<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sat-set! Ganjar Siap Sikat dan Bersihkan Pungli di Dunia Industri</title><description>Ganjar Pranowo siap sikat dan bersihkan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di dunia kerja dan industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri"/><item><title>Sat-set! Ganjar Siap Sikat dan Bersihkan Pungli di Dunia Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2023 20:31 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri-fHtlOS1vAy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar siap sikat pungli di dunia industri (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/14/320/2939042/sat-set-ganjar-siap-sikat-dan-bersihkan-pungli-di-dunia-industri-fHtlOS1vAy.jpg</image><title>Ganjar siap sikat pungli di dunia industri (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNS81L3g4cWlscno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KABUPATEN BEKASI - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo siap sikat dan bersihkan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di dunia kerja dan industri. Hal itu sekaligus menjawab curhatan dua pemuda saat acara konsolidasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023).
Ganjar setiba di lokasi langsung diserbu oleh ribuan warga dan pelaku UMKM se-Kabupaten Bekasi. Mereka saling berebut foto dan salaman hingga Ganjar memasuki gedung acara.

BACA JUGA:
Ibu-Ibu di Bekasi Curhat ke Ganjar : Bayar Rp4 Juta ke Calo, tapi Tidak Dipanggil Perusahaan


Selanjutnya, politikus berambut putih itu menyapa dan mengajak dialog secara langsung dengan para hadirin. Saat itu, ada seorang pemuda pengangguran yang menceritakan pengalaman pahit ketika mencari pekerjaan.
Dia terpaksa harus menitipkan surat lamaran kepada seorang oknum perusahaan dan dipungut biaya untuk bisa diterima kerja. Pengakuan itu dikuatkan oleh pemuda yang lain, karena merasa punya cerita yang sama.

BACA JUGA:
Kena PHK Sepihak, Warga Bekasi Berharap Ganjar-Mahfud Bisa Tegakkan Keadilan


Mendengar itu, Ganjar merasa miris dan prihatin dengan kondisi dunia industri saat ini. Ia bersama Mahfud MD berkomitmen akan membereskan praktik-praktik pungli tersebut.
&quot;Menyedihkan pengakuan dua orang yang mencari pekerjaan harus lewat calo dan nyogok. Inilah yang mesti disikat, dan inilah yang mesti dibersihkan,&quot; tegasnya.
Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu bahwa pemerintah  harus pro aktif menangani dan menumpas praktik-praktik pungli. Karena  hal itu sejatinya merugikan dunia industri dan para pekerja.
&quot;Saya kira ini bagian dari apa yang terjadi di masyarakat, praktik  buruk pungli seperti ini. Kasihan para korban dan inilah yang mesti  disikat dan pemerintah harus aktif menangani itu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTExNS81L3g4cWlscno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KABUPATEN BEKASI - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo siap sikat dan bersihkan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di dunia kerja dan industri. Hal itu sekaligus menjawab curhatan dua pemuda saat acara konsolidasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023).
Ganjar setiba di lokasi langsung diserbu oleh ribuan warga dan pelaku UMKM se-Kabupaten Bekasi. Mereka saling berebut foto dan salaman hingga Ganjar memasuki gedung acara.

BACA JUGA:
Ibu-Ibu di Bekasi Curhat ke Ganjar : Bayar Rp4 Juta ke Calo, tapi Tidak Dipanggil Perusahaan


Selanjutnya, politikus berambut putih itu menyapa dan mengajak dialog secara langsung dengan para hadirin. Saat itu, ada seorang pemuda pengangguran yang menceritakan pengalaman pahit ketika mencari pekerjaan.
Dia terpaksa harus menitipkan surat lamaran kepada seorang oknum perusahaan dan dipungut biaya untuk bisa diterima kerja. Pengakuan itu dikuatkan oleh pemuda yang lain, karena merasa punya cerita yang sama.

BACA JUGA:
Kena PHK Sepihak, Warga Bekasi Berharap Ganjar-Mahfud Bisa Tegakkan Keadilan


Mendengar itu, Ganjar merasa miris dan prihatin dengan kondisi dunia industri saat ini. Ia bersama Mahfud MD berkomitmen akan membereskan praktik-praktik pungli tersebut.
&quot;Menyedihkan pengakuan dua orang yang mencari pekerjaan harus lewat calo dan nyogok. Inilah yang mesti disikat, dan inilah yang mesti dibersihkan,&quot; tegasnya.
Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu bahwa pemerintah  harus pro aktif menangani dan menumpas praktik-praktik pungli. Karena  hal itu sejatinya merugikan dunia industri dan para pekerja.
&quot;Saya kira ini bagian dari apa yang terjadi di masyarakat, praktik  buruk pungli seperti ini. Kasihan para korban dan inilah yang mesti  disikat dan pemerintah harus aktif menangani itu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
