya memahami sistem penyaluran dan menjalankan aturan, termasuk HET.</content:encoded></item></channel></rss>
