<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Sulap Lahan Timbunan Sampah Jadi Urban Farming BRInita</title><description>BRI menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita"/><item><title>BRI Sulap Lahan Timbunan Sampah Jadi Urban Farming BRInita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita-kdCE7J9CGQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BRI sulap lahan penimbunan sampah jadi BRInita (Foto: BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/320/2939235/bri-sulap-lahan-timbunan-sampah-jadi-urban-farming-brinita-kdCE7J9CGQ.jpg</image><title>BRI sulap lahan penimbunan sampah jadi BRInita (Foto: BRI)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; BRI menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup. Komitmen ditujukan dengan menyalurkan program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan.
Program BRInita (Bertani di Kota) merupakan salah satu wujud nyata dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung perbaikan ekosistem lingkungan. Program yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia ini mengusung konsep bertani yang memanfaatkan lahan minim di wilayah padat pemukiman atau perkotaan. Salah satunya di Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

BACA JUGA:
BRI Peduli Kolaborasi Bersama Kelompok Maratua Lakukan Transplantasi Karang di Pulau Maratua

Max Pagamus, Ketua Lingkungan 4, Kel. Tuminting, mengatakan bahwa lahan yang dimanfaatkan tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga. Lantaran mengganggu lingkungan dari sisi kebersihan dan keindahannya, lahan tersebut pun dimanfaatkan untuk dijadikan tempat bercocok tanam atau urban farming.
&quot;Dulunya tempat ini adalah lahan timbun, tempat masyarakat membuang sampah. Lalu sekarang dibangun menjadi tempat pembibitan,&quot; ujar Max, Jumat (15/12/2023).

BACA JUGA:
BRILianpreneur 2023, Dirut BRI Targetkan Nilai Kontrak Rp1 Triliun

Lebih lanjut Max menjelaskan kalau Lahan Ekosistem Urban Farming yang ada di Kelurahan Tuminting tersebut saat ini pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat setempat.
&quot;Jadi memang lahan ini ada karena dikelola oleh masyarakat. Tujuan pembangunan tempat ini agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan bercocok tanam yang hasilnya nanti dapat disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,&quot; kata Max.Di lahan berukuran 10x30 meter di Tuminting Lingkungan IV tersebut,  masyarakat membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabe rawit  (rica), cabe merah keriting, tomat, hingga beraneka ragam sayuran  diantaranya terong, timun, labu, dan pakcoy. Ada juga sereh, kunyit,  kemangi, jahe dan tanaman bibit buah seperti kedondong, jeruk, dan  alpukat. Selain itu, masyarakat juga membudidayakan ikan lele dan  mujair. Khusus lele, warga menempatkannya di wadah seperti ember.
Lebih lanjut Max mengatakan, BRInita di Lingkungan IV, Tuminting,  Manado dapat membantu perekonomian masyarakat secara umum dan secara  khusus dapat menjadi wadah bagi warga untuk bercocok tanam.
&quot;Jadi memang dapat membantu perekonomian masyarakat, misalnya yang  dulunya masyarakat ke pasar membawa uang Rp5-10 ribu untuk kebutuhan  dapur, sekarang nggak perlu mengeluarkan setiap hari karena ada urban  farming. Selain mendapatkan makanan sehat tanpa pestisida, Masyarakat  juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu belanja,&quot; ujar Max.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto  menjelaskan dalam pelaksanaan program BRI Peduli menjadikan peraturan  pemerintah sebagai landasan dan ISO 26000 sebagai panduan pelaksanannya.  Program BRI Peduli berorientasi pada empat pilar yaitu sosial,  lingkungan, ekonomi, serta hukum dan tata kelola.
Melalui BRI Peduli, Perseroan terus mewujudkan komitmen tanggung  jawab sosial dan lingkungannya, salah satunya dengan menyalurkan  program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem  lingkungan. Program BRInita menjadi salah satu komitmen nyata BRI bagi  pelestarian lingkungan di tengah kota yang memanfaatkan lahan sempit di  wilayah padat pemukiman.
&amp;ldquo;Program ini tidak hanya di satu titik saja, tetapi dilakukan di 21  titik yang tersebar di Indonesia. Dengan bantuan infrastruktur yang kami  berikan, harapannya program ini secara kontinyu dapat terus berjalan  sehingga menjadi wadah positif bagi masyarakat. Kisah inspiratif yang  ditunjukkan warga Warga Kelurahan Tuminting Manado diharapkan dapat  ditiru dan diadopsi oleh kelompok-kelompok lainnya&amp;rdquo;, tambah Catur.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; BRI menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup. Komitmen ditujukan dengan menyalurkan program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan.
Program BRInita (Bertani di Kota) merupakan salah satu wujud nyata dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung perbaikan ekosistem lingkungan. Program yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia ini mengusung konsep bertani yang memanfaatkan lahan minim di wilayah padat pemukiman atau perkotaan. Salah satunya di Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

BACA JUGA:
BRI Peduli Kolaborasi Bersama Kelompok Maratua Lakukan Transplantasi Karang di Pulau Maratua

Max Pagamus, Ketua Lingkungan 4, Kel. Tuminting, mengatakan bahwa lahan yang dimanfaatkan tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga. Lantaran mengganggu lingkungan dari sisi kebersihan dan keindahannya, lahan tersebut pun dimanfaatkan untuk dijadikan tempat bercocok tanam atau urban farming.
&quot;Dulunya tempat ini adalah lahan timbun, tempat masyarakat membuang sampah. Lalu sekarang dibangun menjadi tempat pembibitan,&quot; ujar Max, Jumat (15/12/2023).

BACA JUGA:
BRILianpreneur 2023, Dirut BRI Targetkan Nilai Kontrak Rp1 Triliun

Lebih lanjut Max menjelaskan kalau Lahan Ekosistem Urban Farming yang ada di Kelurahan Tuminting tersebut saat ini pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat setempat.
&quot;Jadi memang lahan ini ada karena dikelola oleh masyarakat. Tujuan pembangunan tempat ini agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan bercocok tanam yang hasilnya nanti dapat disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,&quot; kata Max.Di lahan berukuran 10x30 meter di Tuminting Lingkungan IV tersebut,  masyarakat membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabe rawit  (rica), cabe merah keriting, tomat, hingga beraneka ragam sayuran  diantaranya terong, timun, labu, dan pakcoy. Ada juga sereh, kunyit,  kemangi, jahe dan tanaman bibit buah seperti kedondong, jeruk, dan  alpukat. Selain itu, masyarakat juga membudidayakan ikan lele dan  mujair. Khusus lele, warga menempatkannya di wadah seperti ember.
Lebih lanjut Max mengatakan, BRInita di Lingkungan IV, Tuminting,  Manado dapat membantu perekonomian masyarakat secara umum dan secara  khusus dapat menjadi wadah bagi warga untuk bercocok tanam.
&quot;Jadi memang dapat membantu perekonomian masyarakat, misalnya yang  dulunya masyarakat ke pasar membawa uang Rp5-10 ribu untuk kebutuhan  dapur, sekarang nggak perlu mengeluarkan setiap hari karena ada urban  farming. Selain mendapatkan makanan sehat tanpa pestisida, Masyarakat  juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu belanja,&quot; ujar Max.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto  menjelaskan dalam pelaksanaan program BRI Peduli menjadikan peraturan  pemerintah sebagai landasan dan ISO 26000 sebagai panduan pelaksanannya.  Program BRI Peduli berorientasi pada empat pilar yaitu sosial,  lingkungan, ekonomi, serta hukum dan tata kelola.
Melalui BRI Peduli, Perseroan terus mewujudkan komitmen tanggung  jawab sosial dan lingkungannya, salah satunya dengan menyalurkan  program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem  lingkungan. Program BRInita menjadi salah satu komitmen nyata BRI bagi  pelestarian lingkungan di tengah kota yang memanfaatkan lahan sempit di  wilayah padat pemukiman.
&amp;ldquo;Program ini tidak hanya di satu titik saja, tetapi dilakukan di 21  titik yang tersebar di Indonesia. Dengan bantuan infrastruktur yang kami  berikan, harapannya program ini secara kontinyu dapat terus berjalan  sehingga menjadi wadah positif bagi masyarakat. Kisah inspiratif yang  ditunjukkan warga Warga Kelurahan Tuminting Manado diharapkan dapat  ditiru dan diadopsi oleh kelompok-kelompok lainnya&amp;rdquo;, tambah Catur.</content:encoded></item></channel></rss>
